
Video itu beredar pada tahun 2019 di berbagai laporan mengenai penonton di pertunjukan militer di Rusia
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 21/10/2020 pukul 05:15
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Hongkong, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Rekaman video berdurasi satu menit itu diunggah di Twitter di sini pada tanggal 17 Oktober 2020 dan telah ditonton lebih dari 16.000 kali.

Cuitan itu berbunyi: “Hanya di iran, nonton perang antar negara Armenia Vs Azerbaizan yang terjadi beberapa hari yang lalu, layaknya nonton kembang api di malam tahun baru..
Astaghfirullah..”
Unggahan itu beredar saat terjadi bentrokan antara pasukan Armenia dan Azerbaijan terkait wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, seperti dilansir laporan AFP tertanggal 14 Oktober 2020 ini.
Video yang sama telah ditonton hampir 4.500 kali setelah dibagikan dengan klaim yang mirip di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini; serta di YouTube di sini dan di sini.
Video yang sama dengan klaim serupa juga dibagikan dalam bahasa Cina di Twitter di sini dan di Weibo, media sosial Tiongkok, di sini dan di sini; serta dalam bahasa Arab di sini dan di sini.
Akan tetapi, klaim itu salah.
Pencarian gambar terbalik dengan keyframe yang diekstrak dari video di unggahan menyesatkan menemukan video yang sama diunggah di YouTube di sini pada tanggal 17 November 2019, hampir setahun sebelum konflik antara Armenia dan Azerbaijan yang dimulai pada tahun 2020.
Judul video berbahasa Serbia itu menyatakan video tersebut direkam di Rusia.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video di YouTube (kanan):

Video yang sama juga diunggah di artikel ini oleh Russia Beyond, portal berita multibahasa milik pemerintah Rusia, pada tanggal 17 November 2019.

Judul artikel dalam bahasa Serbia tersebut diterjemahkan ke bahasa Indonesia berbunyi: “Rusia: Anak-anak dan orang tua mereka menonton tembakan peleton dari VBR ‘Grad’ dan ‘Uragan’.”
Paragraf pertama artikel itu berbunyi: “Pada Hari Pasukan dan Artileri Rudal (RViA), sejumlah besar pasukan artileri dan rudal menunjukkan kemampuan tempur mereka kepada para penduduk.”
Rekaman video itu juga diterbitkan di sini pada bulan November 2019 di saluran YouTube berbahasa Arab milik CCTV, media milik pemerintah Tiongkok.
AFP Fact Check telah menerbitkan artikel periksa fakta dalam bahasa Arab mengenai video tersebut dan klaim yang serupa di sini.
Weibo dan media pemerintah Tiongkok fjsen.com juga telah menerbitkan artikel periksa fakta untuk video yang sama.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami