
Video ini sebelumnya telah dimuat dalam berita tentang pasangan lansia yang terkena penyakit berbeda
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 27/02/2020 pukul 12:20
- Diperbarui pada hari 02/03/2020 pukul 05:04
- Waktu baca 6 menit
- Oleh: AFP Pakistan, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video itu dibagikan di Instagram di sini pada tanggal 6 Februari 2020.
Tayangan video di Instagram itu telah ditonton lebih dari 592.000 kali.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Video itu diunggah oleh akun Instagram resmi media Indozone.
Teks di kotak merah di bawah video itu tertulis: “#KAMUHARUSTAU
—MEMBAHAS SEGALA HAL DARI SELURUH DUNIA
“‘Video Pasangan Lansia yang Terinfeksi Virus Korona Ini Bikin Mewek’. Pasangan lansia ini diketahui sama-sama terinfeksi virus korona. Di video pasangan itu diketahui saling mengucapkan perpisahan. Mereka melakukannya karena tak tau apakah masih bisa bertahan atau tidak.”
Sementara status panjang di Instagram itu sebagian besar bunyinya: “Viral sebuah video mengharukan yang memperlihatkan pasangan lansia yang terkena virus korona. Dalam video, pasangan lansia tersebut tampak terbaring lemah di sebuah ruangan ICU.
“Keduanya tampak berpegangan tangan dan seperti terlihat saling menguatkan. Video ini diunggah oleh pemilik akun Twitter bernama Jiang Wei.
“‘What does a couple mean? Two elderly patients of #coronavirus in their 80s said goodbye in ICU, this could be the last time to meet and greet,’ cuit Jiang Wei di akun Twitter-nya.
“Pasangan lansia itu diketahui sedang mengucapkan kalimat perpisahan. Mereka melakukannya karena tak tau bagaimana nasib mereka kedepannya karena virus yang menjangkit mereka. Video ini pun membuat banyak netizen merasa terharu.
“‘Heartbreaking. I hope they make it,’ komentar seorang netizen.”
Tangkapan layar video itu juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini dengan klaim yang serupa.
Kemudian video yang sama juga telah dibagikan dengan klaim yang mirip dalam bahasa Inggris di Facebook di sini dan tangkapan layar video tersebut di Twitter di sini.
Virus corona jenis baru, atau COVID-19, telah menewaskan lebih dari 2.700 orang di Tiongkok dan positif menginfeksi lebih dari 81.000 orang di seluruh dunia, meskipun jumlah korban dan pasien di Tiongkok sejauh ini masih yang paling tinggi, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tanggal 26 Februari 2020 di sini.
–Misinformasi yang disebarkan media–
Tangkapan layar video itu juga telah dimuat di sejumlah berita dengan judul berisi klaim yang serupa misalnya di berita Kumparan dan Tribun Timur, bagian dari kantor media Tribunnews.
Sejumlah portal berita di India juga telah memuat video atau tangkapan layar video itu dalam berita yang menyesatkan bahwa pasangan lansia itu menderita penyakit virus corona jenis baru, misalnya India Today, Scroll.in, Hindustan Times, NDTV dan News18. Portal berita Dubai, Gulf News, juga telah memuat tangkapan layar video itu dengan judul berita berisi klaim yang sama.
Sebagian laporan media itu berisi tangkapan layar video; namun sebagian lagi membagikan video yang diunggah di Twitter pada tanggal 2 Februari 2020 oleh pemilik akun Julio Jiang Wei, juru bicara Kedutaan Besar Tiongkok di Panama.
Pejabat kedutaan Tiongkok itu mengatakan dalam cuitan yang berisi video itu – tweet itu sekarang sudah dihapus – bahwa pasangan lansia itu telah terinfeksi virus corona jenis baru. AFP menemukan bahwa cuitan pejabat Tiongkok itu adalah unggahan media sosial pertama dalam bahasa Inggris yang menghubungkan video itu dengan epidemi virus corona jenis baru.
Berikut tangkapan layar arsip cuitan pejabat tersebut:

Tim AFP yang bisa berbahasa Spanyol telah menghubungi Jiang Wei untuk bertanya mengapa dia mengunggah video lansia itu dan mengklaimnya sebagai pasangan lansia yang terkena virus corona jenis baru, namun tidak mendapatkan jawaban. Pada tanggal 17 Februari 2020, AFP mendapati bahwa Jiang telah menghapus cuitan tersebut.
–Tidak ada hubungannya dengan virus corona–
Klaim dalam unggahan media sosial dan portal berita itu menyesatkan: video pasangan lansia itu sebelumnya telah dimuat dalam berita yang tidak menyebutkan kalau keduanya menderita penyakit virus corona jenis baru.
Pencarian gambar terbalik menemukan laporan berita tanggal 4 Februari 2020 ini dimuat di situs web tabloid Inggris, The Daily Mail.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di laporan The Daily Mail (kanan):

The Daily Mail mengidentifikasi pasangan lansia itu sebagai Zhang, 85 tahun, dan istrinya Wen, 87 tahun, dan keduanya dirawat di Rumah Sakit Rakyat Nomor 3 Chengdu, Distrik Xindu, di Provinsi Sichuan, di Tiongkok.
Laporan berita itu mengatakan bahwa Zhang masuk rumah sakit pada tanggal 16 Januari 2020 karena menderita “penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru-paru dan aterosklerosis”. Sehari kemudian, Wen, yang menderita penyakit Alzheimer, dilaporkan hilang kesadaran dan dibawa ke unit perawatan intensif (ICU) dan harus memakai ventilator mekanik.
Pada tanggal 3 Februari 2020, sehari sebelum berita The Daily Mail dimuat, situs berita Tiongkok, Red Star News, menaikkan berita tentang pasangan lansia yang sama di sini dan membagikannya di Weibo, platform media sosial Tiongkok.
Menurut laporan Red Star News, video itu direkam pada tanggal 30 Januari 2020.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan tangkapan layar video di berita Red Star News (kanan):

Diterjemahkan dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, sebagian berita di situs Red Star News itu berbunyi: “Jurnalis Red Star mengetahui bahwa kedua lansia di video itu, Kakek Zhang, 85, dan Nenek Wen, 87, berturut-turut dibawa ke Rumah Sakit Rakyat Nomor 3 Chengdu, Distrik Xindu, karena sakit.
“Pada tanggal 16 Januari 2020, Kakek Zhang, 85, dibawa ke bagian pernapasan di Rumah Sakit Rakyat Nomor 3 Chengdu, Distrik Xindu, karena penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru-paru, metastasis tulang dan penyakit jantung koroner. Pada waktu sore di hari berikutnya, Nenek Wen, seorang wanita berusia 87 tahun dengan penyakit Alzheimer, dibawa ke unit perawatan intensif (ICU) karena gangguan kesadaran dan gagal nafas yang tiba-tiba.
“Pada tanggal 30 Januari, Kakek Zhang mengatakan kepada anak-anaknya setelah mengetahui kalau kondisi istrinya sedang kritis, ‘Saya ingin melihatnya, karena boleh jadi saya tidak punya kesempatan lagi.’ Dengan bantuan rumah sakit, pasangan lansia itu akhirnya mengucapkan selamat tinggal dengan berpegangan tangan di ruang ICU.”
Baik The Daily Mail maupun Red Star News tidak menyebutkan kalau pasangan lansia itu terkena penyakit virus corona jenis baru.
–Video aslinya dibagikan pihak rumah sakit–
Berita yang dimuat Red Star News dibagikan oleh akun Weibo resmi Rumah Sakit Rakyat Nomor 3 Chengdu, Distrik Xindu. “Terima kasih Kakek Zhang dan Nenek Wen karena telah mempertontonkan rasa cinta yang luar biasa,” tulis rumah sakit itu dalam akunnya pada tanggal 4 Februari 2020.
Berikut tangkapan layar unggahan Weibo di akun rumah sakit itu:

Jurnalis AFP di biro Hong Kong juga menemukan video asli diunggah oleh Departemen Hubungan Masyarakat Distrik Xindu di Douyin, aplikasi media sosial Tiongkok, pada tanggal 1 Februari 2020.
Status di unggahan itu juga tidak menyebut soal virus corona. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, status berbahasa Mandarin itu artinya: “Sangat menyentuh! Pasangan lansia mengucapkan selamat tinggal sambil berpegangan tangan di ruang ICU, yang mungkin saja menjadi masa terakhir mereka saling melihat. Ini adalah kisah nyata yang terjadi di Rumah Sakit Rakyat Nomor 3 Chengdu, Distrik Xindu. Ini adalah ilustrasi sempurna pepatah Tiongkok: ‘Memegang tanganmu, menjadi tua bersamamu’!”
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami