Video ini menunjukkan turnamen permainan kartu di Riyadh, Arab Saudi

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 25/02/2020 pukul 07:30
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sebuah video yang memperlihatkan orang-orang sedang bermain kartu di dalam aula telah ditonton ribuan kali di Facebook dan Twitter dengan klaim yang menyatakan klip itu menunjukkan arena perjudian atau kasino di Arab Saudi. Video itu telah digunakan dalam konteks yang menyesatkan; klip itu sebenarnya memperlihatkan turnamen permainan kartu di kota Riyadh, Arab Saudi; judi dilarang keras di negara Timur Tengah itu. 

Video berdurasi 50 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 18 Februari 2020 dan telah ditonton lebih dari 12.000 kali dan dibagikan hampir 390 kali. 

Status unggahan tersebut berbunyi: “#BALOOT arena Perjudian di Arab Saudi.
Pertama kali dibuka dan diresmikan”.

Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu: 

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Terdapat logo Al Ekhbariya TV di bagian kanan bawah video. 

Baloot” mirip dengan permainan kartu Belote dari Prancis dan merupakan salah satu permainan kartu terpopuler di kalangan pemuda di Teluk Persia, terutama pemuda Saudi.  

Video yang sama dengan klaim serupa juga muncul di Twitter di sini, di mana klip itu telah ditonton lebih dari 1.500 kali. 

Video tersebut telah digunakan dalam konteks yang menyesatkan; klip itu sebenarnya memperlihatkan turnamen permainan kartu di Riyadh, Arab Saudi; judi dilarang keras di negara Timur Tengah itu. 

Pencarian gambar terbalik di Google diikuti dengan pencarian kata kunci menemukan video asli ini diunggah di akun YouTube terverifikasi Al Ekhbariya TV, stasiun TV dari Arab Saudi, pada tanggal 15 Februari 2020. 

Jurnalis AFP yang mengerti bahasa Arab menerjemahkan judul video itu sebagai: “Perempuan berpartisipasi dalam turnamen permainan Baloot”.

Narator dalam video itu menjelaskan tentang permainan kartu Baloot dan seberapa umum permainan itu dimainkan di wilayah Teluk Persia dan bahwa perempuan untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam turnamen tersebut.

Wartawan di video itu juga mewawancarai seorang peserta perempuan, yang bisa dilihat di detik ke-30 video tersebut. Peserta itu mengatakan bahwa suaminya mengajarinya cara bermain Baloot dan mengizinkannya untuk berpartisipasi dalam turnamen. Dia juga mengatakan bahwa ini pertama kalinya perempuan bisa berpartisipasi di turnamen tersebut. 

Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Al Ekhbariya TV (kanan): 

Image
Tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Al Ekhbariya TV (kanan)

Turnamen Baloot ini dimulai dari tanggal 13 Februari sampai tanggal 20 Februari 2020 dan diadakan di pusat perbelanjaan Riyadh Front, menurut Otoritas Hiburan Umum (GEA) Raba Saudi di sini

Harian Saudi Gazette mempublikasikan laporan ini tentang turnamen tersebut pada tanggal 17 Februari 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, laporan itu berjudul: “Kemeriahan menyelimuti turnamen Baloot saat wanita bertanding melawan pria untuk pertama kalinya.”  

Dua paragraf pertama dari laporan itu berbunyi: “Semangat, kemeriahan dan kegembiraan menyelimuti Turnamen Baloot Musim Dingin Riyadh saat para perempuan bertanding untuk pertama kalinya dalam salah satu permainan paling populer di Kerajaan Arab Saudi.

“Turnamen ini diadakan di Front Riyadh mulai tanggal 13-22 Februari 2020, dengan para peserta bersaing untuk mendapatkan hadiah senilai lebih dari SR2 juta.” 

Berikut tangkapan layar laporan Saudi Gazette: 

Image
Tangkapan layar Saudi Gazette

Arab News, harian Saudi lainnya, juga mempublikasikan laporan ini mengenai turnamen tersebut pada tanggal 17 Februari 2020. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul laporan itu adalah: “Pemain Baloot wanita memamerkan kebolehan mereka di turnamen Saudi.”  

Turnamen itu memberikan total hadiah dua juta riyal kepada para pemenang, menurut situs resminya di sini

Judi dilarang keras di Arab Saudi, seperti diberitakan di laporan ini.  

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami