
Video ini menunjukkan acara pindah agama Islam di Arab Saudi di bulan Mei 2019 – beberapa bulan sebelum wabah virus corona muncul
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 21/02/2020 pukul 13:55
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video ini telah ditonton lebih dari 1.900 kali sejak diunggah di Facebook pada tanggal 16 Februari 2020.
Video berdurasi 1 menit 27 detik itu menunjukkan sejumlah pria yang berdiri berjejer di dalam sebuah ruangan mengacungkan jari telunjuk mereka dan menirukan kata-kata yang diucapkan seorang pria yang berbicara lewat mikrofon.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

Status Facebook di unggahan video itu adalah: “Berita terkini dari saluran berbahasa Mandarin pertama.
“20 juta orang Cina masuk agama Islam setelah terbukti bahwa epidemi Corona tidak menimpa umat Islam, Tuhan Maha Besar, puji bagi Tuhan atas berkah Islam
# Islam Itu Benar”.
Virus corona jenis baru, atau COVID-19, telah menewaskan lebih dari 2.200 orang di daratan Tiongkok dan positif menginfeksi lebih dari 75.000 orang, menurut laporan AFP tanggal 21 Februari 2020 ini.
Selain itu, virus itu membunuh lima orang dan menginfeksi 1,100 orang di lebih dari 20 negara dan teritori lainnya, termasuk Mesir, Uni Arab Emirat dan Iran.
Video yang sama dengan klaim serupa telah ditonton hampir 13.000 kali setelah diunggah di Facebook di sini dan sini, di Twitter di sini, dan di YouTube di sini.
Video yang sama juga dibagikan dengan klaim yang mirip dalam bahasa Malaysia di sini, dan dalam bahasa Inggris di sini dan di sini.
Klaim tersebut salah; video itu sesungguhnya menunjukkan acara pindah agama Islam di Arab Saudi di bulan Mei 2019, sekitar setengah tahun sebelum terjadinya wabah virus corona jenis baru di kota Wuhan di akhir tahun 2019.
Pencarian gambar terbalik dan pencarian kata kunci di Google menemukan video yang sama sebelumnya telah diunggah di sini pada tanggal 27 Mei 2019 oleh pengguna Facebook bernama Ahmad Erandio.
Status Facebook berbahasa Inggris itu jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya: “ALHAMDULILLAH SELAMAT DATANG SAUDARA-SAUDARA SEIMAN KAMI”.
Orang-orang di video itu, dari detik ke 0:05 sampai 0:51, terdengar mengucapkan kalimat syahadat, kalimat pernyataan kepercayaan dalam Islam. Kalimat syahadat biasanya diucapkan dalam bahasa Arab dan diikuti terjemahannya. Arti kalimat syahadat dalam bahasa Indonesia adalah: “Saya bersaksi tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Seorang jurnalis AFP di Manila telah menganalisis tayangan video itu dan mengatakan bahwa orang-orang di video itu mengucapkan kalimat syahadat dalam bahasa Tagalog, dimulai pada detik ke 0:53.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan yang menyesatkan (kiri) dan video Facebook yang asli (kanan):

Spanduk dengan teks bahasa Arab bisa dilihat di belakang orang-orang di video itu. Spanduk yang sama bisa dilihat di foto ini, diunggah bersamaan dengan foto lainnya di halaman Facebook yang sama pada tanggal 11 Juni 2019.
Berikut adalah tangkapan layar foto itu:

Teks berbahasa Arab di spanduk itu terjemahannya adalah: “Buka puasa di kota industri Jeddah (KSA)”.
Menurut media Arab Saudi Arab News, Ramadan tahun 2019 dimulai pada tanggal 6 Mei, sementara Idul Fitri jatuh pada tanggal 4 Juni – cocok dengan tanggal video itu diunggah.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami