
Foto-foto ini menunjukkan bangunan gereja di Austria, Republik Ceko dan Portugal yang dihiasi tulang-tulang umat gereja
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 04/03/2020 pukul 04:30
- Waktu baca 8 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Foto-foto tersebut diunggah di Facebook di sini pada tanggal 24 Februari 2020 dan telah dibagikan lebih dari 80 kali.
Foto pertama di unggahan tersebut menunjukkan lambang yang dibuat dari tulang dan tengkorak manusia, foto kedua memperlihatkan kerangka manusia yang digantung di dinding yang dihiasi tengkorak, foto ketiga menunjukkan dinding yang berhiaskan tengkorak dan tulang, foto keempat memperlihatkan tengkorak berjejer di atas papan kayu, foto kelima menunjukkan tiang yang dihiasi tengkorak dan tulang, dan foto terakhir memperlihatkan langit-langit yang berhiaskan tengkorak.
Status unggahan menyesatkan itu berbunyi: “GEREJA INI DINDING DAN TIANGNYA DIBANGUN DARI RIBUAN TENGKORAK DAN TULANG - BELULANGNYA KAUM MUSLIMIN YANG DIBANTAI KARENA MENOLAK MASUK MASUK KE DALAM AGAMA KATHOLIK ROMA
“Gereja ini dibangun oleh seorang pendeta yang bernama Franciscan Friar. Material bangunan terbuat dari tengkorak dan tulang belulang kaum Muslimin spanyol yang dibunuh secara massal dan dikuburkan di pekuburan massal dekat bangunan gereja.
“Diantara hiasan penting bangun gereja ini adalah dua mayat muslim utuh yang telah dikeringkan dan digantungkan di dinding gereja menggunakan rantai besi. Dua mayat kering ini adalah dua remaja muslim yang digantung hidup-hidup kemudian dikeringkan dan digantungkan di dinding dalam gereja sebagai dekor gereja tempat beribadat agama ini.
“Gereja Capela dos Ossos ini memuat lebih dari 5 ribu kerangka manusia dari kalangan warga muslim Moriscos asli spanyol yang menolak memeluk kristen setelah spanyol jatuh ke tangan salibis, dan muslim Mariscos dihabisi secara massal.
“Jadi siapa sesungguhnya yang kejam?
“**| Ketika Kekuasaan Islam Berakhir di Spanyol Jutaan Umat Islam Dibantai |
تريخ المسلمون في اندلسيا (Spanyol Muslim)”.
Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, tulisan Arab itu berarti: “Sejarah umat Islam di Andalusia”.
Berikut tangkapan layar unggahan menyesatkan itu:

“Franciscan friar” merujuk kepada biarawan ordo Fransiskan, sebuah ordo keagamaan Katolik yang didirikan pada awal abad ke-13 oleh Santo Fransiskus dari Assisi.
“Capela dos Ossos”, atau Kapel Tulang, adalah nama yang diberikan kepada beberapa kapel yang dihiasi dengan tulang belulang di Portugal, misalnya adalah kapel ini, yang yang terletak di kota Evora dan merupakan bagian dari kompleks Gereja Santo Fransiskus.
Foto yang sama telah dibagikan lebih dari 120 kali di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini dengan klaim serupa.
Akan tetapi, klaim itu salah. Foto-foto tersebut telah digunakan dalam konteks yang menyesatkan karena sebenarnya menunjukkan bangunan-bangunan gereja yang berbeda yang dihiasi dengan tulang-tulang umat gereja di Austria, Republik Ceko dan Portugal.
Pencarian gambar terbalik di Google diikuti oleh pencarian kata kunci menemukan foto-foto tersebut menunjukkan empat bangunan gereja yang berbeda: Capela dos Ossos, atau Kapel Tulang, di Evora dan Faro, Portugal; Osuarium Sedlec di Kutna Hora, Republik Ceko; dan osuarium di Kapel St. Michael di Hallstatt, Austria.
--Foto pertama: Osuarium Sedlec di Republik Ceko--
AFP menelusuri foto pertama di unggahan menyesatkan dan menemukan foto tertanggal 1 Mei 2016 ini diunggah di sebuah artikel oleh Vontade de Viajar, sebuah blog perjalanan berbahasa Portugis.
Seorang jurnalis AFP yang mengerti bahasa Portugis menerjemahkan judul artikel blog itu sebagai: “Osuarium Sedlec: Perjalanan Pulang Pergi dari Praha”.
Sementara itu, keterangan foto tersebut berbunyi: “Lambang keluarga Schwarzenberg”.
Osuarium Sedlec adalah bagian dari Gereja Pemakaman All Saints, sebuah kapel gothic yang terletak di Kutna Hora, Republik Ceko.
Schwarzenberg merujuk pada keluarga bangsawan yang membeli properti gereja pada tahun 1873 dan memperkerjakan seorang pemahat kayu untuk menciptakan sesuatu yang indah dari tulang-tulang yang digali yang sempat disimpan di dalam osuarium di bawah tanah gereja sejak abad ke-15.
Kuburan gereja Sedlec menjadi tempat pemakaman yang populer karena cerita tentang raja Ceko yang mengirim seorang kepala biara setempat ke Yerusalem pada tahun 1278, yang kemudian membawa kembali tanah dari Golgota, tempat penyaliban Yesus, dan menyebarkan tanah tersebut di lahan kuburan.
Osuarium Sedlec dihiasi dengan 40.000 kerangka orang-orang yang pernah dikubur di pemakamannya, BBC melaporkan di sini. Sekitar 30.000 kerangka adalah korban Wabah Hitam yang melanda Eropa pada abad ke-14, dan 10.000 lainnya adalah korban Perang Hussite dari tahun 1419 sampai 1434, di mana para pendukung gereja Katolik Roma melawan kaum reformasi Bohemia.
Laporan mengenai Osuarium Sedlec, yang dijuluki Gereja Tulang, juga telah diterbitkan oleh CNN di sini dan National Geographic di sini.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto pertama di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dari blog perjalanan (kanan):

--Tiga foto: Capela dos Ossos di Evora, Portugal--
Tiga foto di unggahan menyesatkan – foto kedua, ketiga dan foto kelima – menunjukkan foto Capela dos Ossos, atau Kapel Tulang, di Evora, Portugal.
Kapel Tulang ini adalah bagian dari Gereja Santo Fransiskus, di kota Evora, Portugal, yang pada awalnya dibangun oleh para biarawan Fransiskan yang tiba pada tahun 1224 dari Galicia.
Diterjemahkan dari bahasa Portugis ke bahasa Indonesia, dua kalimat pertama dari penjelasan di situs web resmi gereja ini berbunyi: “Kapel Tulang dibangun pada abad ke-17, mengadopsi model pada saat itu, dengan maksud memprovokasi, melalui gambar, refleksi kefanaan kehidupan manusia dan komitmen terhadap pengalaman kekristenan yang permanen. Baik dinding maupun pilar kapel dihiasi dengan ribuan tulang dan tengkorak yang berasal dari tempat pemakaman yang terhubung dengan biara.”
Gambar kedua di unggahan menyesatkan, yang menunjukkan kerangka manusia digantung di dinding yang dihiasi tengkorak manusia, dapat ditemukan di situs web Wikimedia di sini, berjudul: “Evora - Capela dos Ossos”, tertanggal 27 September 2009.
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto kedua di unggahan menyesatkan (kiri) dan gambar di Wikimedia (kanan):

Foto ketiga di unggahan menyesatkan, yang memperlihatkan dinding yang dihiasi dengan tengkorak dan tulang, adalah foto dari situs web stok foto Alamy yang diunggah pada tanggal 29 September 2015.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Capela dos Ossos adalah salah satu monumen paling terkenal di Évora, Portugal. Capela dos Ossos adalah kapel kecil yang terletak di sebelah pintu masuk Gereja St. Francis.”
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto ketiga di unggahan menyesatkan (kiri) dan stok foto Alamy (kanan):

Foto kelima di unggahan menyesatkan yang menunjukkan pilar yang dihiasi dengan tengkorak dan tulang, diunggah di artikel tertanggal 16 Oktober 2016 ini yang diterbitkan di blog bernama The Lady Travels. Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, judul artikel blog itu adalah: “Evora ... gereja ubin yang luar biasa [dibandingkan dengan] kapel tulang yang mengerikan”.
Keterangan foto itu berbunyi: “Pilar dari tulang? Itu pastinya tulang punggung (hawh-hawh!)”
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto kelima di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di blog (kanan):

--Foto keempat: Osuarium Hallstatt di Austria--
Foto keempat di unggahan menyesatkan yang memperlihatkan tengkorak berjejer di atas papan kayu sebelumnya telah diterbitkan di situs stok foto Shutterstock di sini.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Hallstatt, Austria - 22 Juni 2019 - Tengkorak di Rumah charnel di Hallstatt milik warga kota yang sudah meninggal, dihiasi dengan nama dan ornamen bunga.”
Rumah charnel atau osuarium yang disebutkan di atas merupakan milik Kapel St Michael di kota Hallstatt, Austria.
Jurnalis AFP yang bisa berbahasa Jerman membantu menerjemahkan deskripsi tentang osuarium Hallstatt di situs resmi paroki Katolik Hallstatt di sini.
Sebagian deskripsi itu berbunyi: “Osuarium Hallstatt berisi sekitar 1.200 tengkorak dari orang-orang yang meninggal yang dikuburkan di pemakaman di Hallstatt. Sekitar 700 tengkorak telah dicat.
“Praktek melukis tengkorak dimulai di sini sekitar tahun 1720, tetapi tengkorak-tengkorak itu telah disimpan di osuarium sebagai semacam pemakaman kedua sejak awal abad ke-17. Praktek menyimpan tengkorak di osuarium mungkin tidak terjadi – seperti yang telah diduga sejak lama – karena kurangnya lahan pemakaman, melainkan karena tradisi keluarga masing-masing. Biasanya kuburan tidak pernah digali dengan cara demikian.”
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto keempat di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di Shutterstock (kanan):

-- Foto keenam: Capela dos Ossos di Faro, Portugal--
Gambar keenam di unggahan menyesatkan yang menunjukkan langit-langit yang berhiaskan tengkorak, cocok dengan foto stok ini yang diunggah di situs web untuk berbagi foto Flickr, yang diambil pada tanggal 22 November 2019.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, keterangan foto itu berbunyi: “Igreja da Nossa Senhora do Carmo (Gereja Our Lady of Mount Carmel), Faro, Portugal.
“Capela dos Ossos (Kapel Tulang), sebuah kapel osuarium kecil yang terletak di taman gereja. Kapel itu dihiasi dengan tulang dan tengkorak dari sekitar 1.000 kerangka. Tulang-tulang itu digali dari kuburan di sekitarnya pada tahun 1816 yang juga milik para biarawan Karmel yang pernah melayani di gereja.”
Menurut buku “Lonely Planet: Best of Portugal” (Lonely Planet: Yang Terbaik dari Portugal) ini, Capela dos Ossos di Faro terletak di belakang Igreja de Nossa Senhora do Carmo yang selesai dibangun pada tahun 1719.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sebagian dari paragraf di buku itu berbunyi: “Diakses melalui belakang gereja, Capela dos Ossos abad ke-19 tersebut dibangun dari tulang dan tengkorak lebih dari 1.000 biarawan sebagai pengingat kefanaan duniawi.”
Atlas Obscura, majalah online berbasis di Amerika Serikat, juga mempublikasikan artikel ini tentang Capela dos Ossos di Fora, yang menyatakan tulang belulang itu adalah tulang 1.245 biarawan Carmelite yang dipindahkan ketika osuarium dibangun pada tahun 1816.
“Praktek memindahkan tulang dari makam ke dalam osuarium setelah beberapa waktu di tanah (biasanya tujuh sampai sepuluh tahun) adalah umum di antara penganut Katolik di Eropa sampai baru-baru ini,” kata laporan Atlas Obscura. “Ada beberapa kapel tulang lainnya di Portugal, yang paling terkenal ada di Evora.”
Berikut perbandingan tangkapan layar antara foto keenam di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di Flickr (kanan):

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami