Bukan, ini bukan foto lelaki Nigeria yang didiagnosa menderita penyakit cacar monyet di Singapura di bulan Mei 2019

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah foto yang menampilkan anak berkulit hitam yang dipenuhi bintil pada kulitnya dibagikan di berbagai postingan sosial media untuk memberi peringatan tentang seorang warga negara Nigeria yang didiagnosa menderita penyakit cacar monyet, kasus pertama penyakit tersebut di Singapura, di bulan Mei 2019. Gambar yang dipakai itu menyesatkan: foto tersebut sudah beredar di internet paling tidak sejak tahun 2010 dan menunjukkan seorang anak yang terkena penyakit cacar monyet di Kongo.

Foto ini diunggah ke Instagram pada tanggal 15 Mei 2019 oleh akun dengan pengikut lebih dari 117.000 dan telah di-like lebih dari 3,200 kali. Keterangan di foto tersebut berbunyi: “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, virus cacar monyet ditemukan menyerang orang di Singapura.”

Berikut tangkapan layar postingan tersebut: 

Tangkapan layar postingan Instagram yang menyesatkan

Paragraf terakhir status postingan Instagram itu berbunyi: “Sebelum tiba di Singapura, pria itu sempat menghadiri pernikahan di Nigeria dan bisa jadi dia memakan daging yang bisa menjadi sumber penularan virus. Daging yang dimaksud dapat berupa simpanse, gorila, rusa, burung atau tikus. Source: News24xx.com.” 

Postingan itu diunggah beberapa hari setelah Singapura melaporkan kasus cacar monyet pertama di negeri itu pada tanggal 9 Mei 2019. Ini adalah laporan AFP tanggal 10 Mei 2019 tentang kasus tersebut. 

Dalam keterangan pers tanggal 9 Mei 2019 ini, Kementerian Kesehatan Singapura mengkonfirmasi bahwa seorang warga negara Nigeria berumur 38 tahun telah dites positif menderita cacar monyet sehari sebelumnya, tanggal 8 Mei, setelah tiba di Singapura pada tanggal 28 April 2019. 

Foto yang sama dengan klaim yang mirip juga diunggah di postingan berbahasa Cina di Instagram ini, dan di postingan berbahasa Indonesia di Facebook ini dan ini

Foto itu juga dibagikan di Twitter di sini dan di sini dengan klaim yang mirip dengan postingan berbahasa Indonesia. 

Namun, foto di postingan-postingan yang menyesatkan itu tak ada kaitannya dengan Singapura ataupun Nigeria. Foto tersebut telah beredar di internet paling tidak sejak tahun 2010 di beberapa laporan tentang penyakit cacar monyet di Kongo. 

Dari pencarian reverse image ditemukan gambar ini di laporan Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), jurnal ilmiah Amerika Serikat, pada tanggal 14 September 2010. 

Diterjemahkan ke bahasa Indonesia, judul laporan itu berbunyi: “Peningkatan besar dalam kasus cacar monyet pada manusia 30 tahun setelah kampanye vaksinasi cacar berhenti di Republik Demokratik Kongo.” 

Berikut tangkapan layar foto yang dipakai di jurnal tersebut: 

Tangkapan layar laporan jurnal ilmiah PNAS

Keterangan foto tersebut berbunyi: “Representasi klinis tipikal cacar monyet pada seorang anak perempuan berusia 7 tahun di Distrik Sankuru, Republik Demokratik Kongo.” 

Versi foto yang sama, tanpa mengaburkan mata sang anak, bisa ditemukan di jurnal ilmiah di sini dan laporan media Amerika Serikat VOA di sini