
Kementerian Pertanian minta masyarakat waspada terhadap penipuan bermodus lowongan kerja 'Petani Milenial'
- Diterbitkan pada hari Rabu 26/02/2025 pukul 12:13
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Pendaftaran Petani Milenial 2024 Gaji Rp 10 Juta Dibuka," tulis keterangan postingan Facebook yang diunggah pada 10 Februari.
Gambar yang tampak pada poster itu menunjukkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Raffi Ahmad, yang didapuk sebagai utusan khusus oleh Presiden Prabowo Subianto (tautan arsip di sini dan di sini). Tampak juga logo resmi Kementerian Pertanian di sudut kiri atas poster.
"Program Petani Milenial 2024 yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) kembali dibuka!" tulis keterangan dalam postingan yang juga membagikan tautan yang diklaim sebagai portal online untuk mendaftar program. Laman pendaftaran itu kemudian meminta pengguna media sosial untuk menuliskan nama lengkap, lokasi dan nomor Telegram mereka.

Postingan serupa juga muncul di Facebook dan Instagram, setelah media melaporkan pada Oktober 2024 bahwa Amran mengatakan pemerintah ingin membuat kaum muda tertarik untuk bertani melalui program yang dapat menghasilkan gaji lebih tinggi dari rata-rata pendapatan hasil pertanian (tautan arsip).
Banyak pengguna media sosial yang tampak percaya bahwa postingan-postingan ini memang membagikan laman registrasi resmi untuk program Petani Milenial.
"Siap pak apa yang perlu kita siapkan," bunyi salah satu komentar.
"Saya minat, lokasi tepatnya di mana semoga kenyataan," tulis pengguna media sosial lainnya.
Namun, juru bicara Kementerian Pertanian Arief Cahyono menyampaikan kepada AFP pada 19 Februari bahwa postingan-postingan itu adalah "penipuan".
"Tidak ada kami menugaskan pihak tertentu untuk mengkoordinir [pendaftaran]," katanya.
Unggahan soal program ini di akun Instagram dan Facebook resmi Kementerian Pertanian pada 30 November menyebut bahwa mereka yang tertarik dapat mendaftar melalui "Dinas Pertanian maupun penyuluh pertanian setempat" (tautan arsip di sini dan di sini).
Arief juga menambahkan bahwa laman pendaftaran online saat ini sedang di"deaktivasi"
AFP sebelumnya telah menyanggah postingan penipuan sejenis yang mengatasnamakan institusi negara misalnya di sini dan di sini.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami