Video ini sebenarnya menunjukkan tiga peristiwa berbeda di Lebanon, Thailand dan Korea Selatan

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah rekaman video yang menunjukkan ledakan besar telah ditonton ratusan kali di Facebook dengan klaim yang menyatakan video tersebut memperlihatkan gudang senjata di Tiongkok meledak setelah banjir besar di bulan Juli 2021. Klaim itu salah. Video ini menunjukkan tiga peristiwa ledakan dan kebakaran berbeda di Lebanon, Thailand dan Korea Selatan. Sampai dengan tanggal 30 Juli 2021, tidak ada laporan mengenai ledakan gudang senjata Tiongkok setelah terjadinya banjir besar bulan ini. 

Rekaman video berdurasi satu menit dan 57 detik itu diunggah di sini di Facebook pada tanggal 25 Juli 2021.

Video itu telah ditonton lebih dari 400 kali sebelum akhirnya dihapus.  

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 28 Juli 2021

Sebagian status unggahan itu berbunyi: "Gudang senjata di China meledak dalam kebakaran pagi ini...

"Hari Sabtu tgl 19 Banjir Bandang skrg gudangsenjatanya musnah,,semoga Allah hancurkan semuanya..Aamiin." 

Teks dalam aksara Cina sepanjang tayangan video itu berbunyi: "Ledakan besar pabrik kimia Jepang di Thailand". 

Video yang sama juga dibagikan di sini dan di sini dengan klaim serupa. 

Video itu juga diunggah di sini, dengan klaim rekaman itu menunjukkan ledakan pabrik aluminium di Tiongkok.

Banjir besar yang melanda provinsi Henan, di Tiongkok bagian tengah, di bulan Juli 2021 menyebabkan sedikitnya 71 orang meninggal, termasuk 14 yang terjebak di kereta bawah tanah di kota Zhengzhou, AFP melaporkan di sini

Sebuah pabrik aluminium paduan di provinsi Henan, meledak pada tanggal 20 Juli 2020 setelah kemasukan air banjir, seperti dilaporkan di sini and di sini.

Akan tetapi, klaim itu salah. 

Gabungan pencarian gambar terbalik dan kata kunci menemukan video itu terdiri dari empat klip yang menunjukkan tiga peristiwa berbeda di Lebanon, Thailand dan Korea Selatan. 

Video pertama

Video pertama memperlihatkan adegan yang sama di video ini yang diunggah Berbere Television, televisi berbasis di Prancis, di Facebook pada tanggal 4 Agustus 2020, dengan judul: "Ledakan di Beirut".  

Diterjemahkan dari bahasa Prancis, keterangan video itu berbunyi: "Ledakan di Beirut - Ledakan yang besar mengguncang area pelabuhan ibu kota Lebanon, Beirut, sekitar pukul 5:10 p.m. (1:10 a.m. waktu setempat) pada hari Selasa, menyebabkan puluhan luka-luka, menurut keterangan petugas keamanan dan koresponden Agence France-Presse (AFP) di lapangan."

AFP juga meliput ledakan di Beirut di video ini di YouTube. 

Ledakan besar itu merenggut nyawa lebih dari 100 orang, melukai ribuan orang dan menyebabkan sekitar 300.000 orang kehilangan rumah, seperti dilansir AFP di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan pertama (kiri) dan video Berbere Television (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan pertama (kiri) dan video Berbere Television (kanan)

Video kedua

Video kedua adalah rekaman CCTV yang menunjukkan detik-detik meledaknya sebuah pabrik di provinsi Samut Prakan, Thailand, pada tanggal 5 Juli 2021 yang bisa dilihat di video ini, yang diunggah di situs web Newsflare, agensi lisensi video. 

Video itu berjudul: "Momen mengerikan pasangan yang sedang menonton TV lihat kamar MELEDAK dari ledakan pabrik di Thailand". 

Peristiwa ledakan pabrik tersebut menewaskan satu pemadam kebakaran dan melukai sedikitnya 33 orang, AFP melaporkan di sini

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan kedua (kiri) dan video Newsflare (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan kedua (kiri) dan video Newsflare (kanan)

Video ketiga

Video menyesatkan ketiga memperlihatkan adegan sama seperti yang terlihat di video YouTube ini tertanggal 6 Juli 2021. 

Diterjemahkan dari bahasa Thai ke bahasa Indonesia, judul video itu adalah: "Ledakan pabrik kimia Ming Dih". 

Teks bahasa Thai yang ditempel di video berbunyi: "Kebakaran di pabrik kimia Ming Dih, Samut Prakan".

Pabrik kimia Ming Dih, yang dimiliki perusahaan Taiwan dan terletak di provinsi Samut Karan, hancur karena ledakan yang terjadi pada tanggal 5 Juli 2021, harian Bangkok Post melaporkan di sini.

Surat kabar Thai Rath juga menerbitkan laporan mengenai peristiwa ledakan tersebut di sini, dengan sebuah foto yang memperlihatkan adegan yang sama di video ketiga. 

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan ketiga (kiri) dan video asli di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan ketiga (kiri) dan video asli di YouTube (kanan)

Video keempat

Video keempat menunjukkan adegan sama di video ini, yang diunggah di YouTube pada tanggal 3 Juli 2021.

Judul video berbahasa Korea itu diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai: "Kebakaran besar terjadi di Industri Kimia Kumho di Kompleks Industri Sihwa."  

Paragraf pertama keterangan postingan YouTube itu berbunyi: "Sekitar pukul 21:57 pada tanggal 2, kebakaran besar terjadi di pabrik Industri Kimia Kumho, yang memproduksi poliuretan, di Kompleks Industri Sihwa, dan api tidak sepenuhnya padam sampai sekitar empat jam kemudian pada pukul 02:00 pada tanggal 3."

Video itu juga muncul di laporan surat kabar Korsel, Chosun Ilbo tertanggal 3 Juli 2021 ini tentang ledakan pabrik kimia di Kompleks Industri Sihwa di provinsi Gyeonggi itu. 

YTN, saluran berita Korsel, juga menyiarkan kebakaran itu di sini.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan keempat (kiri) dan video asli di YouTube (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara video menyesatkan keempat (kiri) dan video asli di YouTube (kanan)

Sampai dengan tanggal 30 Juli 2021, tidak ada laporan mengenai gudang senjata di Tiongkok yang meledak selepas banjir besar.