Seekor paus biru mengembuskan nafas melalui lubang semburnya di Samudra Pasifik dekat pesisir Long Beach, California. ( AFP / Robyn Beck)

Air laut asin bukan 'karena sperma paus biru'

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Selama beberapa tahun terakhir, setidaknya sejak tahun 2009, sejumlah unggahan media sosial menyebarkan klaim bahwa air laut terasa asin karena sperma dari ejakulasi paus biru. Klaim tersebut salah. Penyebab utama asinnya air laut adalah ion mineral yang telah larut dalam air hujan. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sebab lainnya adalah semburan hidrotermal di dasar laut dan letusan gunung berapi bawah laut.

Klaim tersebut muncul di unggahan Instagram tanggal 22 Juli 2021 ini.

Unggahan itu telah disukai lebih dari 11 ,000 kali. 

Teks yang ditempelkan di unggahan itu berbunyi, "Paus biru mengeluarkan 40 galon sperma saat ej*kulasi, dan hanya 5%-10% yang berhasil masuk ke dalam momon paus betina, jadi sekarang kalian tau mengapa laut asin..."

Ada dua foto di unggahan tersebut. Foto di sebelah kiri sesuai dengan foto penis paus kelabu dari Alamy ini.

Foto di kanan adalah gambar yang populer dikenal sebagai "foto sang ahli bedah". Foto tersebut pernah diklaim sebagai bukti adanya monster Loch Ness, namun belakangan telah dibongkar sebagai sebuah hoaks, menurut Encyclopedia Britannica.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 7 September 2021

Klaim yang sama diunggah pula ke Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini pada tahun 2021; serta di sini, di sini, di sini, di sini dan di sini dalam berbagai unggahan sejak tahun 2009.

Akan tetapi, klaim tersebut salah. 

Mengapa air laut asin

Ion-ion mineral yang tercampur dalam air hujan setelah jatuh ke tanah adalah penyebab utama mengapa air laut terasa asin.

Ion-ion tersebut "terbawa hingga ke aliran-aliran dan sungai-sungai, yang ujungnya bermuara di lautan", demikian penjelasan sebuah laman di situs web US National Ocean Service. "Banyak dari ion-ion yang larut itu digunakan oleh berbagai organisme laut dan akhirnya terpisahkan dari air. Sisanya tidak terpisah, sehingga konsentrasinya meningkat dari waktu ke waktu."

US Geological Survey (USGS) menyebutkan sumber lain dari asinnya air laut adalah semburan hidrotermal di dasar laut dan letusan gunung berapi bawah laut.

Tak ada sumber kredibel yang menyebutkan bahwa "sperma paus biru" berkontribusi terhadap asinnya air laut.

"Pernyataan soal apa yang menyebabkan air laut asin adalah mutlak omong kosong. Sepertinya ini adalah sebuah fantasi tak berdasar," kata Richard Sears, presiden Mingan Island Cetacean Study, lembaga riset di Kanada yang berfokus pada penelitian mamalia laut.

Paus biru

Pakar mengatakan tak jelas berapa banyak sperma yang biasanya dikeluarkan paus biru setiap kali hewan itu berejakulasi.

Dr Vanessa Pirotta, ilmuwan margasatwa pada Departemen Ilmu Biologi di Universitas Macquarie, di Australia, berkata bahwa angka "40 galon" yang diklaim oleh postingan menyesatkan "belum terbukti secara ilmiah".

"Memang paus biru itu adalah mamalia berukuran besar, jadi orang mungkin berasumsi bahwa potensi produksi spermanya juga besar," ujarnya.

Dr Putu Liza Mustika, ahli ikan paus di Universitas James Cook, di Australia, berkata kepada AFP: "Untuk mengambil sampel [sperma] saja sudah susah. Ini binatang yang hidup di lautan. Semua hal tentang paus biru, baik yang jantan maupun yang betina, secara esensial berdasarkan pada perkiraan."