
Peretas remaja asal Tiongkok tidak menyebabkan pemadaman Facebook
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 12/10/2021 pukul 05:40
- Diperbarui pada hari 13/10/2021 pukul 07:43
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: AFP Singapura, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Postingan Facebook ini, yang diunggah pada tanggal 6 Oktober 2021, membagikan sebuah tangkapan layar postingan laman Facebook Minion Divers Hurghada.
Tangkapan layar itu menampilkan foto seorang anak laki-laki berkacamata.
"Anak kecil ini yang membuat kita Galau Kemarin ....," demikian bunyi status postingan itu.
Keterangan Facebook itu kemudian menerjemahkan status bahasa Inggris yang tertulis di tangkapan layar: "Minion Divers Hurghada Peretas Cina yang mengganggu Facebook, WhatsApp, dan Instagram di seluruh dunia. Bocah 13 tahun, Sun Jisu, yang meretas tiga situs dan juga menyebabkan karyawan Facebook dilarang memasuki markas besar lembaga global setelah menonaktifkan portal elektronik dan menyebabkan kerugian ekonomi yang diperkirakan mencapai miliaran dolar di seluruh dunia....."

Facebook tumbang selama lebih dari enam jam pada tanggal 4 Oktober 2021 di pemadaman global yang juga melanda platform lain, yaitu Instagram dan WhatsApp.
Klaim itu juga dibagikan di unggahan Facebook lainnya di sini, di sini, di sini dan di sini.
Klaim serupa juga beredar dalam berbagai bahasa seperti bahasa Inggris, bahasa Malaysia, bahasa Arab, bahasa Amharic, bahasa Prancis, bahasa Spanyol dan bahasa Hausa.
Klaim itu juga muncul di Twitter di sini dan di sini.
Beberapa dari unggahan tersebut mengklaim berita peretasan hacker remaja Tiongkok itu dilaporkan oleh kantor berita Reuters.
Akan tetapi, klaim itu salah.
Penjelasan Facebook
Pencarian kata kunci tidak menemukan adanya laporan oleh Reuters maupun media arus utama lainnya terkait gangguan global Facebook yang disebabkan oleh peretas dari Tiongkok.
Dalam pernyataan tertulis tertanggal 4 Oktober 2021, Facebook mengatakan bahwa "tidak ada aktivitas jahat di balik pemadaman ini — akar masalahnya adalah perubahan konfigurasi yang salah di pihak kami."
Di pernyataan tertulis terpisah tertanggal 5 Oktober 2021, perusahaan media sosial raksasa itu mengatakan pemadaman tersebut "tidak disebabkan oleh aktivitas jahat, tetapi kesalahan yang kami buat sendiri".
Peretas dari Tiongkok
Pencarian gambar terbalik menemukan foto anak laki-laki yang diklaim sebagai peretas tiga media sosial itu diterbitkan di sini di laporan ECNS, portal berbahasa Inggris dari Chinese News Service, kantor berita yang dikelola pemerintah Tiongkok, pada tanggal 28 September 2014.

Keterangan foto di laporan itu berbunyi: "Wang Zhengyang, peretas termuda di Tiongkok, menghadiri dan berbicara di Konferensi Keamanan Internet Tiongkok 2014 di Beijing pada tanggal 24 September 2014."
Sementara itu, dua paragraf pertama laporannya berbunyi: "Anak laki-laki berusia dua belas tahun, Wang Zhengyang, telah menjadi sensasi di Konferensi Keamanan Internet Tiongkok di Beijing, sebagai peretas termuda di negara itu.
"Dia memulai perjalanannya dengan meretas sistem sekolahnya untuk menghindari menghabiskan waktu mengerjakan pekerjaan rumah."
Foto-foto Wang, yang saat itu pelajar tahun pertama di Sekolah Menengah Universitas Tsinghua, berbicara di Konferensi Keamanan Internet Tiongkok di Beijing pada bulan September 2014, juga diterbitkan oleh media Tiongkok lainnya di sini dan di sini.
Berikut perbandingan tangkapan layar foto di unggahan menyesatkan (kiri) dan foto di artikel ECNS (kanan):

Logo pada mikrofon di foto tersebut cocok dengan logo Konferensi Keamanan Internet Tiongkok yang berlangsung dari tanggal 24 hingga 25 September 2014.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami