Video dibagikan dalam postingan salah tentang pisang yang 'dipenuhi cacing Helicobacter'

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.
    

Sebuah video yang beredar di unggahan media sosial di berbagai negara memperingatkan bahwa video itu menunjukkan "cacing Helicobacter" dalam pisang yang diimpor dari Somalia. Klaim itu salah. Para ahli mengatakan kepada AFP bahwa video itu tidak memperlihatkan cacing di dalam pisang. Pihak berwenang di beberapa negara telah menghimbau masyarakat untuk mengabaikan peringatan tersebut.

Video itu dibagikan di sini di unggahan Facebook tertanggal 18 November dan telah ditonton lebih dari 360 kali. 

Status unggahannya berbunyi: "Waspada beli pisang import dari somalia."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 23 November 2021

Sebagian teks yang ditempel di video itu berbunyi: "AWWAAASS...!! INI PISANG IMPORT dari SOMALIA MENYIMPAN RACUN HELICOBACTER BENTUK CACING.

"TELITI BELI PISANG di PASAR MANA PUN ; TANDAI CIRI PISANG dari NEGERI SOMALIA INI. KUPAS KULIT -- LIAT ISI DAGING PISANG SEBELUM DIMAKAN, Yaaa. HINDARI SAKIT & KEMATIAN, AKIBAT TELAH MENELAN RACUN PISANG INI."

Video itu juga menampilkan teks dalam bahasa Prancis, yang berarti: "Lihat baik-baik sebelum makan."

Video dengan klaim serupa telah ditonton lebih dari 1.600 kali di Facebook di sini, di sini dan di sini; di Twitter di sini; dan di YouTube di sini dan di sini.

Rekaman video itu juga dibagikan di media sosial dengan klaim dalam beberapa bahasa, termasuk bahasa Malaysia, bahasa Arab, bahasa Cina, bahasa Hindi, bahasa Prancis dan bahasa Spanyol

Akan tetapi, klaim itu salah.

'Bukan cacing'

AFP tidak dapat memverifikasi secara independen asal video tersebut, tetapi para ahli mengatakan makhluk dalam video itu bukan "cacing Helicobacter".

"Ini bukan cacing atau parasit. Helicobacter adalah bakteri," kata Sixto Raul Costamagna, dokter spesialis parasitologi dari Argentina, kepada AFP.

Dia mengatakan infeksi Helicobacter dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti tukak lambung.

Ignacio Silva, dokter spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Barros Luco dan Universitas Santiago di Chili, mengatakan bakteri tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat di bawah mikroskop.

Infeksi Helicobacter memengaruhi sekitar dua pertiga populasi dunia, terutama di negara berkembang, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS.

Fabricio Loyola, pakar agronomi dari Ekuador dan anggota College of Agricultural Engineers di Pichincha, mengatakan makhluk yang muncul dari pisang dalam video itu adalah "serat" yang menunjukkan bahwa pisang tersebut memiliki masalah pematangan.

"Ketika pisang 'dimatangkan secara paksa' [proses pematangannya dipercepat atau dikarbit], bagian putih yang dapat dimakan dari buah tersebut tidak mencapai kadar gula yang tepat dan berubah menjadi jaringan berserat," katanya kepada AFP.

Dia mengatakan "larva raksasa" seperti yang terlihat dalam video itu tidak realistis.

Pihak berwenang di berbagai negara, termasuk Malaysia, Afrika Selatan, Moroko dan Uni Emirat Arab, telah menghimbau masyarakat untuk mengabaikan peringatan tentang pisang yang dipenuhi helicobacter yang diimpor dari Somalia.

Pisang dari Somalia

Menurut laporan Analisis Pemasaran Pisang 2019, yang diterbitkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dari PBB, negara Ekuador, Filipina, Kosta Rika dan Kolombia adalah pengekspor pisang terbesar di dunia.

Di Afrika, eksportir pisang terbesar adalah Pantai Gading dan Kamerun dan produknya ditujukan untuk pasaran Eropa.

Laporan itu tidak menyebutkan Somalia. 

Somalia adalah pengekspor pisang regional utama sampai pecahnya perang saudara pada tahun 1991.

Negara Afrika Timur itu kembali mengekspor pisang di tahun 2019 ke Arab Saudi dan pada tahun 2020 ke Turki, sekaligus melakukan uji coba ekspor ke Qatar dan Oman di tahun yang sama.