Foto ini beredar dalam laporan tentang anak kecil yang dituduh membunuh adik tirinya di AS

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah foto telah dibagikan dalam berbagai postingan Facebook yang mengklaim bahwa foto itu menunjukkan seorang anak laki-laki berumur 15 tahun yang dituduh mencuri makanan dari sebuah toko di Amerika Serikat. Akan tetapi, klaim tersebut salah. Foto itu sebelumnya muncul dalam laporan yang diterbitkan pada tahun 2012 tentang seorang anak berusia 12 tahun yang dituduh membunuh adik tirinya di AS. 

Foto seorang anak lelaki di ruang pengadilan diunggah pada tanggal 11 November 2021 di sini di Facebook, di mana foto itu telah dibagikan 20 kali.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 28 November 2021

Status postingan tersebut mengisahkan percakapan antara seorang hakim Amerika Serikat dan seorang anak berusia 15 tahun yang dituduh mencuri roti dan keju dari sebuah toko untuk ibunya yang sakit dan tidak bekerja.

Sebagian keterangan dari postingan itu berbunyi: "Setelah percakapan dengan anak itu berakhir, Hakim mengumumkan putusan:

"_*'Mencuri terutama mencuri roti adalah kejahatan yang sangat memalukan ... Dan di sini kita semua bertanggung jawab atas kejahatan ini.'*_

"_*'Semua orang di ruang sidang hari ini, termasuk saya, bertanggung jawab atas kejahatan ini."'*_

"_*'Dengan ini semua orang di sini akan didenda $10 ... Tidak ada yang akan keluar dari sini tanpa memberikan $10.'*_

"Hakim mengeluarkan uang $10 dari sakunya ... Mengambil pena dan mulai menulis:

"_*'Juga, saya memberlakukan denda $10.000 kepada Pemilik Toko karena menyerahkan anak yang kelaparan ke Polisi. Jika denda tidak dibayar dalam satu jam, Toko akan tetap ditutup."*_

"Semua orang di ruang sidang tersebut meminta maaf kepada anak itu dan membayar denda $10."

Foto itu telah dibagikan lebih dari 50 kali setelah juga diunggah dengan klaim serupa di Facebook di sini, di sini, di sini dan di sini.

Foto tersebut juga muncul dengan klaim serupa dalam bahasa Inggris, bahasa Burma, bahasa Prancis dan bahasa Polandia

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan foto  tersebut sebelumnya diterbitkan di sini, dalam laporan The Florida Times-Union, surat kabar di kota Jacksonville, pada tanggal 3 Januari 2012.

Judul laporan itu adalah: "Sekilas pandang pembunuhan kekerasan dalam rumah tangga di Jacksonville di tahun 2011."

Sub judul laporan itu menjelaskan bahwa pada tahun tersebut, 15 persen dari 86 kasus pembunuhan di Jacksonville, di negara bagian Florida, AS, berkaitan dengan kekerasan yang terjadi antara anggota keluarga atau orang dalam hubungan asmara. 

Berikut tampilan foto dalam laporan The Florida Times-Union:

Foto dalam laporan The Florida Times-Union

Keterangan foto itu berbunyi: "Pada tanggal 2 Juni, pihak berwenang menetapkan Cristian Juan Fernandez, 12, sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan tingkat pertama, termuda dalam sejarah Jacksonville. Penetapan tersebut berkaitan dengan sangkaan penganiayaan berakibat kematian yang dilakukannya terhadap David Galarraga, adik tirinya yang berusia 2 tahun.

"Galarraga meninggal pada bulan Maret karena tengkorak retak, pendarahan di otak dan memar di mata kiri dan hidungnya. Keluarga mengatakan dia mengalami kecelakaan saat bermain di jungle gym.

"Pada bulan April, ibu Cristian, Biannela Marie Susana, 25, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pembunuhan berat tidak berencana karena kealpaan. Surat perintah penangkapannya mengatakan dia pulang ke rumah dan menemukan Galarraga tidak responsif, tetapi tidak menelepon 911."

Berikut merupakan perbandingan tangkapan layar antara foto dalam unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dalam laporan The Florida Times-Union (kanan):

Perbandingan tangkapan layar antara foto dalam unggahan menyesatkan (kiri) dan foto dalam laporan The Florida Times-Union (kanan)

Harian yang sama sebelumnya melaporkan pada tanggal 2 Juni 2011 bahwa Fernandez yang berusia 12 tahun tak hanya menghadapi dakwaan sebagai orang dewasa, tapi juga menjadi orang termuda dalam sejarah kota Jacksonville yang  didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama. 

Foto lain Fernandez saat persidangan diterbitkan oleh kantor berita The Associated Press pada bulan September 2012 dan pada bulan Februari 2013

Seperti dilansir The Florida Times-Union dan media lokal Action News Jax pada bulan Januari 2018, Fernandez direncanakan akan dibebaskan dengan masa percobaan pada bulan itu,  setelah ia memasuki usia 19 tahun. Dia menjalani hukuman penjara tujuh tahun di lapas remaja setelah mengaku bersalah atas penghilangan nyawa dan penganiayaan berat, menurut laporan itu.

AFP Periksa Fakta sebelumnya pernah membongkar klaim serupa tentang hakim Indonesia yang memerintahkan hadirin persidangan untuk membayar denda seorang nenek yang dituduh mencuri singkong karena kelaparan.