Ini adalah video semburan lava dari gunung berapi di Hawaii, bukan Gunung Semeru

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.
 

Sebuah rekaman video telah ditonton jutaan kali di berbagai unggahan media sosial yang mengklaim video itu menunjukkan aliran lava dari Gunung Semeru yang meletus di bulan Desember 2021. Klaim itu salah: video itu sebenarnya menunjukkan aliran lava dari gunung berapi Kilauea di Hawaii, menurut para ilmuwan. Video itu sepadan dengan klip serupa dari letusan Kilauea dari tahun 2017. 

Rekaman video berdurasi 18 detik itu diunggah di Facebook di sini pada tanggal 5 Desember 2021 dan telah ditonton 1.600 kali.

Status unggahan itu berbunyi: “Merinding…Lava (katanya Semeru) terekam drone…”.

 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan

Gunung Semeru di Provinsi Jawa Timur mulai meletus pada tanggal 4 Desember 2021.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan kepada AFP pada tanggal 7 December 2021 bahwa jumlah korban jiwa dari letusan Semeru telah mencapai 34 orang, 17 orang hilang dan hampir 3.700 warga telah mengungsi.

Video itu telah ditonton lebih dari 15 juta kali setelah dibagikan dengan klaim serupa di Facebook di sini dan di sini, di Twitter di sini dan di sini, serta di TikTok di sini

Namun, klaim itu salah.

Gabungan pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google menemukan video serupa diunggah pada tanggal 28 Januari 2017 di sini oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), badan ilmiah pemerintah AS. 

Keterangan di awal video menjelaskan bahwa rekaman itu menunjukkan Gunung Kilauea yang diambil oleh Observatorium Gunung Berapi Hawaii (HVO), bagian dari USGS.

Berikut perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video USGS (kanan): 

Perbandingan tangkapan layar antara video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video USGS (kanan)

Gunung Kilauea di Hawaii, yang meletus puluhan kali sejak tahun 1950-an, adalah salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia.

Video serupa yang menunjukkan aliran lava dari Kilauea diunggah di YouTube oleh kantor berita Associated Press (AP) di sini pada tanggal 2 Februari 2017.

Kredit video itu diberikan kepada pemilik Lava Ocean Tours, perusahaan wisata di Hawaii.

Aliran lava itu, dijuluki "aliran firehose" oleh USGS, menyembur dari tabung lava di pintu masuk laut Kamokuna, di bagian tenggara Pulau Besar di Hawaii, seperti dilansir AP pada hari yang sama.  

Tabung itu terbentuk setelah delta lava seluas 10.5 hektar, yang runtuh ke laut pada pada tanggal 31 Desember 2016.

Lava Ocean Tours dan sebuah perusahaan wisata di Hawaii lainnya, Kalapana Cultural Tours, mengunggah berbagai video aliran lava Kilauea yang serupa pada awal tahun 2017, misalnya di sini, di sini, di sini dan di sini

Dr. Ken Hon, ahli geologi dan ilmuwan penanggung jawab di HVO, mengkonfirmasi kepada AFP bahwa gunung berapi di unggahan menyesatkan adalah Kilauea, bukan Gunung Semeru.

“Yang bisa saya katakan dengan pasti adalah gunung berapi itu bukan Gunung Semeru, tapi pasti Kilauea,” ujarnya.

Tim USGS juga membagikan gambar serupa aliran lava firehose dari arsip mereka di sini.

“Aliran firehose sesekali aktif pada tahun 2017, tetapi tidak sejak itu. Aliran lava dari Kilauea tak lagi masuk ke laut sejak tahun 2018,” kata tim USGS kepada AFP.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Andiani juga membantah klaim yang mengatakan video itu menunjukkan Gunung Semeru.

Rekaman video letusan Gunung Semeru ini diterbitkan oleh AFP pada tanggal 7 Desember 2021. 

AFP tidak menemukan laporan kredibel dari letusan Gunung Semeru yang menampilkan aliran lava seperti yang terlihat di unggahan menyesatkan.