Pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh, pada tanggal 13 Juli 2021. ( AFP / Chaideer Mahyuddin)

Garuda Indonesia bantah klaim diakuisisi oleh China Airlines

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Berbagai unggahan media sosial membagikan tangkapan layar sebuah laporan yang mengklaim bahwa Garuda Indonesia telah diakuisisi oleh China Airlines, maskapai dari Taiwan. Klaim itu menyesatkan. Seorang pejabat eksekutif Garuda Indonesia mengatakan bahwa tidak ada pembicaraan mereka diakuisisi oleh perusahaan lain atau pihak ketiga. Garuda Indonesia memiliki perjanjian kode bersama (code share) dengan China Airlines.

Salah satu unggahan Facebook muncul pada tanggal 18 Desember 2021 di sini, dengan status yang berbunyi: "Sedih banget ya kebanggan maskapai GARUDA INDONESIA beralih nama ..."

Postingan Facebook itu membagikan tangkapan layar dari postingan blog ini, dengan judul: "Maskapai Garuda Indonesia Diakuisi China Airlines?"

Tangkapan layar postingan blog yang diterbitkan pada tanggal 17 Desember 2021 itu juga mengikutsertakan dua foto, satu pesawat China Airlines, maskapai Taiwan, dan yang lainnya pesawat Garuda Indonesia.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 6 Januari 2022

Paragraf pertama postingan blog tersebut berbunyi: "Dalam penerbangan Garuda GA 215 dari Yogyakarta International Airport/YIA (Airport baru Kulon Progo) ke Cengkareng. Sebelum berangkat dari ruang kopilot mengucapkan selamat datang dalam penerbangan GA 215. Dan yang mengejutkan, dalam narasinya disampaikan bahwa Garuda Indonesia bekerjasama dengan China Airlines."

Klaim serupa juga muncul di postingan blog lain, seperti di sini, di sini dan di sini; serta di Facebook di sini dan sini.

Namun, klaim tersebut menyesatkan.

Mitra Pirianti, VP corporate secretary Garuda Indonesia, mengatakan kepada AFP bahwa "rumor" tentang akuisisi oleh China Airlines adalah "tidak benar". 

"Garuda Indonesia mengetahui laporan media berita yang menyatakan bahwa kami diakuisisi oleh China Airlines," katanya pada tanggal 6 Januari 2022. "Saat ini kami tidak sedang dalam diskusi soal akuisisi dengan perusahaan lain atau pihak ketiga mana pun."

Penerbangan kode bersama

Garuda Indonesia GA 215, dengan rute Yogyakarta-Indonesia, adalah penerbangan kode bersama (code share) dengan China Airlines CI 9675.

Kode bersama, menurut laman ini di situs Departemen Transportasi Amerika Serikat, adalah "sebuah perjanjian pemasaran dimana sebuah maskapai penerbangan menempatkan kode penunjuknya dalam sebuah penerbangan yang dioperasikan oleh maskapai lain, dan juga menjual tiket untuk penerbangan tersebut."

AFP memasukkan nomor penerbangan "GA 215" dalam situs pemantauan penerbangan flightstats.com,  situs web pelacak penerbangan. Hasilnya tertulis bahwa penerbangan Garuda itu juga dipasarkan sebagai China Airlines  CI 9675.

Berikut tangkapan layar penerbangan GA 215 di flightstats.com, dengan detail kode bersama dilingkari merah oleh AFP:

Tangkapan layar hasil dari flightstats.com, diambil pada tanggal 10 Januari 2022

Dalam situs web China Airlines, terlihat Garuda Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan kode bersama mereka.

Mitra juga mengonfirmasi kepada AFP lewat pesan WhatsApp bahwa Garuda Indonesia GA 215 adalah penerbangan kode bersama dengan China Airlines.

"GA 215 juga merupakan penerbangan kode bersama dengan China Airlines yang memberikan penumpang keuntungan konektivitas yang mulus dan nyaman dari Yogyakarta-Jakarta ke Taipei dan sebaliknya," tulisnya. 

AFP sebelumnya membongkar klaim bahwa China Airlines beroperasi di jalur domestik Indonesia.