Tidak, foto ini tidak menunjukkan Sandiaga Uno membesuk Romahurmuziy di penjara

Hak cipta AFP 2017-2021. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah foto menampilkan calon wakil presiden (cawapres) Indonesia Sandiaga Uno sedang mengunjungi tersangka suap dan mantan ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy di bui. Foto itu telah dibagikan ribuan kali di Facebook. AFP menemukan bahwa gambar tersebut adalah hasil manipulasi yang menggabungkan foto lama kedua politisi. 

Foto tersebut disebar lewat beberapa unggahan di Facebook -- salah satunya unggahan tanggal 22 Maret 2019 ini yang telah disebar lebih dari 4.400 kali. Di postingan tersebut, Sandi -- nama panggilan cawapres Prabowo Subianto di pemilihan presiden (Pilpres) tanggal 17 April -- sedang mengambil swafoto dengan seorang tahanan yang wajahnya mirip Romahurmuziy, yang akrab dipanggil Rommy.

Berita AFP termutakhir tentang Pilpres 2019 -- yang mempertemukan kembali Prabowo dengan petahana Joko "Jokowi" Widodo --- bisa dibaca di sini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Rommy, salah satu pendukung politik utama Jokowi, pada tanggal 14 Maret. Laporan AFP terkait penahanan itu bisa dibaca di sini. Laporan The Jakarta Post tentang status Rommy sebagai tersangka bisa dilihat di sini

Berikut adalah cuplikan gambar tersebut di unggahan Facebook:

Cuplikan gambar dari unggahan di Facebook dengan foto palsu

"Jokowi-Maruf" dalam unggahan di atas merujuk kepada Jokowi dan cawapresnya Ma'ruf Amin. Unggahan itu menyebut Sandi sebagai "capres" -- walau semestinya cawapres.

Penelusuran AFP menemukan, foto itu adalah hasil manipulasi dan tidak menunjukkan Sandi membesuk Rommy di penjara. Foto rekaan itu menggabungkan beberapa gambar tidak terkait satu sama lain yang sebelumnya telah beredar di tahun 2017.

Dari hasil pencarian di Yandex, foto buatan itu mengambil wajah Sandi dari gambar yang terbit di artikel situs tigapilarnews.com ini. Kami lantas menggunakan kata bantu "Sandiaga selfie" di Google Images untuk sumber foto yang lebih kredibel. Hasilnya, foto itu diambil dari artikel bertanggal 14 Maret 2017 ini dari situs berita Tribunnews.com.

Gambar di bawah ini menunjukkan perbandingan foto palsu di Facebook (kiri) dengan foto asli Tribunnews.com (kanan):

Perbandingan antara foto palsu di Facebook (kiri) dan foto asli Tribunnews.com (kanan)

Artikel Tribunnews.com yang memasang foto asli Sandi itu bertajuk: "Sandiaga Uno: Selfie Penting untuk Kampanye". Foto itu sendiri diambil tatkala Sandi sedang bertarung di pemilihan gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta 2017 sebagai calon wakil gubernur. 

Keterangan foto itu adalah: "Sandiaga Uno mengajak sambil mencontohkan cara swafoto yabg (sic) benar kepada anggota komunitas Jasmed di Jalan Bangka Buntu II, Pela Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017)."

Sandi terlihat jelas sedang memegang ponsel dalam posisi yang sama di foto asli dan rekaan. Ekspresi wajahnya juga serupa. Tempelan di bagian belakang ponsel yang Sandi pegang juga sama di kedua foto. 

Tapi, foto palsu menambahkan "bayangan" lengan Sandi di bagian kiri.

Untuk mencari foto asli Rommy, kami menggunakan cuplikan gambar wajahnya di foto palsu di mesin pencari Yandex. Hasilnya, muka Rommy di foto rekaan ternyata diambil dari berita Kompas.com pada tanggal 7 Maret 2017 ini. Judul berita itu: "Soal Pilkada DKI, PPP Minta Masukan Senior Partai". 

Foto itu diambil saat Rommy menjabat ketua PPP.

Berikut perbandingan antara foto palsu di Facebook dengan cuplikan gambar dari berita Kompas.com:

Perbandingan antara foto palsu di Facebook (kiri) dengan foto asli Kompas.com (kanan)

Raut wajah Rommy sama di kedua foto. Foto palsu kelihatannya menempelkan wajah Rommy pada tubuh seseorang berkaus putih mendekam di balik terali bui. 

Keterangan foto asli di Kompas.com berbunyi: "Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan(PPP) Romahurmuziy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2017)."

Pada tanggal 9 Agustus 2018, Prabowo mengumumkan dirinya maju bersama Sandi di Pilpres 2019. Di hari yang sama, sang cawapres, Sandi, mundur dari jabatannya sebagai wakil gubernur Jakarta. Berita The Jakarta Post ini melaporkan pengumuman pencalonan dan keputusan Sandi mundur dari jabatan tertinggi kedua di ibukota Indonesia.

Hasil penelusuran di atas sama dengan apa yang ditemukan oleh tim Cek Fakta dari situs berita Indonesia Liputan6.com. Artikelnya bisa dilihat di sini.