Video ini menunjukkan Menteri Susi Pudjiastuti berpidato di hadapan para nelayan di tahun 2018

Hak cipta AFP 2017-2020. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video yang menunjukkan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berorasi telah ditonton hampir 1,5 juta kali setelah beredar di berbagai unggahan Facebook dan YouTube dengan klaim video itu menunjukkan Susi memimpin demo buruh dan mahasiswa di bulan Oktober 2020. Klaim itu salah. Rekaman itu sebenarnya menunjukkan Susi sedang berpidato di hadapan para nelayan soal penggunaan cantrang pada tahun 2018, saat ia menjabat menteri KKP. Orasi Susi di postingan yang menyesatkan telah diedit.

Video itu bisa dilihat di unggahan YouTube tanggal 17 Oktober 2020 ini, di mana rekaman sepanjang 10:27 menit itu telah ditonton melebihi 645.000 kali. 

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil tanggal 21 Oktober 2020

Unggahan itu berjudul “BERITA TERKINI~ MANTAAP! SUSI PUDJIASTUTI SIAP PIMPIN ORASI BURUH DAN MAHASISWA |VIRAL HARI INI NEWS”. 

Sementara itu, thumbnail video itu disertai dengan kalimat: “DE.MO LAGI HARI INI..! IBU SUSI PUDJIASTUTI PIMPIN ORASI BURUH DAN MAHASISWA. AYO PERJUANGKAN HAK KITA YANG DI REBUT OLEH PIHAK ASING.” 

Susi Pudjiastuti, yang menjabat menteri KKP di kabinet pertama Presiden Joko Widodo dari tahun 2014 sampai 2019, adalah salah satu menteri paling populer kabinet tersebut. 

Buruh dan mahasiswa berkali-kali turun ke jalan untuk memprotes UU Cipta Kerja yang disahkan pada tanggal 5 Oktober 2020, yang dianggap berdampak buruk pada lingkungan hidup dan hak-hak pekerja. Laporan tentang aksi unjuk rasa itu bisa dibaca di laporan AFP ini dan Kompas ini.

Video itu telah ditonton lebih dari 820.000 kali setelah diunggah dengan klaim serupa di Youtube di sini dan sini, serta di Facebook di sini, sini, sini, dan sini.

Klaim itu salah.

Pencarian AFP menemukan video pidato Susi itu sebelumnya diunggah di sini di kanal YouTube situs berita Kumparan pada tanggal 18 Januari 2018, dengan judul “Orasi Susi Pudjiastuti di Depan Nelayan”. Teks yang terlihat di bagian awal video memperlihatkan rekaman itu bersumber dari Biro Pers Sekretariat Presiden.

Berikut perbandingan antara tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video Kumparan (kanan).

Perbandingan antara tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video Kumparan (kanan)

Setelah membandingkan audio di kedua video, AFP juga menemukan bahwa suara pidato Susi di video menyesatkan telah diedit.

Di video menyesatkan, suara Susi bisa didengarkan di detik 0:27-0:47, disertai potongan rekaman demonstran yang membawa spanduk anti UU Cipta Kerja.

Susi: Bapak dan ibu semua yang hadir hari ini, saya ingin Anda-Anda menguasai Indonesia
Massa: Setujuuu!

Susi: Bukan asing!
Massa: Setujuuu!

Susi: Asing diapain? Bom? Tenggelamkan? Hidup nelayan Indonesia! 

Sementara itu, video Kumparan menunjukkan Susi berorasi tanpa dipotong rekaman lain. Di detik ke-10 video, dia menyapa kerumunan: “Bapak dan ibu semua yang hadir hari ini, keputusan tadi tolong dihormati.”

Dialog antara Susi dan massa berawal di menit 1:57. 

Susi: Saya ingin Anda-Anda menguasai laut Indonesia!
Massa: Setujuuu!

Susi: Bukan kapal-kapal ikan asing!
Massa: Setuju!

Susi: Kapal asing diapain? Bom? Tenggelamkan? Hidup nelayan Indonesia!

Susi berpidato setelah ia dan Jokowi bertemu dengan nelayan-nelayan yang memprotes pelarangan penggunaan cantrang pada tanggal 17 Januari 2018 di Istana Merdeka, di Jakarta, seperti dilaporkan oleh Kompas di sini dan The Jakarta Post di sini.