Masjid yang diresmikan Putin di tahun 2015 itu dibangun di atas lahan masjid lama yang telah dirobohkan

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.
  

Sebuah video telah ditonton puluhan ribu kali setelah diunggah dengan klaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikan sebuah masjid baru yang diubah dari sebuah gereja. Klaim tersebut salah. Videoitu sebetulnya menunjukkan Putin meresmikan masjid pada tahun 2015. Masjid itu dibangun di atas lahan masjid lama yang dirobohkan.

Video itu diunggah pada tanggal 28 Juli 2021 di Facebook di sini, di mana video itu telah ditonton 2.500 kali.

Di dalam video berdurasi dua menit 52 detik itu, Putin dan seorang ulama terlihat meresmikan sebuah masjid.

Status unggahan itu berbunyi: "Gereja di ubah menjadi masjid, jemaat gereja nya pada kemana...?"

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 5 Maret 2022

Video itu telah ditonton lebih dari 7,000 kali setelah beredar dengan klaim serupa tentang Putin meresmikan masjid yang diubah dari gereja, seperti di sini, di sini dan di sini di Facebook, serta di sini di Twitter. 

Video tersebut telah juga menyebar di antara para pengguna Facebook di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim, seperti Pakistan, Bangladesh, Arab Saudi dan Malaysia

Akan tetapi, klaim tersebut salah.

Pencarian kata kunci di Google menemukan bahwa video itu sebelumnya diunggah di Facebook di sini oleh Euronews, media pan-Eropa yang berbasis di Prancis, pada tanggal 23 September 2015 . 

Keterangan video itu berbunyi: "[Berlangsung Sekarang] Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikan Masjid Agung Moskow."

Berikut adalah perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Euronews (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video Euronews (kanan)

Peristiwa itu disiarkan secara lengkap oleh media pemerintah Rusia Ruptly pada hari yang sama di sini.

Video berita Ruptly ini melaporkan bahwa ulama yang berdiri di sebelah Putin itu adalah Mufti Besar Rusia Rawil Gaynetdin.

AFP juga meliput acara peresmian masjid yang dikatakan adaah salah satu terbesar di Eropa, yang pembangunannya memakan waktu satu dekade dan menghabiskan biaya sekitar 170 juta dolar Amerika (150 juta euro).

Masjid Katedral Moskow dibangun di lokasi di mana sebelumnya ada sebuah masjid tua yang sudah dirobohkan, menurut laporan AFP  itu.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan and Presiden Palestinia President Mahmud Abbas juga menghadiri acara peresmian tersebut, seperti dilansir AFP. 

Sejumlah media massa Indonesia turut mewartakan peristiwa tersebut, seperti Detik, Tempo dan Republika.

Berdasarkan situs web Administrasi Spiritual Umat Muslim Federasi Rusia (DUMRF), masjid tua itu dibangun tahun 1904 dan merupakan satu dari sedikit masjid yang tidak dihancurkan atau ditutup di era Uni Soviet.

Masjid tua itu dirobohkan pada tahun 2011 untuk kepentingan pembangunan Masjid Katedral Moskow, yang saat itu digadang-gadang sebagai masjid terbesar di Rusia dengan kapasitas 10 ribu orang. 

Harian Rusia Izvestia pernah melaporkan reaksi umat muslim Rusia yang terpecah atas dirobohkannya masjid berusia seabad itu.

7 Maret 2022 Artikel ini telah diubah untuk membetulkan penulisan nama Putin