
Video pesawat pemadam karhutla AS dibagikan dengan klaim sesat tentang 'pesawat penyebar Covid-19 di Indonesia'
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 08/03/2022 pukul 11:05
- Diperbarui pada hari 10/03/2022 pukul 09:14
- Waktu baca 5 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Video yang memperlihatkan nozel berwarna oranye yang terpasang di sisi pesawat menyemburkan cairan, kemudian sebuah pesawat mengeluarkan asap putih di udara diunggah di Facebook di sini pada tanggal 24 Februari 2022.
Video yang berdurasi 26 detik itu telah ditonton lebih dari 1.200 kali
"Penyebab sakit tenggorokan dan demam di mana-mana," demikian bunyi keterangan unggahan video itu.
Tulisan yang ditempel di atas video itu berbunyi: "Apa satu Indonesia sakit tenggorokan, mering dan demam, kepala pusing, badan linu-linu?"

Gejala Covid-19 mencakup sakit tenggorokan, batuk, demam, meriang, sakit kepala, nyeri otot dan badan pegal-pegal.
Video itu diunggah saat kasus Covid-19 di Indonesia sedang meningkat karena adanya varian Omicron.
Video yang sama juga telah ditonton lebih dari 9,5 juta kali setelah diunggah di sini, di sini dan di sini di Facebook; di sini dan di sini di Instagram; dan di sini di TikTok.
Namun, klaim tersebut menyesatkan.
Pencarian dengan kata kunci tertentu menemukan video itu telah diunggah di Instagram di sini oleh akun @net_mechanics pada tanggal 31 Juli 2021 dengan keterangan: "C-130 Hercules".
Hercules C-130 adalah tipe pesawat militer yang diproduksi oleh Lockheed Martin, perusahaan Amerika yang memproduksi pesawat, senjata dan alat pertahanan.
Logo yang terlihat di badan pesawat adalah salah satu logo Angkatan Udara Amerika Serikat.
Video pertama
Pencarian lanjutan dengan kata kunci tertentu menemukan bahwa cuplikan sembilan detik awal di video menyesatkan telah diambil dari video ini, yang diunggah pada bulan Mei 2021 oleh Layanan Distribusi Informasi Visual Pertahanan (DVIDS), sebuah lembaga di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Keterangan video jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia artinya: "Penerbang dari tim 302nd Airlift Wing melakukan uji pemadaman kebakaran berbasis air menggunakan unit Modular Airborne Firefighting System milik Dinas Kehutanan AS pada tanggal 10 Mei 2021 di Pangkalan Udara Peterson, Colorado, sebagai persiapan pelatihan pemadam kebakaran udara tahunan."
Pesawat yang sama bisa dilihat di artikel ini di situs web Dinas Kehutanan AS.
Menurut artikel itu, sejumlah pesawat jenis Hercules C-130 telah dipasangi alat bernama Modular Airborne Fire Fighting System (MAFFS), atau sistem pemadam kebakaran udara modular, untuk mengangkut zat pemadam api yang dipakai untuk menanggulangi kebakaran hutan di Amerika Serikat.
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli dari DVIDS (kanan), dengan bagian yang sama ditandai oleh AFP:

Nozel oranye dan pesawat yang sama juga terlihat di video ini tentang latihan MAFFS tahunan di North Carolina pada bulan Mei 2016.
Pesawat dengan nozel yang sama juga terlihat di video YouTube ini, yang diunggah oleh kanal kedirgantaraan bernama The Daily Aviation pada tanggal 9 September 2020. Terjemahan judul video adalah: "Amerika Serikat Menciptakan Pesawat Hebat Ini untuk Menanggulangi Kebakaran Hutan: Hercules C-130 MAFFS."
Video kedua
Bagian terakhir di video unggahan menyesatkan, yang memperlihatkan pesawat yang sedang mengudara, mirip dengan video tahun 2018 ini yang diunggah oleh DVIDS, seperti terlihat pada menit ke-4:00.
Video itu diambil saat latihan MAFFS menggunakan pesawat Hercules C-130 di Port Hueneme, California, pada tanggal 25 April 2018.
Keterangan video DVIDS itu berbunyi: "Berbagai dinas pemadam kebakaran, CalFire, dan empat sayap MAFFS militer berkumpul di Sacramento untuk sertifikasi ulang dan pelatihan MAFFS tahunan. MAFFS adalah singkatan dari modular airborne firefighting systems.
"Media lokal turut diundang untuk mengambil foto, video dan melakukan wawancara. Para awak media berkesempatan melihat ke dalam pesawat MAFFS di saat awak pesawat sedang mengisi bahan bakar dan tangki air.
“Pesawat hercules C-130 dilengkapi dengan MAFFS II milik Dinas Kehutanan yang mampu menjatuhkan 3.000 galon air atau zat pemadam api dalam 6 detik. Pesawat MAFFS dioperasikan untuk membantu operasional mobil pemadam milik Dinas Kehutanan saat kebakaran hutan besar terjadi.”
Berikut perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli (kanan), dengan bagian yang sama ditandai oleh AFP:

Zat pemadam api yang digunakan Dinas Kehutanan Amerika berbahan dasar utama air dan pupuk, dan telah dikategorikan sebagai bahan yang "pada dasarnya tidak beracun" bagi manusia.
Komentar TNI AU
Marsekal Pertama Indan Gilang Buldansyah, kepala Dinas Penerangan TNI AU, mengatakan kepada AFP bahwa pesawat di dalam video itu bukanlah pesawat Indonesia.
"Setiap pesawat yg terbang di wilayah udara Indonesia terpantau posisi, type dan misinya, baik oleh Airnav maupun oleh Koopsudnas [Komando Operasi Udara Nasional] melalui radar hanud [pertahanan udara] yang kita miliki," kata Indan.
"Sehingga kita bisa pastikan hal tersebut (chemtrail) adalah hoax," pungkasnya.
Penularan Covid-19
Para ahli sepakat bahwa virus SARS-CoV-2, yang menyebabkan penyakit Covid-19, umumnya ditularkan dari orang ke orang.
Virus ini biasanya ditularkan antara orang-orang yang "berhubungan dekat", menurut artikel dari WHO ini, yang diperbarui pada 23 Desember 2021.
Artikel itu berbunyi: "Virus ini juga dapat menyebar di dalam ruangan yang berventilasi buruk dan/atau ramai, di mana orang cenderung menghabiskan waktu lebih lama.
"Orang-orang juga dapat terinfeksi ketika menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah menyentuh permukaan atau benda yang telah terkontaminasi virus."
AFP sebelumnya telah membongkar klaim salah yang mirip bahwa pesawat menyemprotkan "chemtrail" dari udara untuk menyebarkan Covid-19.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami