
Tidak ada satu pun pohon yang terverifikasi berusia 6.000 tahun atau lebih
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 15/03/2022 pukul 10:36
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: James OKONG'O, AFP Afrika Selatan, AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Foto pohon tersebut salah satunya diunggah di sini di Facebook dan telah dibagikan lebih dari 50 kali sejak diunggah pada tanggal 24 Februari 2022.
"Pohon tertua di dunia berumur 6.000 tahun di Tanzania, Afrika," demikian bunyi status Facebook tersebut.

Foto yang sama juga telah dibagikan dengan klaim serupa di unggahan lain ini dan ini di Facebook, dan cuitan ini di Twitter .
Foto tersebut muncul dengan klaim dalam bahasa Inggris.
Ada juga unggahan dengan klaim tentang pohon baobab berumur 6.000 tahun tapi menyebut foto itu diambil di Senegal, bukan Tanzania.
Namun, klaim tersebut salah.
Tidak ada satupun pohon di bumi yang telah diverifikasi berusia 6.000 tahun atau lebih.
Foto lama pohon baobab
AFP tidak dapat melacak pohon yang sama di foto unggahan Facebook itu, namun menemukan beberapa petunjuk.
Foto itu telah beredar di internet sejak setidaknya tahun 2004. Foto itu menunjukkan pohon baobab (Adansonia digitata) di tempat yang tidak diketahui.
Menurut satu kajian yang dipublikasikan di jurnal Nature Plants, pohon baobab tertua dalam catatan berada di Zimbabwe dan diperkirakan berumur 2.450 tahun sebelum akhirnya mati.
Usia pohon baobab dapat mencapai lebih dari 2.000 tahun, bahkan 3.000 tahun.
Namun, Tom Kirkwood, pakar biologi di Universitas Newcastle, di Inggris, mengatakan kepada AFP bahwa dia tidak pernah mendengar pohon baobab yang pernah hidup hingga berumur 6.000 tahun.
Pohon tertua di dunia
Pohon baobab adalah pohon berbunga terbesar dan berumur paling panjang, tetapi bukan pohon tertua.
Pohon hidup tertua dalam catatan adalah pinus bristlecone yang berada di daerah Great Basin, di Amerika Serikat bagian barat.
Species ini sangat langka dan hanya ditemukan di negara bagian Nevada, California dan Utah.
Berikut adalah foto pohon pinus bristlecone di California yang diambil AFP pada tahun 2007:

Menurut Rocky Mountain Tree Ring Research, pohon pinus bristlecone yang dikenal dengan nama Methuselah, di White Mountains, pegunungan di California, diperkirakan berumur 4.850 tahun.
Promethus, pohon pinus bristlecone di Wheeler Peak, sebuah gunung di Nevada, juga di Great Basin, tercatat berumur sekitar 4.900 tahun sebelum akhirnya mati.
Ukuran pohon tidak serta-merta menjadi indikasi lamanya umur pohon, menurut Neil Pederson, peneliti hutan di Universitas Harvard.
"Sebagai sebuah ilmu, masih terlalu dini untuk kita memahami umur maksimal pohon-pohon tua, terutama di daerah tropis. Pekerjaan itu sangat sulit dilakukan karena persoalan bagaimana cincin tahunan terbentuk di daerah tropis. Kami sedang mempelajari berbagai teknik untuk mengatasi kendala tersebut. Untuk saat ini, pinus bristlecone sepertinya adalah pohon hidup tertua di dunia yang bisa dibuktikan," katanya kepada AFP.
Pohon-pohon yang lebih tua bisa saja ditemukan sejalan dengan berkembangnya teknologi sains.
Bukti terbaru mengindikasikan bahwa ada pinus bristlecone lain di lokasi yang sama yang umurnya kemungkinan mencapai 5.000 tahun, namun penentuan cincin tahunan pohon itu belum bisa dikonfirmasi, kata Pederson.
Snopes, media periksa fakta Amerika, pernah memeriksa foto dan klaim yang sama di tahun 2019 dan menyatakan klaim tersebut salah.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami