Seorang pekerja Palestina yang memakai masker membasahi kepala di Kota Gaza saat terjadi gelombang panas pada tanggal 3 September 2020 di tengah diberlakukan lockdown akibat pandemi Covid-19. ( AFP / Mohammed Abed)

Mengguyur kepala sebelum membasahi badan saat mandi tidak menyebabkan stroke, kata para pakar

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sejumlah unggahan Facebook yang telah dibagikan puluhan ribu kali mengklaim orang terkena stroke di kamar mandi karena mereka mengguyur kepala terlebih dahulu sebelum membasuh anggota tubuh yang lain. Namun, klaim tersebut salah. Pakar stroke mengatakan kepada AFP bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan membasahi kepala terlebih dahulu saat mandi dapat memicu stroke.

Klaim itu muncul dalam sebuah foto yang diunggah pada tanggal 16 Mei 2022 di sini, di sebuah grup Facebook yang beranggotakan lebih dari 91.000 orang.

Foto itu menunjukkan selembar kertas yang bertuliskan: "Kenapa banyak orang jatuh dan kena stroke dikamar mandi

"Pada waktu mandi jgn basahkan kepala dahulu apabila kepala basah & dingin darah semua akan mengalir kesemua kepala utk memanaskan kepala & jika ada saluran darah sempit dpt terjadi kondisi saluran darah pecah: 

"Berikut cara mandi yang benar :
1. Pertama siramkan air di telapak kaki.
2. Kemudian dilanjutkan dengan segayung dibetis.
3. Segayung di paha.
4. Segayung di perut.
5. Segayung di Bahu.
6. Berhentilah sejenak 5-10 detik.

"Kita akan merasakan seperti UAP/ANGIN yg keluar dari ubun-ubun, setelah itu lanjutkan dgn mandi seperti biasa. SELAMAT MENCOBA".

Status di unggahan itu berbunyi: "Infonya mba kos, mas kos". 

Tangkapan layar unggahan yang menyesatkan, diambil pada tanggal 26 Mei 2022

Foto itu dibagikan lebih dari 800 kali setelah muncul pada bulan Mei di postingan Facebook ini, ini dan ini

Klaim itu sudah beredar selama bertahun-tahun dan telah dibagikan lebih dari 30.000 kali setelah muncul di sini, di sini, di sini, di sini, di sini dan di sini.

Postingan Facebook ini juga berisi klaim serupa dalam bahasa Inggris.

Namun, klaim tersebut salah.

"Tidak ada bukti atas pernyataan tentang urutan mandi tersebut," Professor Thanh Phan, ahli ilmu saraf di Monash University, di Australia, menjelaskan kepada AFP.

Phan menjelaskan bahwa "mayoritas stroke disebabkan oleh gumpalan yang menghalangi aliran darah di otak. Gumpalan ini berasal dari jantung atau pembuluh darah besar (seperti arteri karotis). Penyebab yang kurang umum adalah pecahnya pembuluh darah.”

Dia juga menunjuk pada sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh American Heart Association di sini tentang cara mandi untuk penderita stroke.

"Pernyataan itu tidak menyebut apapun tentang urutan mandi selain bagaimana pasien penyandang cacat bisa mandi dengan aman," katanya.

Professor Bruce Campbell, ketua Dewan Klinis Stroke Foundation, yang berpusat di Melbourne, juga membantah klaim dalam unggahan yang menyesatkan itu.

Dia mengatakan "tidak ada bukti, sepanjang pengetahuan kami, tentang hubungan antara mandi dengan stroke."

"Untuk mengurangi resiko stroke, jaga tekanan darah dan kolesterol, makan makanan yang sehat, jangan merokok, olahraga teratur, dan minimalkan konsumsi alkohol. Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter anda," kata Campbell kepada AFP.