Postingan salah klaim politisi India 'divonis mati karena menista Nabi Muhammad'

Hak cipta AFP 2017-2022. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Sebuah video telah ditonton lebih dari sejuta kali setelah muncul di berbagai postingan medsos yang mengklaim Nupur Sharma, jubir partai berkuasa di India, "telah dijatuhi hukuman mati karena telah menista Nabi Muhammad". Namun klaim tersebut salah. Partai Bharatiya Janata (BJP) menepis klaim tersebut, yang muncul setelah komentar Sharma membuat marah umat muslim di seluruh dunia. Video tersebut aslinya menunjukkan sejumlah demo di India yang tidak berkaitan dengan kontroversi Sharma.

"Akhirnya Penista Nabi Muhammad Jubir India Di Fonis Hukuman Mati... ," bunyi keterangan dalam sebuah unggahan Facebook tertanggal 9 Juni 2022.

Partai Bharatiya Janata (BJP), partai berkuasa di India, menskors juru bicara mereka, Nupur Sharma, pada bulan Juni 2022 setelah komentarnya tentang Nabi Muhammad dan istrinya Aisyah di sebuah debat TV di bulan sebelumnya, memicu kemarahan umat muslim di berbagai negara.

Video berdurasi tujuh menit dan 26 detik itu berisi sejumlah rekaman gambar aksi unjuk rasa.

Sepanjang video yang telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali itu, terdengar suara narator yang membacakan laporan berita tentang Sharma.

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 29 Juni 2022

Video yang sama disebarkan di unggahan Facebook lainnya, seperti di sini dan di sini, sedangkan video yang lebih panjang muncul di YouTube di sini.

Akan tetapi klaim tersebut salah.

Hingga tanggal 30 Juni 2022, AFP tidak menemukan satu pun laporan berita kredibel mengenai Sharma telah dijatuhi vonis hukuman mati.

Saat dihubungi AFP, seorang petinggi di kantor pusat BJP di New Delhi berkata, "Tidak ada insiden pembunuhan atau yang berkaitan dengan itu" pada Sharma.

India tidak memiliki hukum yang spesifik mengatur penistaan terhadap Nabi Muhammad. Namun Pasal 295A Hukum Pidana India mengatur bahwa penghinaan atas agama atau sentimen keagaamaan dapat mendapat hukuman penjara tiga tahun atau denda atau keduanya.

Narator video sesat sebenarnya membacakan tiga laporan berita berbahasa Indonesia tentang Sharma, yaitu ini, ini dan ini. Akan tetapi, tak ada ada satu pun artikel berita tersebut melaporkan bahwa Sharma telah dijatuhi vonis mati atas penistaan terhadap Nabi Muhammad.

Kebanyakan potongan klip dalam video juga menunjukkan berbagai demo di India yang tidak berkaitan dengan kasus Sharma.

Salah satunya adalah demo pada bulan Desember 2019, yang muncul dalam laporan Voice of America dengan judul: "Demo Besar-Besaran di India Menentang Undang-Undang 'Anti-Muslim'."

Beberapa klip lainnya diambil dari kontroversi hijab di Karnataka, negara bagian India, pada bulan Februari 2022. Satu menunjukkan siswi muslim berhijab yang dilarang memasuki kampus, sedangkan satunya lagi menunjukkan siswi Hindu ikut demo anti-hijab.

Berikut perbandingan tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video asli yang direkam sebelum kontroversi Nupur Sharma (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video menyesatkan (kiri) dan video asli yang direkam sebelum kontroversi Nupur Sharma (kanan)

AFP sebelumnya telah membongkar beberapa klaim salah yang berkaitan dengan kontroversi Sharma, seperti di sini, di sini dan di sini.

India prophet row