Sekjen PBB Antonio Guterres tidak tunjuk Jokowi sebagai penggantinya

  • Artikel ini berusia lebih dari setahun.
  • Diterbitkan pada hari 07/02/2023 pukul 11:20
  • Diperbarui pada hari 09/02/2023 pukul 13:50
  • Waktu baca 5 menit
  • Oleh: AFP Indonesia
Sejumlah video sesat di YouTube dan Facebook mengklaim Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres telah menunjuk Presiden Joko Widodo sebagai penggantinya. Tidak ada sumber resmi yang dapat membuktikan klaim tersebut. Posisi sekjen PBB baru tidak ditunjuk petahananya, tetapi oleh Majelis Umum PBB atas rekomendasi Dewan Keamanan lembaga dunia tersebut.

"DITUNJUK LANGSUNG ANTONIO GUTERRES, JOKOWI SIAP JADI SEKJEN PBB SELANJUTNYA || UNI EROPA," bunyi judul video YouTube tanggal 13 Januari 2023 ini.

Video berdurasi sembilan menit itu telah ditonton lebih dari 151.000 kali.

Narator video mengucapkan beberapa pernyataan seperti: "Antonio Guterres juga sangat mendukung Indonesia memegang ketua PBB berikutnya" serta "berbagai kalangan, baik kepala negara hingga pengamat politik, menilai Presiden Joko Widodo layak menduduki jabatan Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBB."

Image
Tangkapan layar postingan sesat, diambil pada tanggal 19 Januari 2023

Video-video serupa muncul di YouTube di sini dan di sini, serta di Facebook di sini dan di sini.

Dalam unggahan-unggahan di atas, video-video tersebut telah ditonton lebih dari 43.000 kali.

Beberapa pihak memang pernah menyebutkan betapa Jokowi, yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden RI pada bulan Oktober 2024, layak jadi sekjen PBB masa depan. Namun dia tidak pernah ditunjuk Guterres menjadi penggantinya.

Penunjukan Sekjen PBB

Hingga tanggal 7 Februari 2023, tidak ada sumber resmi yang menyebutkan bahwa Jokowi telah ditunjuk atau dicalonkan jadi Sekjen PBB.

Berdasarkan Pasal 97 Piagam PBB, "Sekretaris Jenderal ditunjuk oleh Majelis Umum berdasarkan rekomendasi Dewan Keamanan."

Majelis Umum PBB terdiri atas 193 negara anggota. Guterres sendiri tidak memiliki pesaing saat Dewan Keamanan PBB sepakat memberinya masa jabatan kedua kali pada tahun 2021.

Pembicaraan seputar siapa yang menjadi sekjen PBB biasanya tidak dibuka untuk umum. Namun ada peningkatan transparansi saat Guterres ditunjuk pertama kali pada tahun 2016.

Tidak seperti kebiasaan sebelumnya, waktu itu para calon sekjen PBB melakukan kampanye, debat, dan sidang terbuka. Untuk pertama kalinya, para calon juga diminta mengirim surat lamaran resmi, menyampaikan CV, dan hadir dalam pertemuan.

Pengambilan suaranya sendiri tetap dirahasiakan dalam Dewan Keamanan PBB, di mana kelima anggotanya -- Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat -- memiliki hak veto untuk tidak meloloskan kandidat tertentu.

Video-video lama

Untuk memeriksa klip-klip dalam video sesat, AFP melakukan pencarian gambar terbalik di Google dengan bantuan potongan-potongan gambar dari perangkat InVID-WeVerify.

Dari investigasi itu, AFP menemukan bahwa video tersebut berisi klip-klip lama yang tidak berhubungan dengan penunjukan sekjen PBB.

Pada detik ke-25, misalnya, ada adegan Guterres sedang berbicara dengan takarir (subtitle) berbahasa Indonesia yang bunyinya, "Serta mempercayakan kepemimpinan PBB selanjutnya kepada beliau" -- mengacu ke Jokowi.

Namun takarir itu salah. Sejatinya, Guterres saat itu berucap: "Dan yang telah menciptakan ketimpangan hebat, terutama dalam distribusi sumber daya yang tidak setara."

Sebelumnya video itu diunggah di kanal YouTube Katadata pada tanggal 15 November 2022. Sebagian keterangan video itu berbunyi: "Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres memuji keketuaan Indonesia untuk KTT G20 yang akan berlangsung 15-16 November 2022, ketika tiba di Nusa Dua, Bali."

Berikut perbandingan tangkapan layar yang menunjukkan takarir dalam video sesat (kiri) dan dalam video asli dari Katadata (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar video sesat (kiri) dan video asli dari Katadata (kanan)

Pada detik ke-45 video sesat, ada adegan Jokowi berkata, "Kepercayaan dunia ini adalah tanggung jawab yang harus kita tunaikan dengan baik."

Pernyataan itu merujuk ke terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada bulan Juni 2018 -- bukan soal penunjukan Jokowi sebagai sekjen PBB.

Pernyataan lengkap Jokowi tersebut dapat dilihat di video yang diunggah Kementerian Luar Negeri RI pada tanggal 13 Juni 2018 yang berjudul: "Presiden Jokowi: Indonesia terpilih jadi Anggota DK PBB Hasil Kerja Keras Diplomasi".

Berikut perbandingan tangkapan layar video sesat (kiri) dan video asli dari Kemlu RI (kanan):

Image
Perbandingan tangkapan layar video sesat (kiri) dan video asli dari Kemlu RI (kanan)

Adegan-adegan lainnya di video sesat juga tidak berhubungan sama sekali dengan penunjukan Jokowi sebagai sekjen PBB pengganti Guterres.

Adegan pada detik ke-25 menunjukkan Jokowi saat sedang berkunjung ke Rusia pada tahun 2016. Selanjutnya, pada menit 1:00, ada adegan Prabowo Subianto mengutarakan kepuasannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi dalam sebuah helat dalam bulan Agustus 2022

Adegan lain menunjukkan Jokowi berbicara dengan Guterres dalam sebuah pertemuan di Kamboja pada bulan November 2022 (2:18); Jokowi mengikuti pertemuan ASEAN-Uni Eropa pada bulan Desember 2022 (1:46); dan Guterres berpidato di pertemuan COP27 pada bulan Desember 2022 (2:56).

Ada juga bagian di video sesat di mana narator membacakan teks pelintiran.

Pada menit 1:45, narator berkata, "Berbagai kalangan, baik kepala negara hingga pengamat politik, menilai Presiden Joko Widodo layak menduduki jabatan sekretaris jenderal atau sekjen PBB, setelah lengser dari jabatannya."

Kalimat tersebut dipelintir dari paragraf pembuka berita Kompas.com bulan November 2022 ini, yang berjudul: "PDI-P Sebut Jokowi Layak Jadi Sekjen PBB, Seberapa Besar Peluangnya?"

Dalam artikel asli, Kompas.com menulis, "Ketua DPP PDI-P Said Abdullah menilai, Presiden Joko Widodo (Jokowi) layak menduduki jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) setelah lengser dari jabatannya."

Pada menit 5:14, terdengar pula narator berkata, "Antonio Guterres juga sangat mendukung Indonesia memegang ketua PBB berikutnya".

Dari hasil penelusuran memakai kata kunci terkait di Google, Guterres sebenarnya menyampaikan dukungannya kepada Indonesia untuk "menjadi ketua ASEAN tahun depan". Ia menyatakannya dalam konferensi pers G20 di Bali pada tanggal 14 November 2022.

Indonesia menerima keketuaan ASEAN dari Kamboja pada bulan Januari 2023.

9 Februari 2023 Laporan ini diperbarui untuk menyelaraskan nama badan PBB di paragraf pertama dan paragraf kesembilan.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami