Postingan bagikan klaim salah bahwa Rockefeller buat istilah 'bahan bakar fosil' untuk ciptakan kesan kelangkaan BBM

Sejumlah unggahan di Facebook dan Twitter membagikan klaim salah bahwa mendiang pengusaha minyak Amerika, John D Rockefeller, membuat istilah "bahan bakar fosil" untuk ciptakan kesan kelangkaan sehingga dapat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Unggahan-unggahan itu juga mengatakan bahwa BBM tidak berasal dari fosil namun dari mineral alam yang tidak akan habis. Klaim itu salah. Para pakar menyebut ilmuwan Jerman abad ke-18 bernama Caspar Neumann yang membuat istilah "bahan bakar fosil". Mereka juga mengatakan bahwa BBM berasal dari organisme yang mati jutaan tahun yang lalu.

Unggahan tersebut salah satunya dibagikan di Facebook di sini pada tanggal 16 Januari 2017.

"Minyak bumi berasal dari fossil, ya mungkin itu yang pernah di ajarkan pada kita di sekolah. Bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui, semakin hari semakin habis sehingga harganya selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya," demikian bunyi sebagian status Facebook itu.

"Mari ditelisik sedikit, manusia mengebor minyak Sampai kedalaman 12km. nah, faktanya fossil tidak ada yang di temukan pada kedalaman tersebut. Fossil paling dalam adalah ditemukan sekitar 2,3km Rockefeller membuat istilah "Bahan bakar fossil" membuat seolah Bahan bakar ini sangat Langka, tidak dapat diperbaharui, dan bisa habis suatu saat nanti. Jadi harganya tinggi dan menaikan keuntungan secara signifikan."

Unggahan itu berisi meme dalam bahasa Inggris yang memberikan narasi serupa tentang mendiang pengusaha minyak Amerika, John D. Rockefeller.

Image
Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 31 Maret 2023

Narasi serupa masih terus beredar, seperti di bulan Februari dan Maret 2023 di postingan Facebook ini, ini dan ini; juga pada tahun 2022 di postingan Twitter ini dan ini.

Video Leroy Fletcher Prouty, purnawirawan Angkatan Udara AS yang juga ahli teori konspirasi, membuat klaim mirip sudah ditonton 1,6 juta kali sejak diunggah di Instagram di sini dan di sini pada tahun 2022, serta di Facebook di sini pada tahun 2021.

Klaim itu juga beredar dalam bahasa Inggris dan bahasa Malaysia.

Namun, semua klaim tersebut salah.

Asal bahan bakar fosil

Bahan bakar fosil adalah "semua kelas materi yang mengandung hidrokarbon dari asal biologis yang terjadi di dalam kerak bumi dan dapat digunakan sebagai sumber energi", menurut Encyclopaedia Britannica.

Dalam bahasa sehari-hari, bahan bakar fosil merujuk pada batubara, minyak mentah, dan gas alam, yang menurut para ilmuwan adalah kontributor utama pemanasan global.

Bahan bakar fosil tidak diambil dari sisa-sisa atau bekas-bekas jejak tumbuhan atau hewan prasejarah yang menjadi fosil.

Namun bertentangan dengan klaim dalam unggahan Facebook menyesatkan, bahan bakar fosil justru berasal dari "tumbuhan dan hewan yang mati dan terkubur dalam sedimen", menurut Rupert Sutherland, profesor geofisika di Universitas Victoria Wellington, di kota Wellington, Selandia Baru.

"Dalam kebanyakan situasi, tumbuhan dan hewan yang mati akan 'didaur ulang' kembali ke atmosfer, samudera atau biosfer dan tidak menjadi bahan bakar fosil; tetapi dalam kasus-kasus khusus, mereka dilestarikan dan menjadi 'kerogen'," kata Sutherland kepada AFP lewat email.

"Jika terkubur pada kedalaman yang cukup, 'kerogen' ini akan berubah menjadi minyak bumi dan dapat bermigrasi melalui ruang pori," tambahnya.

"Sebagian besar cadangan minyak bumi yang diketahui berasal dari beberapa waktu penting dalam sejarah geologi kita, sehingga mereka adalah fosil dalam arti bahwa mereka berasal dari tumbuhan dan hewan yang berusia jutaan tahun."

Klaim tentang John D. Rockefeller

John D. Rockefeller, yang meninggal tahun 1937, bukan pencetus istilah "bahan bakar fosil".

Seorang juru bicara Pusat Gas Alam Universitas Queensland, di Australia, mengatakan kepada AFP melalui email bahwa istilah ini pertama kali digunakan oleh ahli kimia Jerman bernama Caspar Neumann dalam terjemahan bukunya dalam bahasa Inggris, yang berjudul The Chemical Works of Caspar Neumann, terbit pada tahun 1759. Istilah ini dicatat dalam indeks buku tersebut.

Istilah ini "kemudian digunakan secara luas pada awal tahun 1900-an", menurut jubir Universitas Queensland itu.

Hasil penelusuran dengan kata "fossil fuels" (bahan bakar fosil) di Google NGram juga menunjukkan bahwa kata tersebut digunakan secara berkala antara tahun 1700 dan 1900. Penggunaannya meningkat pesat setelah tahun 1940.

Image
Tangkapan layar hasil penelusuran dengan Google NGram, diambil pada tanggal 31 Maret 2023

Dongke Zhang, profesor teknik kimia di Universitas Australia Barat, mengatakan lewat email kepada AFP bahwa minyak dan gas alam tidak bisa diperbarui "selama hidup seseorang".

"Batu bara yang kita eksploitasi hari ini terbentuk dari bahan tumbuhan yang pernah hidup sekitar 50 hingga 600 juta tahun yang lalu, dan minyak serta gas alam juga terbentuk sekitar 100 juta tahun yang lalu," tambahnya.

Profesor Sutherland juga mengatakan bahwa mustahil bahan bakar fosil diperbarui lebih cepat dari penggunaannya karena para ilmuwan "tidak melihat bukti dalam inti sedimen yang relatif muda dengan jumlah karbon yang cukup besar yang dapat terlestarikan".

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami