
Ini video dampak gempa di Cianjur tahun 2022, bukan 'di Pulau Bawean tahun 2024'
- Artikel ini berusia lebih dari setahun.
- Diterbitkan pada hari 28/03/2024 pukul 12:20
- Diperbarui pada hari 28/03/2024 pukul 12:38
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Gempa di Bawehan, Gersik, seusai sholat Jumat tadi, 22 Maret 2024," tulis keterangan pada video yang diunggah di YouTube pada hari yag sama.
Tulisan yang disematkan pada video berdurasi 13 detik itu juga menarasikan klaim serupa.
Video yang telah ditonton lebih dari 15.000 kali dan disukai lebih dari 120 kali itu menunjukkan rumah dan bangunan lainnya roboh dan jalanan retak.

Video tersebut disukai lebih dari 300 kali sesudah dibagikan dalam postingan serupa di X.
Rekaman itu telah ditonton lebih dari 220.000 kali dan disukai lebih dari 2.800 kali selepas beredar dengan narasi mirip di Facebook, SnackVideo dan TikTok.
Seperti dilaporkan AFP, gempa berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Laut Jawa, di dekat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, pada 22 Maret 2024 (tautan arsip). Guncangan gempa terasa hingga ke Jakarta dan Surabaya.
Lebih dari 34.000 warga Pulau Bawean terpaksa mengungsi karena gempa hari itu dan gempa susulan yang telah terjadi ratusan kali, menurut laporan Kantor Berita Antara (tautan arsip).
Namun, video yang beredar tidak ada hubungannya dengan gempa di Bawean.
Gempa Cianjur
Video tersebut menunjukkan dampak gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada 21 November 2022, yang mengakibatkan korban jiwa lebih dari 600 orang.
Foto yang diambil AFP setelah gempa Cianjur menunjukkan rumah dan mobil yang sama seperti yang terlihat dalam video.
Diterjemahkan dari bahasa Inggris, keterangan foto AFP berbunyi: "Warga desa menyelamatkan barang-barang dari rumah yang rusak pasca gempa magnitudo 5,6 di Cianjur pada 22 November 2022, yang menewaskan sedikitnya 162 orang, dengan ratusan orang luka-luka dan lainnya hilang ."
Berikut perbandingan tangkapan layar video di postingan sesat (kiri) dan foto AFP dari tahun 2022 yang menunjukkan lokasi yang sama (kanan):

AFP juga mengunggah foto tersebut di X, sebelumnya Twitter, pada 22 November 2022 (tautan arsip).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah menyanggah video viral tersebut.
BPNB mencuitkan video yang sama yang distempel tulisan "HOAX" pada tanggal 22 Maret 2024 (tautan arsip). "Narasi video tersebut HOAKS karena video diatas adalah video dampak gempa Cianjur tahun 2022," tulis postingan tersebut.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami