
Pakar membantah klaim bahwa akar kelapa dan kuning telur bisa meningkatkan durasi seks pria
- Diterbitkan pada hari 19/07/2024 pukul 10:59
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Hak Cipta © AFP 2017-2025. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
"Betah sampai pagi, mama kaget papa jadi romantis," tulis keterangan di postingan Facebook ini yang dibagikan pada 23 Juni 2024.
"Caranya: rebus akar kelapa dengan satu gelas air sisakan setengah tambahkan kuning telur, aduk sampai tercampur rata, lalu minum 1 jam sebelum dinas malam," lanjut keterangan tersebut.
Postingan itu menampilkan gambar akar yang diklaim sebagai akar kelapa dan sebutir telur.

Klaim serupa juga dibagikan di Facebook di sini dan di sini, serta Threads di sini.
Namun, dokter yang menekuni kesehatan seksual di Raditya Medical Center, Binsar Martin Sinaga, mengatakan kepada AFP bahwa klaim tersebut adalah "bohong."
Atas klaim itu, ia mengungkapkan bahwa "tidak ada bukti, bahkan secara evidence-based medicine tidak terbukti juga."
Sementara itu, Boyke Dian Nugraha, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Klinik Pasutri di Jakarta, menjelaskan bahwa klaim tersebut "mitos," dan mengonsumsi terlalu banyak kuning telur dapat menyebabkan efek sebaliknya.
"Kuning telur banyak mengandung sumber pembuat hormon testosteron, tapi jika kolesterolnya tinggi malah membuat disfungsi ereksi," ungkapnya.
"Kalau 1-2 butir tidak masalah. Tapi kalau dalam jumlah banyak, justru kolesterolnya makin meningkat. Jadi membentuk plak-plak kolesterol, sehingga aliran darahnya tidak lancar. Dan itu mengakibatkan nutrisi dan oksigen ke organ-organ vital berkurang, termasuk ke dalam alat reproduksi pria."
Penanganan medis
Boyke juga mengatakan bahwa beberapa obat bisa diresepkan untuk meningkatkan fungsi ereksi, seperti obat-obatan yang mengandung sildenafil dan tadalafil.
Sildenafil dan tadalafil adalah produk kimiawi yang jadi zat utama di obat-obatan anti-disfungsi ereksi seperti Viagra dan Cialis.
Ia juga menambahkan bahwa dokter harus menelisik beberapa faktor dalam menangani disfungsi ereksi, seperti gaya hidup pasien, pola makan, serta manajemen stres.
Ia mengungkapkan bahwa tidak ada sebab tunggal dalam disfungsi ereksi, karena faktor psikologis juga dapat menjadi penyebab.
Boyke mengatakan bahwa untuk kasus seperti ini, pasangan harus berkonsultasi bersama. "Komunikasi intim antara pasangan harus ditingkatkan," ungkapnya.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami