Foto menunjukkan bayi-bayi yang dievakuasi saat Perang Vietnam, tidak terkait kasus Epstein
- Diterbitkan pada hari 13/02/2026 pukul 10:49
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Raevathi SUPRAMANIAM, AFP Malaysia
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Seorang anggota parlemen Turki menuntut dilakukannya penyelidikan atas tuduhan bahwa Jeffrey Epstein memperdagangkan gadis di bawah umur dari Turki menjelang dirilisnya dokumen terkait pelaku kejahatan seksual tersebut. Namun, tuntutan ini merujuk pada kasus hukum lama di Florida, Amerika Serikat (AS). Tak lama kemudian, beredar sebuah foto di media sosial yang diklaim secara salah menunjukkan bayi-bayi yang diculik Epstein dari negara Mediterania tersebut. Faktanya, foto itu tidak berkaitan dengan dokumen Epstein, tapi berasal dari arsip AS tentang bayi-bayi Vietnam yang dievakuasi selama kejatuhan Saigon pada tahun 1975.
"Pelapor kasus Epstein mengklaim gadis-gadis diculik dari Turki selama gempa bumi tahun 1999, dan mengatakan harga untuk setiap anak yang diculik adalah $300," tulis postingan Facebook tertanggal 4 Februari 2026.
Foto yang disertakan pada postingan memperlihatkan deretan bayi-bayi di dalam kotak dengan seorang wanita yang berjongkok di samping mereka.
Foto tersebut juga dibagikan dengan klaim salah yang serupa oleh pengguna media sosial di Malaysia, India, dan Nigeria. Postingan-postingan ini beredar saat Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen hasil penyelidikan terhadap kasus Jeffrey Epstein (tautan arsip). Epstein sendiri meninggal di penjara New York pada tahun 2019 saat menunggu proses sidang untuk kasus perdagangan anak di bawah umur.
Pengungkapan terbaru ini menimbulkan kegaduhan secara internasional karena dokumen yang dirilis melibatkan tokoh-tokoh penting, sekaligus menyoroti pengaruh global dari pemodal kaya raya tersebut.
Sedangkan pengungkapan sebelumnya memberikan gambaran tentang hubungan Epstein dengan para eksekutif bisnis terkemuka, selebriti, akademisi, dan politisi, termasuk mantan pemimpin AS Bill Clinton dan Presiden Donald Trump.
Penyebutan nama seseorang dalam berkas Epstein tidak serta merta membuat orang tersebut bersalah terkait kasus yang menjerat Epstein.
Namun, setidaknya, dokumen-dokumen yang dipublikasikan itu menunjukkan adanya hubungan antara Epstein atau lingkarannya dengan tokoh-tokoh publik tertentu yang sering kali meremehkan -- atau bahkan menyangkal -- adanya hubungan tersebut.
Di Turki, anggota parlemen bernama Turhan Comez menyerukan penyelidikan lanjutan melalui unggahannya di X, di mana ia membagikan dokumen dengan beberapa baris yang disorot dan sebagian berbunyi: "Berdasarkan informasi dan keyakinan, Terdakwa (Epstein) mengangkut gadis-gadis di bawah umur dari Turki, Republik Ceko, Asia, dan banyak negara lain, yang sebagian besar tidak berbahasa Inggris."
Namun, seruan tersebut tidak berlandaskan dokumen Departemen Kehakiman AS, melainkan dokumen kasus pengadilan lama yang diajukan di Florida.
Kasus Florida
Pencarian kata kunci tertentu menggunakan nomor kasus yang terlihat pada dokumen di unggahan X memperlihatkan bahwa berkas tersebut diambil dari kasus gugatan perdata terhadap Epstein yang diajukan di pengadilan distrik Florida pada Mei 2009.
Berkas pengadilan tersebut -- yang bisa diakses publik bahkan sebelum kumpulan berkas Epstein terbaru dirilis -- merinci tuduhan pelecehan seksual dan eksploitasi terhadap gadis muda, termasuk pelapor yang disebut sebagai "Jane Doe No. 102".
Menurut arsip dari database hukum Court Listener, para pihak yang bersengketa sepakat untuk berdamai dan kasus tersebut dinyatakan selesai (tautan arsip).
Dalam kasus lainnya, "Jane Doe No. 102" teridentifikasi sebagai Virginia Giuffre, seorang warga negara Amerika Serikat dan Australia sekaligus salah satu penuduh utama Epstein, yang mengakhiri hidupnya pada April 2025 (tautan arsip).
Selamat hampir 15 tahun, Giuffre bicara soal pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pengusaha keuangan tersebut ketika ia masih berusia di bawah umur. Giuffre juga mengklaim bahwa ia dieksploitasi secara seksual oleh beberapa teman Epstein yang cukup berpengaruh, seperti mantan pangeran Inggris, Andrew.
Penyalahgunaan foto
Berbeda dari klaim pada postingan yang beredar, foto bayi-bayi dalam kotak tersebut tidak ada hubungannya dengan Epstein.
Pencarian gambar terbalik mengarahkan kepada artikel di situs Defense Intelligence Agency (DIA) AS, pada 3 April 2014, yang dimuat dalam rangka memperingati evakuasi bayi-bayi Vietnam pada tahun 1975, yang dikenal dengan nama Operation Babylift, setelah runtuhnya Vietnam Selatan pada tahun itu (tautan arsip). Kredit foto tersebut diberikan pada National Archives and Records Administrations.
Di hari-hari terakhir Perang Vietnam yang penuh kekacauan, AS menerbangkan ribuan anak-anak keluar dari Saigon.
Selama evakuasi massal yang kontroversial tersebut, sekitar 3.000 anak diterbangkan keluar dari Vietnam untuk diadopsi oleh keluarga-keluarga dari Amerika hingga Swedia.
AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait dokumen Epstein dalam bahasa Inggris di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami