Video wajah pelatih Korsel disensor usai kandas di Pildun 2026 merupakan hasil editan
- Diterbitkan pada hari 03/07/2026 pukul 09:29
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Grace MOON, AFP Korea Selatan
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Fans sepak bola Korea Selatan melampiaskan kemarahan mereka kepada pelatih Hong Myung-bo atas hasil mengecewakan yang diraih tim nasional negeri ginseng dalam Piala Dunia 2026. Namun, sebuah video yang memperlihatkan Hong tampil dalam sebuah wawancara media dengan wajah dikaburkan merupakan hasil editan. Rekaman asli yang ditayangkan oleh media KBS News menunjukkan wajah Hong, yang telah mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Korsel, tidak dikaburkan atau disensor. Juru bicara stasiun televisi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya tidak pernah memberikan efek blur pada wajah Hong dalam laporan mereka.
"Pelatih Korea Selatan jadi sorotan usai gagal Piala Dunia, wajahnya diblur layaknya pelaku kriminal," tulis teks yang tersemat dalam video yang diunggah di TikTok pada 29 Juni 2026.
Keterangan postingan yang telah dilihat lebih dari 1,6 juta kali itu menyebutkan bahwa stasiun televisi KBS News tampak mengaburkan wajah pelatih tim nasional Korea Selatan Hong Myung-bo dalam salah satu video mereka.
"Di Korea Selatan, wajah yang diburamkan di televisi umumnya identik dengan pelaku tindak kriminal atau pihak yang identitasnya disamarkan. Karena itu, keputusan editorial KBS memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai reaksi di media sosial mengenai makna di balik tayangan tersebut," tulis penggalan keterangan unggahan tersebut.
Klaim serupa juga muncul di Facebook, Instagram, serta Threads, di mana beberapa postingan menggunggah video atau foto yang menampakkan wajah Hong yang dikaburkan. Klaim yang sama juga beredar dalam berbagai bahasa, termasuk Inggris, Prancis, Jepang dan Spanyol.
Postingan tersebut beredar setelah Korea Selatan tersingkir lebih awal dalam ajang Piala Dunia 2026, di mana timnas negeri ginseng hanya berhasil meraih satu kemenangan dari tiga laga dalam babak penyisihan fase grup, tetapi gagal mengamankan tiket menuju fase gugur (tautan arsip).
Para fans berekspektasi besar terhadap timnas Korsel mengingat skuad asuhan Hong itu diperkuat oleh sejumlah pemain yang berkompetisi di liga internasional. Media lokal Korea menyebut skuad timnas kali ini sebagai "generasi emas".
Akibat kegagalan timnas Korsel, Hong memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai pelatih kepala. Hasil tersebut juga membuat masa depan kapten tim Son Heung-min menjadi tidak jelas dan memicu kecaman keras dari Presiden Lee Jae Myung.
"Ketika loyalitas dan faksionalisme lebih dihargai dibandingkan kompetensi, dan orang-orang yang inkompeten ditunjuk sebagai pemimpin, hasilnya hampir pasti sudah dapat ditebak," tulis Lee dalam postingan X pada 28 Juni (tautan arsip). Sang presiden juga menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas "kekecewaan yang mendalam".
Walaupun sebagian besar kemarahan mengarah kepada Hong, yang juga mengepalai timnas Korea saat tim tersebut tersingkir dalam fase penyisihan grup pada Piala Dunia 2014 di Brazil, KBS News tidak mengaburkan atau menutupi wajah sang pelatih dalam tayangan mereka (tautan arsip).
Pengunduran diri Hong, yang pertama kali memegang jabatan pelatih timnas Korea pada 2014, diliput secara luas oleh media Korea Selatan, dan banyak di antaranya yang menyertakan rekaman asli yang tidak diblur saat Hong berbicara dalam konferensi pers yang sama (tautan arsip di sini dan sini).
Video editan
Penelusuran kata kunci mengarah kepada video serupa yang diunggah oleh KBS News 9 dalam laporan tanggal 27 Juni (tautan arsip). Rekaman tersebut memperlihatkan wajah Hong yang tidak diblur.
Pada video itu Hong mengatakan kepada awak media bahwa tidak mudah baginya untuk "menentukan alasan" atas performa buruk tim asuhannya saat melawan Afrika Selatan yang berakhir dengan kekalahan 1-0 bagi Korsel. Pertandingan tersebut merupakan laga terakhir dalam fase penyisihan grup.
Rekaman terkait pengunduran diri Hong yang disiarkan oleh KBS News pada 28 Juni dan 29 Juni juga memperlihatkan wajah Hong dengan jelas tanpa dikaburkan (tautan arsip di sini dan sini).
Selain itu, blur berbentuk kotak yang menutupi wajah Hong dalam video yang beredar berbeda dengan blur lembut yang diaplikasikan oleh KBS News dalam sejumlah tayangan mereka (tautan arsip di sini dan sini).
Juru bicara KBS mengatakan kepada AFP pada 29 Juni bahwa "KBS tidak pernah menggunakan efek blur mosaik" pada wajah Hong dalam laporan mereka.
AFP telah menyanggah sejumlah klaim salah lainnya yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami