Video Prabowo minta sekolah mengajarkan permainan gim merupakan hasil editan

  • Diterbitkan pada hari 02/07/2026 pukul 11:20
  • Diperbarui pada hari 02/07/2026 pukul 11:27
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan banyak kritikan terkait sejumlah kebijakan dan kunjungannya ke beberapa negara baru-baru ini. Namun, video yang seolah-olah memperlihatkan mantan Komandan Kopassus itu menginstruksikan agar sekolah mengajarkan permainan gim bernama Defense of the Ancient (Dota) merupakan hasil manipulasi. Tayangan tersebut adalah hasil editan dari video pidato Prabowo di Paris pada Mei 2026, di mana ia mengatakan telah meminta sekolah di Indonesia untuk mengajarkan bahasa Prancis. 

"Sekarang saya sudah instruksikan bahwa  semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bermain Dota," kata Prabowo dalam video yang diunggah di TikTok pada pada 19 Juni.

Video tersebut memperlihatkan Prabowo sedang berbicara di sebuah podium berlogo Elysee, yang kemudian beralih ke cuplikan dari gim Dota.

"Presiden Prabowo: semua sekolah di Indonesia harus belajar bermain Dota," bunyi tulisan yang ditempelkan pada video tersebut.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 26 Juni 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Tayangan tersebut beredar di tengah kritikan terhadap Prabowo terkait biaya yang ia keluarkan untuk melakukan perjalanan dinas luar negeri—tindakan yang ia sebut sebagai langkah penting untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara lain (tautan arsip).

"1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang, saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump," kata Prabowo merujuk kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin dan Amerika Serikat Donald Trump.

Publik juga mempertanyakan berbagai kebijakan yang ia ungkapkan selama kunjungan tersebut, termasuk pengumuman usai pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Paris pada bulan Mei bahwa "semua tingkatan" sekolah di Indonesia akan mengajarkan bahasa Prancis (tautan arsip).

Ia juga mengusulkan agar bahasa Portugis menjadi salah satu bahasa asing prioritas yang diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia saat kunjungan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva ke Jakarta pada tahun 2025 (tautan arsip).

Sejumlah pengguna media sosial tampak percaya bahwa video Prabowo yang meminta sekolah mengajarkan bermain gim Dota tersebut asli. Salah satu dari mereka berkomentar, "Presiden udah kebangetan bodohnya, udah ga ketolong." Sementara pengguna lain mengeluh, "Udah makin gila."

Namun, klip yang juga beredar di Facebook dan di postingan lain di TikTok itu telah dimanipulasi.

Pencarian menggunakan metode gambar terbalik dan kata kunci di Google mengarahkan kepada video lebih panjang yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden, yang memperlihatkan pidato menyeluruh dari Prabowo saat kunjungan ke Prancis pada 28 Mei (tautan arsip).

Cuplikan yang telah dimanipulasi pada postingan yang beredar terdapat pada menit ke-59:25, di mana Prabowo terdengar mengatakan: "Saya telah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan."

Tidak ada satu cuplikan pun dalam video itu di mana Prabowo menyebut pelajar Indonesia akan diwajibkan untuk belajar bermain video gim.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video lengkap pidato Prabowo di YouTube (kanan)

Alat deteksi AI, Hiya, pada Verification Plugin—yang juga dikenal sebagai InVID-WeVerify—telah menandai bagian audio yang memuat pernyataan Prabowo yang menginstruksikan pelajar Indonesia untuk belajar bermain gim sebagai hasil buatan AI.

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hiya, yang menunjukkan kejanggalan pada bagian akhir audio dari video yang beredar

AFP telah membantah sejumlah misinformasi lain yang terkait dengan Presiden Prabowo.

Artikel ini telah dimuat ulang untuk mengubah metadata.
2 Juli 2026 Artikel ini telah dimuat ulang untuk mengubah metadata.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami