Video Puan Maharani desak pemerintah genjot pajak rakyat merupakan hasil manipulasi AI

Di tengah menurunnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia, beredar video hasil manipulasi yang menunjukkan Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah untuk menggenjot pajak dari rakyat demi mengurangi utang luar negeri. Rekaman aslinya sebenarnya memperlihatkan Puan sedang membahas isu ketahanan energi dan pangan dalam sidang perlemen tahun 2022; sementara alat deteksi AI mengindikasikan bahwa audio dari rekaman tersebut dihasilkan oleh perangkat AI Google.

"DPR tidak mewakili rakyat, tapi wakil elit dan oligarki. DPR (Dewan Para Rentenir)," tulis sebagian teks pada video yang diunggah di TikTok pada 14 Juni 2026.

Video memperlihatkan Puan dengan kebaya merah muda berpidato dan mengatakan, "Kita harus genjot pajak dari rakyat, untuk menekan utang kita ke pihak asing."

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 14 Juli, dengan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Video tersebut beredar di tengah meningkatnya kekhawatiran publik mengenai kondisi ekonomi Indonesia, seiring nilai tukar rupiah yang terus mencetak rekor terendah dan utang luar negeri yang membengkak menjadi US$434 miliar pada kuartal pertama tahun 2026 (tautan arsip di sini dan sini).

Kondisi tersebut sangat terdampak oleh lonjakan harga minyak mentah global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah. Pemerintah Indonesia juga membuat investor khawatir dengan penerapan kontrol ekspor yang lebih ketat, sementara langkah DPR untuk memperketat pengawasan terhadap Bank Indonesia memicu kekhawatiran mengenai independensi lembaga tersebut.

Video tersebut juga beredar di Facebook dan TikTok dengan klaim serupa. Namun, klip tersebut telah disunting menggunakan AI.

Pencarian gambar terbalik menggunakan Google menemukan video berdurasi lebih panjang yang diunggah oleh akun YouTube Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 16 Agustus 2022 (tautan arsip).

"Sidang Tahunan MPR RI 16 Agustus 2022 akan menjadi momentum bagi MPR RI untuk menyampaikan  pesan kebangsaan. Sidang Tahunan MPR RI merupakan Konvensi Ketatanegaraan dalam rangka laporan kinerja Lembaga-Lembaga Negara yang disampaikan oleh Presiden RI," tulis deskripsi video pada postingan YouTube tersebut.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video asli yang diunggah oleh akun YouTube MPR (kanan)

Pada hari itu, Puan menyampaikan pidato yang membahas berbagai isu nasional, tetapi ia sama sekali tidak menyebutkan bahwa pemerintah harus memacu penarikan pajak untuk melunasi utang luar negeri Indonesia.

Video tersebut juga memuat kejanggalan visual yang menjadi ciri khas konten AI, termasuk jari-jari Puan yang tampak kabur dan saling tumpang tindih.

Alat deteksi AI milik Google, SynthID, menandai sebagian dari audio dalam klip itu hasil manipulasi menggunakan perangkat AI milik raksasa teknologi itu.

Image
Tangkapan layar hasil analisis SynthID

Saat dimintai tanggapan mengenai video yang beredar tersebut, seorang staf Puan yang dihubungi pada tanggal 14 Juli, mengarahkan AFP ke sebuah situs pemerintah Indonesia yang menepis klaim itu sebagai "hoaks" (tautan arsip).

AFP telah membantah misinformasi lain terkait kondisi ekonomi Indonesia.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami