Video Erling Haaland kaget melihat bayangannya sendiri merupakan hasil buatan AI

Seiring penyerang andalan Norwegia, Erling Haaland, membawa negaranya melaju ke fase akhir Piala Dunia 2026, sebuah video beredar di media sosial yang seolah-olah menampilkan dirinya terkejut saat melihat bayangannya sendiri di cermin. AFP menemukan bahwa klip tersebut telah disunting dari video hiburan yang diunggah oleh seorang pembuat konten asal Tiongkok. Tayangan yang beredar juga menampilkan beberapa kejanggalan visual.

"Erling Haaland lagi asyik makan dengan lahap sampai akhirnya tanpa sengaja melihat pantulan wajahnya di cermin. Seketika ekspresinya langsung berubah kaget, seolah baru sadar wajahnya sendiri," tulis keterangan video TikTok yang diunggah pada 29 Juni 2026.

Video memperlihatkan Haaland tengah menyantap makanan dan kaget saat melihat bayangannya sendiri di cermin. Video serupa telah ditonton lebih dari dua juga kali setelah dibagikan di TikTok, Instagram, dan Facebook.

Image
Tangkapan layar video salah yang diambil pada 7 Juli 2026, dengan label AI dan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Video tersebut semakin beredar seiring penyerang produktif asal Norwegia itu—yang disebut-sebut sebagai pencetak gol terbaik dunia oleh pelatih tim nasionalnya—membawa negaranya melaju ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya (tautan arsip).

Berkat ketajamannya dalam mencetak gol, penyerang berusia 25 tahun yang juga bermain di klub Inggris, Manchester City, ini mendapatkan banyak penggemar di media sosial. Di Tiongkok, misalnya, ia berhasil mengumpulkan lebih dari 4,5 juta pengikut hanya dalam beberapa minggu setelah peluncuran akun Douyin miliknya pada 6 Juni (tautan arsip). Sebuah iklan terbaru untuk jenama teh herbal Tiongkok, yang menampilkan Haaland berbicara dalam bahasa Mandarin, disukai lebih dari 95.700 kali di Instagram, sementara tanda pagar yang terkait dengan kampanye tersebut memperoleh lebih dari 230 juta tayangan di Weibo (tautan arsip di sini dan di sini).

Pengguna media sosial menyambutnya dengan gelombang meme yang menyoroti perbedaan nyata antara postur fisiknya dan kepribadiannya yang santai dan jenaka (tautan arsip).

Namun, video yang menampilkan Haaland kaget melihat bayangannya sendiri tersebut adalah hasil editan menggunakan AI.

Video editan AI

Pengecekan terhadap video yang beredar tersebut menemukan adanya kejanggalan visual yang mengindikasikan bahwa tayangan itu telah dimanipulasi menggunakan AI.

Misalnya, garis luar telinga kanan yang tampak tidak sesuai dengan bentuk asli telinga Haaland, sedangkan logo sponsor di bagian lengan seragamnya juga keliru (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video salah yang memperlihatkan telinga Haaland dan logo sponsor di lengan baju (kiri), foto yang didistribusikan oleh AFP (kanan atas), serta gambar di situs resmi jenama Puma (kanan bawah).

Verification Plugin—yang juga dikenal sebagai InVID-WeVerify dan turut dikembangkan oleh AFP—menemukan bukti kuat bahwa video tersebut memuat wajah hasil "manipulasi AI" (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis InVID-WeVerify dengan tanda AI yang disematkan oleh AFP

Seorang pengguna media sosial membagikan tangkapan layar video serupa pada kolom komentar di salah satu postingan dan menyebutnya sebagai video asli (tautan arsip).

Pencarian menggunakan kata kunci tertentu menemukan video asli yang diunggah oleh akun Douyin dengan nama "Xiaosi" pada 15 Juni (tautan arsip).

Keterangan pada postingan berbunyi: "Orang di cermin itu tampak tidak asing."

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video salah (kiri) dan video asli di Douyin (kanan)

Akun Douyin tersebut terdaftar di Provinsi Shandong, Tiongkok, dan dikelola oleh seorang pembuat konten yang rutin mengunggah video komedi (tautan arsip).

Pemilik akun mengatakan kepada AFP bahwa video tersebut adalah miliknya. Saat ditanya apakah ia mengetahui bahwa videonya telah disunting, ia menjawab, "Saya tidak tahu soal ini," seraya menambahkan bahwa ia hanya memiliki akun di Douyin, Kuaishou, dan WeChat Channels.

AFP sebelumnya telah membantah misinformasilainnya terkait Piala Dunia 2026.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami