Video tentara Iran menembak jatuh helikopter Apache AS ini buatan AI
- Diterbitkan pada hari 23/06/2026 pukul 10:45
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Ayesha MIRZA, AFP Pakistan
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Amerika Serikat (AS) dan Iran memang berbalas serangan baru-baru ini sebelum kedua negara akhirnya menyepakati perjanjian damai untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Namun, sebuah video di media sosial yang menunjukkan tentara Iran menembak jatuh helikopter milik AS bukanlah rekaman asli dari perang antara kedua negara. Klip itu menampilkan sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri utama konten AI, serta terdeteksi sebagai klip AI oleh alat pendeteksi AI.
"Helikopter tempur AS meledak di tembak tentara iran," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada 12 Juni 2026.
Video tersebut menunjukkan seorang tentara menembakkan misil dari sebuah kapal dan mengenai helikopter yang terbang di dekat kapal tersebut.
Postingan tersebut muncul setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump pada 9 Juni yang menyebutkan bahwa sebuah helikopter milik militer AS ditembak jatuh oleh Iran (tautan arsip). Washington mengonfirmasi bahwa helikopter berjenis Apache tersebut merupakan pesawat berawak kedua yang ditembak jatuh oleh Iran dalam perang di Timur Tengah, menyusul jatuhnya jet tempur F-15 milik AS pada April lalu.
Pusat Komando AS, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di wilayah Asia Barat, mengatakan dua kru Apache tersebut "berhasil diselematkan oleh pasukan AS setelah helikopter mereka jatuh di dekat pesisir Oman", dan mengatakan pihaknya telah meluncurkan serangan "pembelaan diri" ke Iran sebagai aksi balasan.
Trump lalu mengatakan pada 11 Juni bahwa ia telah membatalkan rencana untuk menyerang Iran (tautan arsip).
Pada 14 Juni, AS dan Iran menyepakati perjanjian damai dan penghentian operasi militer di segala lini, yang mengindikasikan berakhirnya perang di Timur Tengah yang telah langsung lebih dari tiga bulan (tautan arsip).
Video dengan klaim serupa juga beredar dalam berbagai bahasa di sejumlah platform media sosial. Namun, video tersebut tidak menunjukkan momen saat pasukan Iran menembak jatuh helikopter Apache milik militer AS.
Video tersebut memiliki sejumlah kejanggalan visual, termasuk adanya emblem bendera AS pada seragam yang dipakai oleh tentara Iran.
Media AS mengutip seorang pejabat pertahanan yang mengatakan helikopter tersebut ditembak jatuh oleh drone Iran, namun tentara dalam klip yang beredar tampak menggunakan senjata yang ia topang (tautan arsip di sini dan sini).
AFP memeriksa video tersebut melalui DeepFake-O-Meter, sebuah alat pendeteksi konten buatan AI yang dikembangkan oleh University of Buffalo, dan hasilnya menunjukkan tiga model pendeteksinya menemukan indikasi bahwa video tersebut kemungkinan besar dibuat menggunakan AI (tautan arsip).
Artikel pemeriksaan fakta AFP lainnya terkait konflik di Timur Tengah bisa dibaca di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami