Klaim salah terkait penghapusan MBG beredar di media sosial

Gelombang kritik terus berdatangan terhadap program andalan Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, klaim yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa Prabowo telah menghapus MBG dan menggantinya dengan bantuan uang tunai tidaklah benar. Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara program MBG selama masa libur sekolah dan mengurangi anggaran program tersebut, namun sejumlah pejabat, termasuk Presiden Prabowo, berulangkali mengungkapkan bahwa MBG akan terus berjalan dan tidak ada rencana untuk mengganti skema bantuan dalam program bernilai triliunan rupiah itu.

Sebuah poster yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto "resmi" menghapus MBG dibagikan di Facebook pada 14 Juni 2026.

"Purbaya ganti MBG dengan tunai," tulis sebagian teks pada poster tersebut, merujuk pada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Poster tersebut juga memuat foto Prabowo dan Purbaya.

Baik keterangan postingan maupun teks pada poster tersebut mengatakan bahwa keputusan untuk menghapus MBG tersebut mengakibatkan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpaksa gulung tikar.

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 26 Juni 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Klaim serupa beredar luas di Facebook, Instagram dan postingan Threads.

"Verry2 Good semoga dengan petegantian by systemnya dengan uang tunai akan lebih efektif dan efisien oke," tulis seorang pengguna dalam postingan salah yang beredar.

Pengguna lainnya mengomentari: "Dialihkan untuk pendidikan dan kesehatan saja ."

Proyek bernilai triliunan rupiah tersebut merupakan program andalanPrabowo saat berkampanye pada pemilihan presiden 2024 (tautan arsip).

Pemerintah mengatakan MBG telah memberi makan kepada lebih dari 61 juta orang hingga Maret 2026, namun program tersebut juga dirundung berbagai macam masalah mulai dari kasus keracunan hingga kasus korupsi teranyar yang menimpa petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) (tautan arsip di sini dan sini).

Pada 12 Juni, ratusan mahasiswa turun ke jalan di Jakarta menggelar aksi unjuk rasa menyuarakan rasa frustasi atas kondisi ekonomi Indonesia yang memburuk serta meminta pemerintah untuk menghapus MBG (tautan arsip). 

Image
Sejumlah perempuan membawa peralatan dapur dan poster dalam aksi unjuk rasa menuntut pemerintah menghapus program MBG yang digelar di Jakarta pada 18 Juni 2026 (AFP / BAY ISMOYO)

Namun hingga laporan ini diturunkan, tidak ada keterangan resmi yang menyebutkan bahwa pemerintah telah menghapus program tersebut.

BGN sebelumnya telah menolak usulan untuk mengganti MBG dengan skema pemberian uang tunai dengan alasan skema tersebut rawan disalahgunakan (tautan arsip).

'Mandat rakyat'

Beberapa hari setelah protes yang dilakukan mahasiswa, kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan kecil kemungkinan bahwa pemerintah akan menghentikan MBG karena program tersebut merupakan "mandat rakyat" (tautan arsip).

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo kerap kali membela program prioritasnya itu.

Dalam pidato saat menghadiri peringatan Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan di Gorontalo pada 24 Juni, Prabowo menekankan pentingnya MBG, dengan mengatakan bahwa tidak ada yang lebih penting dari mengatasi "perut yang kelaparan" (tautan arsip).

"Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani, nelayan, MBG perlu atau tidak?" ujarnya.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada [yang] lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau nggak segera diisi, ya dia mati."

Penyesuaian skema

Meskipun Prabowo telah menepis usulan terkait penghapusan MBG, sejumlah upaya telah diambil pemerintah untuk mengurangi anggaran program tersebut. 

Badan Gizi Nasional telah memutuskan bahwa MBG tidak akan berjalan selama masa libur sekolah yang berlangsung dari 22 Juni hingga 13 Juli (tautan arsip). BGN juga mengatakan bahwa MBG tidak akan beroperasi pada akhir pekan dan hari libur nasional.

Wakil kepala BGN sekaligus juru bicara badan tersebut, Agustina Arumsari, mengatakan dalam pernyataan pada 18 Juni bahwa langkah itu bukan hanya terkait dengan "efisiensi anggaran" namun juga untuk "memastikan bahwa setiap sumber daya yang dimiliki oleh negara dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kelompok yang membutuhkan". 

Selama MBG berhenti beroperasi dalam periode libur sekolah, Agustina mengatakan anggaran yang dihemat mencapai lebih dari tiga triliun rupiah.

AFP telah menghubungi Agustina, yang baru bergabung dengan BGN pada Juni lalu, untuk meminta komentar terkait klaim yang beredar namun tidak mendapat respons hingga laporan diterbitkan.

Menteri Keuangan Purbaya juga telah mengumumkan pemangkasan anggaran MBG pada 26 Juni (tautan arsip). 

Purbaya tidak mengungkapkan detail berapa jumlah anggaran yang dipotong, namun ia menyebutkan bahwa jumlahnya "signifikan".

Sejumlah media lokal melaporkan bahwa alokasi anggaran untuk program prioritas tersebut, yang bertujuan untuk memberi makan 83 juta anak sekolah, ibu hamil dan penerima lainnya, mencapai Rp268 triliun pada 2026.

AFP sebelumnya telah menyanggah misinformasi lain yang terkait beberapa program pemerintah Indonesia.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami