Video pembongkaran gedung di Turki dibagikan sebagai rekaman gempa Venezuela

Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat pada 24 Juni 2026, yang menyebabkan banyak bangunan ambruk dan korban tertimbun puing-puing. Namun, sebuah video bangunan runtuh yang beredar di media sosial dan diklaim sebagai rekaman dampak bencana di negara Amerika Selatan tersebut sebenarnya diambil di Turki. Tayangan itu memperlihatkan sebuah gedung yang sengaja dirobohkan setelah rusak dihantam gempa 7,8 magnitudo pada tahun 2023.

"Gedung runtuh akibat gempa 7,5 SR Venezuela," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada tanggal 26 Juni 2026.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 1 Juli 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Klip dengan klaim serupa turut menyebar di postingan Facebook lainnya dan di TikTok, serta muncul dalam bahasa Inggris, setelah dua gempa bumi besar mengguncang wilayah barat Caracas, ibu kota Venezuela, pada 24 Juni.

Gempa berkekuatan 7,2 dan 7,5 magnitudo -- yang menjadi gempa terkuat lebih dari satu abad terakhir di Venezuela— menyebabkan ratusan bangunan runtuh, dengan negara bagian La Guaira di wilayah utara sebagai area terdampak paling parah (tautan arsip)

Pada 26 Juni, kepala bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 50.000 orang dinyatakan hilang, sementara para penyintas dan tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mengeluarkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan (tautan arsip di sini dan sini). 

Namun, video bangunan runtuh yang beredar di media sosial tersebut tidak direkam di Venezuela.

Pencarian gambar terbalik menemukan tangkapan layar ataupun rekaman bangunan runtuh tersebut dimuat di berbagai situs pemberitaan media-media Turki (tautan arsip di sini, sini, sini, dan sini).

Laporan-laporan itu menyebutkan bahwa video itu merupakan rekaman yang diambil oleh seorang warga pada 1 Oktober 2023, memperlihatkan pembongkaran sebuah gedung apartemen di kota Kahramanmaraş, Turki.

Disebutkan pula bahwa gedung tersebut mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,8 magnitudo yang terjadi pada 6 Februari di tahun yang sama.

Pencarian kata kunci menemukan bahwa video itu juga diunggah oleh Ihlas News Agency (IHA), sebuah kantor berita asal Turki, yang melaporkan bahwa pembongkaran tersebut sempat membuat orang-orang yang menyaksikan panik karena bangunan itu runtuh ke arah depan, berbeda dari perkiraan awal (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan rekaman di website IHA (kanan)

Laporan berita IHA menyebutkan bahwa bangunan yang dirobohkan tersebut memiliki 15 lantai dan terletak di Batı Şehir Park di kawasan Üngüt.

Tampilan Google Street View dari tahun 2022 mengonfirmasi lokasi tersebut, sementara gambar terbaru yang diambil tahun 2025 memperlihatkan bahwa bangunan itu sudah tidak ada lagi (tautan arsip di sini, di sini, dan di sini).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan tampilan Google Street View (kanan), dengan bagian yang sama ditandai oleh AFP

Beberapa minggu setelah gempa bumi tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa sekitar 118.000 bangunan runtuh, mengalami kerusakan parah, atau perlu segera dibongkar akibat guncangan tersebut (tautan arsip).

Bencana tersebut menyebabkan setidaknya 53.500 orang meninggal dunia di Turki.

Artikel periksa fakta AFP lainnya terkait bencana alam bisa dibaca di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami