Video warga Venezuela merayakan penangkapan Maduro ini buatan AI

Menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas yang berakhir dengan penangkapan Nicolás Maduro, sebuah video beredar di media sosial disertai klaim salah bahwa tayangannya memperlihatkan orang-orang sedang merayakan penangkapan pemimpin Venezuela tersebut. Meskipun ribuan warga Venezuela di luar negeri memang merayakan lengsernya kekuasaan Maduro, video yang beredar itu adalah hasil kecerdasan buatan (AI).

"Warga Venezuela dilaporkan merayakan kabar penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Perayaan terlihat di sejumlah titik, terutama di kalangan diaspora Venezuela di luar negeri," tulis keterangan video yang dibagikan di Facebook pada tangal 9 Januari 2026. 

Video seolah-olah menunjukkan warga Venezuela sedang merayakan penangkapan Maduro oleh militer AS.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 16 Januari 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Video yang sama juga dibagikan di Facebook setelah AS mengumumkan penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada tanggal 3 Januari (tautan arsip).

Militer AS menerbangkan Maduro dan istrinya ke New York untuk menghadapi persidangan atas sejumlah tuduhan. Keduanya menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut pada tanggal 5 Januari (tautan arsip).

Delcy Rodríguez yang awalnya menjabat sebagai wakil presiden kemudian ditunjuk sebagai presiden ad interim. Washington mengisyaratkan kesediaan untuk bekerja sama dengan Rodríguez sambil terus mendesak untuk mendapatkan akses ke sumber daya minyak Republik Bolivar tersebut (archived link).

Namun, meskipun ribuan warga Venezuela di luar negeri memang merayakan penangkapan Maduro, video yang beredar itu buatan AI (tautan arsip).

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video yang beredar mengarahkan kepada postingan TikTok tanggal 3 Januari 2026 (tautan arsip). Video TikTok ini telah dilabeli sebagai konten AI atau "AI-generated" dan memperlihatkan peristiwa yang sama dengan video salah.

Akun TikTok tersebut sering mengunggah video-video AI dan menyatakan dalam laman profilnya bahwa postingan-postingannya hanya sekadar "komedi".

Image
Tangkapan layar postingan TikTok, dengan label AI yang ditandai oleh AFP

Klip yang beredar di Facebook juga memuat beberapa kejanggalan visual, misalnya objek yang terlihat buram dan saling bertumpuk satu sama lain. Juga tampilan hewan, tangan, dan jari yang terdistorsi. Semua ini merupakan tanda-tanda kuat bahwa konten tersebut dibuat dengan bantuan AI.

Image
Tangkapan layar video salah, dengan kejanggalan visual yang ditandai oleh AFP

Analisis klip menggunakan Hive Moderation, sebuah alat untuk mengidentifikasi konten AI, menyatakan bahwa klip tersebut "kemungkinan mengandung konten buatan AI atau deepfake."

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hive Moderation

AFP telah membantah sejumlah klaim salah terkait peristiwa di Venezuela.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami