Video menunjukkan aksi demonstrasi di Prancis, bukan di Iran

Di tengah demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Iran, sebuah rekaman dibagikan di media sosial dengan narasi salah bahwa tayangan video memperlihatkan seorang wanita Iran melepas hijab saat aksi protes di negara teokrasi itu. Faktanya, wanita dalam video berkewarganegaraan Prancis dan ia melakukan aksinya saat demo di Paris.

"Seorang wanita Iran melepas hijab di publik dan memamerkan kaosnya yang bertuliskan 'Fu*k Khamenei'. Aksi tersebut ia lakukan sebagai bentuk perlawanan atas peraturan rezim Islam keras di Iran yang dinilai merugikan wanita," tulis keterangan pada unggahan Facebook yang dibagikan pada tanggal 14 Januari 2026.

Video menunjukkan seorang wanita membuka kerudung hitam dan mantel yang dipakainya saat melakukan aksi demonstrasi. Ia lalu menunjukkan tulisan pada kaos putih yang dikenakannya yang berisi makian kepada pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.

Teks pada video berisi klaim yang sama dengan keterangan postingan.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada tanggal 19 Januari 2026, dengan tanda silang merah yang telah ditambahkan oleh AFP

Postingan lain mengklaim bahwa peristiwa pada video terjadi di Iran.

Video beredar di tengah  protes anti-pemerintah di Iran yang dipicu oleh ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi negara dan mendapat momentum saat terjadi kekerasan aparat (tautan arsip).

Demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di berbagai kota di Iran saat ini menjadi tantangan besar bagi rezim yang telah berkuasa di Iran sejak revolusi pada tahun 1979 (tautan arsip). Di tengah demonstrasi, muncul sejumlah seruan agar sistem klerikal di negara itu dihapus. Otoritas Iran menuduh campur tangan asing sebagai penyebab kerusuhan dan menggelar unjuk rasa tandingan di seluruh negeri.

Iran Human Rights, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Norwegia, mengatakan bahwa pasukan keamanan telah membunuh setidaknya 3.428 demonstran dan menangkap lebih dari 10.000 orang (tautan arsip).

Namun, video tersebut tidak direkam di Iran dan tidak menunjukkan wanita Iran.

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video yang beredar itu menemukan bahwa klip tersebut pernah diunggah pada tanggal 11 Januari oleh akun Instagram bercentang biru milik seseorang yang tinggal di Prancis (tautan arsip).

Keterangan berbahasa Inggris pada postingan Instagram itu artinya: "Dukung Iran melawan tirani Islam."

Image
Perbandingan tangkapan layar video di postingan salah (kiri) dan video asli yang diunggah di Instagram (kanan)

Pengunggah video mengatakan kepada AFP bahwa ia adalah seorang aktivis LGBTQ+ yang berkebangsaan Prancis dan juru bicara Collectif Éros, sebuah organisasi berbasis di Paris yang berkampanye menentang ideologi Islamisme dan paham LGBTQ+ ekstrim.

Aksi protes berlangsung di Paris pada tanggal 11 Januari, katanya pada 13 Januari, seraya menambahkan: "Pertemuan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Homaa yang menyatukan orang-orang Iran yang tinggal di Prancis dan sekutu-sekutu Prancis untuk menyebarkan kesadaran tentang revolusi Iran.

"Jadi Homaa mengizinkan saya melakukan aksi ini di atas truk mereka sebagai simbol dukungan."

Beberapa objek pada video juga cocok dengan tampilan Google Street View imagery sebuah tempat di Paris (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan tampilan Google Street View sebuah tempat di Paris (kanan), dengan bangunan yang sama telah ditandai oleh AFP

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami