Video Suriah dibagikan dengan konteks salah sebagai serangan Iran ke Haifa
- Diterbitkan pada hari 06/03/2026 pukul 08:01
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: AFP Indonesia
Amerika Serikat (AS) dan Israel menggempur Iran pada 28 Februari 2026 dan menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut. Namun, video yang diklaim di media sosial sebagai serangan pembalasan Tehran di Kota Haifa di utara Israel tidak berkaitan dengan perang yang sedang berlangsung. Rekaman itu menunjukkan serangan Israel terhadap markas militer Suriah di Damaskus pada Juli 2025.
"Kota Haifa di Israel akhirnya di Hujani Misil Rudal oleh Iran," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada 1 Maret. Klip menunjukkan ledakan di sekitar bangunan dengan later perkotaan.
"Ini ada serangan pertama yang menyentuh Israel, balasan atas kedaulatan Iran yang diserang duluan oleh Amerika dan Israel."
Video itu dibagikan dengan klaim serupa di postingan Facebook lainnya saat Iran mulai melancarkan serangkaian serangan terhadap beberapa negara Teluk, tempat sejumlah markas militer AS berada. Aksi militer Iran dilakukan sebagai balasan atas gempuran koalisi AS-Israel yang lebih dulu dilakukan pada 28 Februari dan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi republik Islam itu (tautan arsip).
Rudal-rudal Iran telah menghantam wilayah Israel (tautan arsip). Di sisi lain, Hizbullah, kelompok militan yang didukung Iran, mengatakan pihaknya menyasar pangkalan angkatan laut di Haifa dengan "rentetan rudal kualitas tinggi" pada 3 Maret (tautan arsip).
Namun, video yang beredar tersebut telah ada sebelum perang Iran berlangsung.
Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video yang beredar menemukan sebuah klip dari ledakan yang sama dipublikasikan oleh kantor berita Qatar Al Jazeera pada 16 Juli 2025 (tautan arsip).
Laporan tersebut menyebutkan video itu menampilkan serangan Israel terhadap markas militer Suriah yang menewaskan tiga orang. Israel mengatakan aksi itu dilakukan untuk membela kelompok minoritas Druze dari serangan suku Bedouin.
AFP melaporkan pasukan pemerintah Suriah masuk ke kota Sweida, yang mayoritas penduduknya berasal dari kelompok Druze, pada Juli 2025 dengan tujuan untuk mengawasi gencatan senjata yang telah disepakati antara pemimpin komunitas Druze dan suku Bedouin (tautan arsip). Sebelumnya, bentrokan terjadi antara kedua kubu dan menyebakan lebih dari 100 orang meninggal dunia.
Namun, saksi mata melaporkan bahwa pasukan pemerintah beserta anggota suku Bedouin melakukan serangan terhadap pasukan Druze dan warga sipil dalam sebuah aksi berdarah yang menewaskan hampir 250 orang di kota tersebut.
Monumen berbentuk pedang yang terlihat di video cocok dengan landmark yang terletak di Alun-alun Umayyad Kota Damaskus (tautan arsip di sini dan di sini).
AFP telah menyanggah berbagai misinformasi lainnya yang terkait dengan konflik di Iran.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami