Foto AI 'pasukan Iran menangkap tentara Israel' beredar di media sosial

  • Diterbitkan pada hari 08/05/2026 pukul 12:42
  • Waktu baca 2 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Seiring ketegangan yang masih terus berlangsung di Selat Hormuz, sebuah foto AI beredar di media sosial disertai klaim bahwa pasukan Iran berhasil menangkap sekelompok tentara Israel yang menjalankan misi rahasia di jalur perairan yang penting bagi pedagangan minyak dan gas tersebut. Hingga saat ini tidak ada laporan resmi bahwa Iran menangkap tentara Israel di Selat Hormuz, dan foto yang dibagikan itu berisi tanda-tanda hasil manipulasi visual.

"Puluhan tentara Israel dilaporkan ditangkap oleh pasukan Iran saat menjalankan misi rahasia di Selat Hormuz. Operasi tersebut, yang berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu, gagal setelah pergerakan mereka terdeteksi oleh pasukan Iran," tulis keterangan foto yang diposting di Facebook pada 2 Mei 2026.

"Para tentara tersebut saat ini berada di bawah pengamanan militer Iran yang ketat untuk interogasi dan penyelidikan lebih lanjut. Situasi ini semakin memperburuk konflik yang sudah memanas di Timur Tengah, khususnya di jalur perdagangan global yang strategis ini," lanjut keterangan postingan.

Foto pada unggahan yang telah disukai lebih dari 4.000 kali tersebut menunjukkan tentara Iran mengawasi tentara Israel yang ditangkap di atas sebuah kapal.

Image
Tangkapan layar postingan salah di Facebook yang diambil pada 7 Mei 2026, dengan tanda silang merah dan penanda AI telah ditambahkan oleh AFP

Perang di Timur Tengah bermula dengan gempuran yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari, sehingga memicu serangan balasan dari Iran yang menembakkan rudal dan drone ke negara-negara Teluk serta memblokade Selat Hormuz  (tautan arsip).

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada 7 Mei bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang "sangat mungkin" tercapai, tetapi ia juga memperingatkan bahwa Washington akan melanjutkan pengeboman jika perundingan gagal.

Video buatan AI itu menyebar luas di berbagai postingan. 

Komentar pada postingan menunjukkan beberapa pengguna media sosial percaya bahwa gambar tersebut asli. 

"Sungguh pemandangan indah wahai saudaraku Iran sehat terus amin," tulis salah satu komentar. Sementara komentar yang lain berbunyi, "ini tentara ditugaskan oleh trump merebut kilang minyak iran".

Namun, hingga laporan ini diterbitkan pada 8 Mei tidak ada laporan resmi tentang tentara Israel yang diangkap oleh Iran di Selat Hormuz. 

Analisis pada foto yang beredar menemukan beberapa kejanggalan visual yang kerap ditemukan pada konten-konten hasil rekaan AI.

Misalnya, beberapa wajah tentara pada gambar tersebut tampak terdistorsi, tangan tentara yang terikat tetapi ikatannya tidak tersambung, dan dua tentara Iran yang tampak berdiri di luar pagar. 

Image
Tangkapan layar gambar AI dengan kejanggalan visual yang ditandai oleh AFP

Dengan menggunakan kombinasi pencarian gambar terbalik dan kata kunci di Google serta Facebook, AFP menemukan bahwa gambar tersebut mulai dibagikan di Facebook pada 2 Mei.

Akun pertama yang membagikannya mendeskripsikan dirinya sebagai "digital creator", dan di dalam bionya dia menuliskan: "AI sejatinya hanyalah alat—kecerdasannya berasal dari manusia, tapi nilainya ditentukan oleh bagaimana kita menggunakannya."

Akun itu pernah mengunggah gambar-gambar serupa yang menunjukkan tentara AS dan Israel yang ditangkap (tautan arsip).

AFP sudah berusaha menghubungi pemilik akun namun belum mendapatkan respons. 

Hasil analisis alat pendeteksi AI, Hive Moderation, menemukan bahwa terdapat 95,1 persen kemungkinan gambar tersebut dibuat dengan AI (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar dari hasil analisis Hive Moderation

AFP telah menyanggah berbagai misinformasi terkait dengan perang di Timur Tengah di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami