Postingan media sosial bagikan misinformasi tentang kedatangan pasukan Chechnya di Iran
- Diterbitkan pada hari 04/05/2026 pukul 12:09
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Tolera FIKRU GEMTA, AFP Etiopia
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Di tengah gencatan senjata yang disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, postingan media sosial membagikan dua foto yang diklaim memperlihatkan pasukan Chechnya yang tiba di Tehran untuk membela negara republik Islam tersebut. Faktanya, kedua foto diambil di Republik Chechnya pada 2022 dan tidak berkaitan dengan konflik di Timur Tengah.
"Menurut laporan terbaru, lebih dari 430.000 pejuang Chechnya Rusia tiba di Teheran pagi ini untuk membela Iran. Komandan Chechnya telah bersumpah untuk menghadapi AS dan Israel jika mereka berani menyerang Iran," tulis keterangan foto dalam postingan Facebook tertanggal 11 April 2026.
Foto pertama pada postingan menunjukkan konvoi kendaraan dan tentara di sebuah jalan. Sedangkan foto kedua menunjukkan sekelompok pria berpakaian militer.
Terdapat tiga emoji bendera Rusia pada foto serta teks yang mengulangi klaim pada keterangan postingan.
Postingan ini beredar di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran yang menghentikan sementera perang yang bermula pada 28 Februari lalu dengan serangan koalisi AS-Israel ke Iran (tautan arsip).
Usaha Pakistan untuk memediasi pembicaraan damai antara Washington dan Tehran hingga saat ini belum menghasilkan apapun -- pertemuan pertama antara kedua negara tidak mencapai titik temu dan rencana pertemuan kedua hingga kini masih belum menentu (tautan arsip di sini dan sini).
Sementara itu, ketegangan di Selat Hormuz semakin memburuk karena AS mengambil tindakan untuk memblokade jalur pelayaran penting tersebut, sehingga prospek deeskalasi semakin tidak pasti (tautan arsip).
Postingan serupa juga beredar di Instagram, Threads, dan TikTok.
Namun, foto-foto dalam postingan itu adalah potret lama yang tak terkait dengan perang Iran.
Pencarian gambar terbalik untuk menemukan foto pertama mengarahkan kepada laporan Al-Jazeera pada 24 Maret 2022 yang turut memuat foto tersebut (tautan arsip). Foto yang ditayangkan Al-Jazeera mengutip Reuters sebagai sumber foto. Artikel itu sendiri membahas tentang pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, dalam konflik di Ukraina.
Sedangkan keterangan foto menyebutkan bahwa konvoi kendaraan dan tentara tersebut berlangsung di ibu kota Republik Chechnya, Grozny, pada 25 Februari.
"Pasukan Chechnya berbaris di Grozny setelah pidato Presiden Ramzan Kadyrov tentang invasi Rusia ke Ukraina pada 25 Februari [Chingis Kondarov/Reuters]," tulis keterangan dalam foto itu.
Penelusuran untuk menemukan foto kedua -- juga dengan menggunakan metode gambar terbalik -- menemukan potret sekelompok pria berseragam tentara tersebut pernah dimuat di situs berita Rusia, NEWS.ru, pada Desember 2023 (tautan arsip). Laporan NEWS.ru tersebut membahas mobilisasi pasukan Chechnya dalam perang dengan Ukraina.
Keterangan foto menyebutkan kantor berita Rusia, TASS, sebagai sumber foto.
Pencarian dengan kata kunci di website TASS menemukan bahwa foto asli dari gambar itu diambil setahun sebelum artikel itu terbit, tepatnya pada 15 Oktober 2022 (tautan arsip).
"Para prajurit terlihat di pemukiman militer Khankala sebelum mereka dikirim ke zona operasi militer khusus," tulis keterangan tersebut.
"Angkatan Bersenjata Rusia sedang melaksanakan operasi militer khusus di Ukraina sebagai tanggapan atas permintaan bantuan dari para pemimpin Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Lugansk."
Tidak ada laporan kredibel yang menyebutkan bahwa ratusan ribu pasukan Chechnya telah tiba di Iran.
Laporan AFP yang menyanggah misinformasi lain terkait dengan konflik di Timur Tengah bisa dibaca di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami