Video Trump tertidur saat rapat di Gedung Putih merupakan hasil editan
- Diterbitkan pada hari 01/05/2026 pukul 10:01
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Bill MCCARTHY, AFP Amerika Serikat
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Sebuah video hasil editan beredar di media sosial seolah-olah memperlihatkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tertidur pulas saat sedang mengikuti rapat di Ruang Oval Gedung Putih. Meski tayangan aslinya memang menunjukkan Trump beberapa kali memejamkan mata, klip yang beredar telah disunting oleh seorang seniman grafis yang mengatakan bahwa karyanya hanya sekedar parodi belaka.
"Breaking: kebanyakan begadang. Trump tertidur saat acara langsung tentang keterjangkauan layanan kesehatan membenturkan kepalanya ke meja resolute dengan sangat keras hingga membuat dirinya pingsan," tulis teks pada video yang dibagikan di TikTok pada 25 April 2026.
Trump yang berusia 79 tahun menjadi presiden terpilih tertua dalam sejarah Amerika. Para pengkritiknya menyerukan agar Trump dicopot dari jabatannya, termasuk dengan alasan kesehatan, khususnya setelah ia mengancam untuk menghapus peradaban Iran pada awal April lalu (tautan arsip).
Postingan serupa juga beredar di TikTok, Instagram, dan Facebook, termasuk dalam bentuk foto --bahkan disebarkan tokoh publik dan politikus di AS. Beberapa unggahan bahkan menyerukan perlunya penerapan Amandemen ke-25 Konstitusi AS, yang menyediakan mekanisme pergantian kekuasaan jika seorang presiden tidak mampu memerintah, khususnya dalam hal sakit.
Namun, video dan gambar yang beredar adalah hasil suntingan.
Pencarian gambar terbalik mengarahkan kepada sebuah video Trump tertidur saat rapat dengan wajahnya menempel di meja yang diunggah di X oleh akun "@PaulleyTicks" (tautan arsip).
Akun X @PaulleyTicks, bersama dengan halaman Facebook dan Instagram yang juga mengunggah video itu, dikelola oleh Tom Adelsbach, seorang seniman grafis dan satiris yang telah memegang beberapa akun X dengan nama samaran yang secara fonetik terdengar seperti kata "politik" (tautan arsip di sini dan sini).
Ketika dihubungi melalui Instagram, Adelsbach mengatakan kepada AFP bahwa dia membuat video editan tersebut menggunakan perangkat lunak pengeditan Adobe yang dikombinasikan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).
"Sudah jelas itu tujuannya untuk parodi," katanya pada 24 April.
Siaran langsung melalui YouTube dari akun resmi Gedung Putih terkait acara tersebut menunjukkan bagian yang diubah oleh Adelsbach, di mana Chris Klomp, Direktur Pusat Medicare AS, berbicara dari belakang Trump dan memberi isyarat dengan tiga jari di tangan kanannya (tautan arsip). Dalam rekaman asli, Trump sedikit condong ke satu sisi dan seperti melihat ke bawah ke arah dokumen-dokumen di mejanya -- berbeda dari video editan yang memperlihatkan kepala Trump menempel sampai ke meja.
AFP telah membantah berbagai misinformasi yang terkait dengan Trump di sini dan sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami