Video menunjukkan Trump melihat dokumen miliknya, bukan mengintip catatan Xi Jinping
- Diterbitkan pada hari 22/05/2026 pukul 11:56
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Livia LIU, AFP Hongkong
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada Mei 2026 telah memicu penyebaran misinformasi di dunia maya. Salah satunya video yang diklaim memperlihatkan Trump mengintip buku catatan milik Xi dalam sebuah acara jamuan makan. Namun, hasil analisis AFP terhadap sejumlah klip lain dari acara perjamuan itu menunjukkan bahwa dokumen yang dilihat Trump memuat lambang kepresidenan AS dan merupakan milik sang presiden.
"Selama jamuan makan malam resmi dengan Xi Jinping di Beijing, Donald Trump, kepala pemerintahan Amerika Serikat, menjadi sasaran kamera media dan pengguna media sosial ketika ia membuka buku catatan Presiden Tiongkok," tulis keterangan video yang dibagikan di Instagram pada 15 Mei 2026.
"Gambar yang dipublikasikan menunjukkan Trump melihat catatan di depan Xi Jinping sejenak; sebuah peristiwa yang memicu banyak reaksi dan lelucon di jejaring sosial," tambah keterangan unggahan.
Video tersebut memperlihatkan Trump tampak membuka sebuah dokumen, melihat halaman tertentu dari file tersebut dan kemudian menutup kembali dokumen itu.
Rekaman tersebut diambil dalam acara jamuan kenegaraan di Beijing pada 14 Mei, yang menjadi bagian dari lawatan Trump selama dua hari ke Tiongkok. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengurangi ketegangan antara dua negara adidaya yang sering terlibat perang dagang tersebut (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah menyanggah sebuah foto AI yang diklaim memperlihatkan tumpukan cinderamata pemberian pihak Tiongkok yang dibuang delegasi AS.
Video dengan klaim Trump yang mengintip catatan miliki Xi Jinping juga beredar di X, Facebook, dan TikTok. Klip tersebut juga beredar dalam berbagai bahasa seperti Inggris dan Korea dan setidaknya dilaporkan oleh satu kantor berita.
"Mau nyontek, ternyata isinya bahasa cina semua," tulis salah satu warganet dalam postingan salah berbahasa Indonesia.
"Orang gada etika begitu bisa jadi pemimpin negara besar kek amerika ya," ujar pengguna Instagram lainnya.
AFP menganalisis rekaman yang beredar tersebut dan menemukan bahwa folder yang "diintip" oleh Trump ternyata memuat lambang kepresidenan AS dan faktanya merupakan folder miliknya.
Klip dari acara jamuan kenegaraan yang disiarkan oleh akun YouTube resmi Gedung Putih menunjukkan folder tersebut telah terletak di meja sebelum para pemimpin duduk (tautan arsip).
Pada menit ke-2:10, Xi terlihat meninggalkan meja untuk menyampaikan pidato di podium. Kemudian pada menit ke-2:25, Trump tampak membuka folder tersebut dan melihat isinya sekilas.
Setelah Xi selesai berpidato dan kembali ke tempat duduknya, Trump menjabat tangan pemimpin Tiongkok tersebut lalu membawa folder itu bersamanya ke podium.
Rekaman siaran langsung dari lembaga resmi penyiaraan Tiongkok Phoenix TV juga menunjukkan momen ketika Trump bangkit dan membawa folder tersebut bersamanya (tautan arsip).
Trump dan sejumlah pejabat AS lainnya telah menggunakan folder yang memuat lambang kepresidenan AS yang sama dalam sejumlah kesempatan (tautan arsip).
Pihak Gedung Putih belum menanggapi permintaan komentar AFP hingga artikel ini terbit.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami