Gambar keranjang sampah berisi hadiah yang dibuang delegasi AS adalah hasil buatan AI
- Diterbitkan pada hari 22/05/2026 pukul 09:54
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Chayanit ITTHIPONGMAETEE, AFP Thailand
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Para wartawan dan staf Gedung Putih diminta menyerahkan lencana serta pin yang diberikan oleh pihak Tiongkok sebelum mereka menaiki Air Force One seusai pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Beijing. Namun, sebuah gambar di media sosial yang menampilkan tempat sampah yang penuh sesak dengan hadiah merupakan hasil kecerdasan buatan (AI). Gambar tersebut memuat sejumlah kejanggalan visual dan telah ditandai oleh alat deteksi AI sebagai konten sintetis. Seorang fotografer AFP yang meliput momen keberangkatan tersebut juga menyatakan bahwa gambar itu hasil rekaan, sementara pihak Gedung Putih menyebutnya sebagai hasil buatan AI.
"Seluruh delegasi Amerika Serikat dilaporkan membuang semua barang pemberian tuan rumah China sebelum meninggalkan Beijing. Tidak ada satu pun barang asal China yang ikut naik ke pes kepresidenan Air Force," tulis keterangan video dalam postingan TikTok pada 16 Mei 2026.
Video tersebut berisi gambar statis yang memperlihatkan sebuah keranjang besar di dekat pesawat kepresidenan AS dipenuhi dengan berbagai kotak hadiah berwarna merah dan suvenir Tiongkok.
Gambar yang sama juga beredar dengan narasi serupa dalam berbagai bahasa setelah Presiden AS Donald Trump mengakhiri kunjungannya selama dua hari untuk bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada 15 Mei (tautan arsip).
Pertemuan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan di antara kedua negara adidaya tersebut. Trump mengatakan bahwa ia telah membuat "kesepakatan dagang yang fantastis" serta menyelesaikan "berbagai macam masalah", sementara Xi menggambarkan pertemuan itu sebagai "kunjungan bersejarah" (tautan arsip).
Namun, ketegangan sempat terjadi di sela-sela pertemuan antara staf Tiongkok dan AS terkait liputan pers dan pengamanan.
Para pejabat AS meminta staf dan awak media yang hendak menaiki Air Force One untuk menyerahkan seluruh lencana dan pin yang diberikan oleh pihak Tiongkok serta ponsel "sekali pakai" milik delegasi AS. Barang-barang yang disita tersebut kemudian dibuang ke dalam tong sampah di kaki tangga pesawat kepresidenan itu, seperti yang dilaporkan oleh AFP (tautan arsip).
Koresponden Gedung Putih dari New York Post, Emily Goodin, juga menulis di X pada 15 Mei: "Staf AS mengambil segala sesuatu yang dibagikan oleh para pejabat Tiongkok -- antara lain tanda pengenal, ponsel sekali pakai dari staf Gedung Putih, pin untuk delegasi -- mengumpulkannya sebelum kami menaiki AF1, lalu membuangnya ke dalam tong sampah di bawah tangga. Tidak ada satu pun barang dari Tiongkok yang diizinkan masuk ke dalam pesawat" (tautan arsip).
Namun, gambar yang beredar di media sosial itu adalah hasil buatan AI.
Gambar AI
Terdapat beberapa perbedaan visual antara gambar yang beredar dan foto-foto AFP yang memperlihatkan Trump menaiki Air Force One di Beijing, seperti bentuk badan pesawat serta susunan jendela dan pintu aksesnya.
Fotografer AFP Brendan Smialowski, yang berada di lokasi kejadian, menyebut bahwa foto itu "100 persen hasil rekaan".
Ia mengatakan bahwa para awak media diminta untuk menyerahkan tanda pengenal yang dikeluarkan oleh pihak Tiongkok, pin, serta alat komunikasi seperti telepon sementara.
"Hal ini sebenarnya tidak terlalu jarang terjadi, terutama pada pin fisik. Sepemahaman saya, mungkin ada kekhawatiran terkait keamanan sehubungan dengan data yang tersimpan di dalamnya, atau bisa jadi pihak yang memberikan memang hanya ingin mengambilnya kembali. Saya sudah cukup sering diminta untuk menyerahkan kredensial atau pin di masa lalu, sehingga hal semacam itu jadi terlihat biasa saja."
"Saya tidak melihat tempat sampah besar yang penuh dengan hadiah," tambah Smialowski.
Editor foto utama Gedung Putih, Patrick Witty, juga membagikan gambar tersebut di akun X miliknya pada 16 Mei, dengan pernyataan: "Seharusnya sudah jelas, tetapi gambar ini dihasilkan oleh AI" (tautan arsip).
Selain itu, seorang pejabat Gedung Putih juga menyampaikan kepada AFP melalui surel pada 18 Mei bahwa gambar yang beredar tersebut dihasilkan oleh AI.
Synthetic image -- sebuah fitur pendeteksi gambar rekaan dalam InVID-WeVerify -- menemukan "bukti yang sangat kuat" bahwa gambar tersebut hasil rekaan atau sintetis (tautan arsip). Sementara alat pendeteksi dari Hive Moderation memperlihatkan bahwa gambar tersebut kemungkinan besar dihasilkan oleh AI (tautan arsip).
AFP sebelumnya telah menyanggah misinformasi lain yang terkait dengan pertemuan antara Trump dan Xi di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami