Tayangan Meloni menolak berjabat tangan dengan Netanyahu merupakan konten AI

Pada bulan April lalu, Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni menangguhkan kerjasama pertahanan dengan Israel. Namun sebuah video di media sosial yang memperlihatkan Meloni menolak bersalaman dengan PM Israel Benjamin Netanyahu merupakan hasil kecerdasan buatan (AI). Tayangan itu berisi sejumlah kejanggalan visual yang sering ditemukan pada konten AI. Tidak ada laporan resmi bahwa Italia memutus semua kerjasama dengan Israel ataupun Meloni menolak berjabat tangan dengan Netanyahu.

"Di forum PBB, Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni menolak jabat tangan dengan Nyetanyahu. Sambil mengenakan Syal Palestina Meloni memilih menjauhi penjahat perang itu, tulis keterangan video dalam unggahan Facebook tertanggal 29 April 2026.

Video itu seolah-olah menunjukkan Meloni -- dengan bendera Palestina yang disampirkan di bahunya -- mengabaikan uluran tangan Netanyahu di sebuah ruangan dengan logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di salah satu temboknya.

Teks bahasa Inggris pada video berbunyi, "Giorgia Meloni mengabaikan Netanyahu".

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 14 Mei 2026, dengan tanda silang merah telah ditambahkan oleh AFP

Video tersebut beredar setelah Meloni mengumumkan pada 14 April bahwa Italia menghentikan sementara perjanjian pertahanan dengan Israel, yang meliputi pertukaran perlengkapan militer dan penelitian teknologi (tautan arsip).

Israel merespon dengan mengatakan bahwa penangguhan tersebut "tidak akan berdampak pada keamanan Israel" (tautan arsip). 

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah pemerintah Italia menuduh pasukan Israel melepaskan tembakan peringatan ke arah konvoi pasukan Italia yang bertugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Israel telah melancarkan serangan udara di wilayah Lebanon dan menginvasi wilayah selatan negara itu setelah sekutu Iran, Hizbullah, ikut serta dalam perang di Timur Tengah dan menyerang Israel pada 2 Maret (tautan arsip). 

Klip yang sama juga beredar di TikTok dan Thread, juga menyebar dalam bahasa Korea dan Hindi

Namun hingga 15 Mei, tidak ada laporan bahwa Italia memutus semua kerjasama dengan Israel atau Meloni menolak berjabat tangan dengan Netanyahu dalam sebuah acara PBB.

Perjanjian lain masih berlaku

Meskipun Italia menangguhkan kerjasama pertahanan dengan Israel pada April lalu, data dari Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia menunjukkan bahwa masih terdapat 27 perjanjian antara kedua negara yang masih berlaku di tahun 2026 (tautan arsip). 

Image
Tangkapan layar website Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Italia yang menunjukkan perjanjian-perjanjian yang telah ditandatangani antara Italia dan Israel

Pada 21 April, Italia -- bersama dengan Jerman -- juga menolak seruan untuk menangguhkan perjanjian kerja sama Uni Eropa dengan Israel (tautan arsip).

Spanyol dan Irlandia kembali mengangkat isu penghentian perjanjian Juni 2000 antara Uni Eropa dan Israel saat pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg. Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menanggapi usulan tersebut dengan mengatakan bahwa "tidak akan ada keputusan yang diambil hari ini".

Video AI

Video yang beredar itu menampilkan kejanggalan visual yang mengindikasikan bahwa ia dibuat dengan AI.

Bagian syal di sisi tangan kiri Meloni semula berwarna hitam, putih dan merah tetapi bagian tersebut berubah warna menjadi merah, putih dan hijau saat ia berbalik arah.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, dengan kejanggalan visual yang telah ditandai oleh AFP

Meskipun tulisan pada syal Meloni terlihat seperti teks berbahasa Arab, seorang jurnalis AFP penutur asli bahasa Arab yang meliput di Timur Tengah mengatakan bahwa tulisan yang dihasilkan AI itu tidak bermakna dan sama sekali tidak dapat diterjemahkan.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, dengan bagian teks berbahasa Arab telah ditandai oleh AFP

Hasil pemeriksaan video dengan menggunakan DeepFake-o-Meter, alat deteksi AI yang dikembangkan oleh University at Buffalo, menunjukkan bahwa enam dari model deteksinya mengindikasikan video tersebut kemungkinan dibuat oleh AI (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil dari alat deteksi DeepFake-o-Meter

Pada 5 Mei, Meloni juga membuat pernyataan yang isinya mengkritik keras gambar palsu dirinya yang dihasilkan oleh AI, dengan menyebut deepfake sebagai "alat berbahaya" yang dapat menyasar dan merugikan siapa pun  (tautan arsip). Politisi perempuan di seluruh dunia semakin sering menjadi korban pornografi deepfake atau gambar seksual yang dibuat dengan menggunakan AI.

AFP sebelumnya pernah menyanggah misinformasi lain tentang Giorgia Meloni di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami