Video lama erupsi Gunung Dukono dibagikan sebagai letusan Mei 2026

Menyusul letusan terbaru Gunung Dukono di Halmahera Utara pada 8 Mei lalu, beredar video yang memperlihatkan sekelompok pendaki tengah berada di puncak sebuah gunung yang mengeluarkan abu vulkanik dan tayangannya diklaim sebagai letusan terbaru Dukono. Namun, video itu diambil pada Agustus 2024 dan bukan berasal dari letusan baru-baru ini yang menewaskan tiga orang pendaki.

"Evakuasi pendaki terdampak erupsi gunung Dukono di Halmahera Utara, Jumat, 8 Mei 2026. Evakuasi korban ini dilakukan Tim SAR gabungan TNI/Polri dibantu warga setempat," tulis sebagian keterangan video yang dibagikan di Facebook pada 9 Mei 2026.

Video pada postingan menunjukkan sekelompok pendaki bergegas turun dari puncak sebuah gunung yang mengeluarkan abu vulkanik tebal dari kawahnya.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 11 Mei 2026, dengan tanda silang merah yang ditambahkan oleh AFP

Postingan ini beredar sehari setelah Gunung Dukono di Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, meletus dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 10 kilometer ke udara (tautan arsip).

Disebut-sebut sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia, Gunung Dukono telah berada dalam status Waspada atau Level II sejak 2008, di mana masyarakat dilarang untuk beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah gunung, ujar Lana Saria, plt kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. 

Tim SAR berhasil mengevakuasi jasad dari tiga pendaki yang tewas, yang terdiri dari dua warga negara Singapura dan satu warga Indonesia, dalam operasi pencarian yang berlangsung selama tiga hari. Pihak berwenang mengatakan para pendaki tersebut mengabaikan tanda-tanda peringatan yang telah diberikan.

Sebanyak 17 orang pendaki lainnya, termasuk tujuh warga negara Singapura, berhasil turun dengan selamat. 

Video dengan klaim serupa juga beredar di Instagram, TikTok dan X.

Namun, tayangan tersebut tidak menunjukkan erupsi Dukono pada awal Mei 2026.

Pencarian gambar terbalik menggunakan Google menemukan klip serupa yang dibagikan oleh lembaga penyiaran Australia 9 News Adelaide di Facebook pada 24 Agustus 2024 (tautan arsip). 

"Rekaman drone menakjubkan yang menangkap momen sekelompok pendaki berupaya turun dengan susah payah dari puncak Gunung Dukono di Indonesia, di saat gunung berapi tersebut meletus. Turis lokal mengeklaim bahwa para pendaki itu mengabaikan larangan untuk mendaki gunung tersebut," demikian terjemahan dari keterangan postingan itu. 

Penelusuran lanjutan mendapati klip yang sama juga dibagikan oleh surat kabar Inggris The Telegraph di YouTube pada 21 Agustus 2024 (archived link). Tempo juga memuat tangkapan layar dari video yang beredar dalam laporan tentang letusan Dukono yang terjadi pada Agustus 2024 (archived link). 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video yang dibagikan 9 News Adelaide (kanan)

9 News Adelaide memberikan kredit video kepada akun Instagram bernama @anak_esa. Penelusuran pada akun ini menemukan video tersebut diunggah pada 18 Agustus 2024 dengan keterangan video berbunyi: "Detik-detik pendaki hampir dihantam material erupsi ketika summit ke puncak Dukono pas moment 17 Agustus." (archived link). 

Pemilik akun Instagram tersebut, Reza Selang, mengatakan kepada AFP bahwa ia yang merekam video itu. Ia juga membagikan video lain yang diambil di Gunung Dukono di akun Instagramnya (tautan arsip di sini dan sini).

"[Saya] sedang mendaki, tapi saya posisinya di bawah. Saya posisinya selalu di bawah nerbangin drone," ungkap Reza kepada AFP pada 11 Mei.

Reza merupakan seorang videografer drone dan juga bekerja paruh waktu sebagai pemandu turis untuk wilayah Maluku Utara. Untuk tahun ini saja, ia mengatakan dirinya memandu turis lokal untuk naik ke Gunung Dukono setidaknya satu kali dalam sebulan. Sementara untuk turis asing, Reza mengaku telah memandu pendakian mereka sebanyak dua kali dalam tahun ini.

Dalam unggahan di akun Instagramnya pada 11 Mei, Reza menyampaikan permintaan maaf atas perannya dalam memandu para turis yang mendaki Gunung Dukono pada hari di mana erupsi terjadi 8 Mei lalu (tautan arsip). Ia mengatakan dirinya akan bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian yang tengah menyelediki inisiden pada 8 Mei lalu.

AFP sebelumnya juga telah menyanggah misinformasi terkait letusan gunung berapi di sini

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami