Video 'CCTV gempa Jepang' ini buatan AI

Sebuah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo terjadi di wilayah utara Jepang pada 20 April dan mengguncang bangunan dalam radius ratusan kilometer. Namun, sebuah video yang diklaim di media sosial memperlihatkan rekaman CCTV bangunan bergoyang akibat gempa tersebut adalah hasil rekaan teknologi akal imitasi (AI). Video itu telah beredar sebelum gempa April terjadi dan berisi kejanggalan visual yang sering ditemukan pada konten AI. 

"Rekaman cctv saat terjadinya gempa kuat. ini di jepang kemarin guys," tulis keterangan video di unggahan Facebook tertanggal 21 April 2026.

Video memperlihatkan gedung-gedung bertingkat di sebuah perempatan jalan yang tampak bergoyang-goyang. Teks dalam bahasa Inggris pada video tertulis, "CCTV gempa bumi".

Postingan ini beredar sehari setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Jepang pada 20 April yang memicu tsunami setinggi 80 cm di pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate (tautan arsip).

Meskipun tak ada kerusakan besar yang dilaporkan namun guncangan gempa terasa begitu keras hingga membuat gedung-gedung besar di Tokyo bergoyang, padahal ibu kota Jepang itu berjarak ratusan kilometer dari pusat gempa (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 27 April 2026, dengan label AI dan tanda silang merah ditambahkan oleh AFP

Postingan yang sama juga beredar dalam bahasa Thailand dan Italia.

Namun, video yang beredar itu buatan AI.

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan video yang beredar di postingan salah menemukan klip sama dengan kualias gambar lebih tinggi yang diunggah di TikTok pada 15 Desember 2025 (tautan arsip).

Pada bagian kiri atas di video TikTok itu terdapat keterangan waktu yang bertuliskan "2025/12/15". Klip itu juga berisi teks bertuliskan "CCTV gempa" yang sama seperti terlihat di video salah.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan video yang diunggah di TikTok pada Desember 2025 (kanan), dengan penanda AI yang ditambahkan oleh AFP

Video ini pernah dibagikan oleh seorang pengguna TikTok yang kerap mengunggah video buatan AI (tautan arsip di sini dan sini).

AFP sudah menghubungi pemilik akun TikTok tersebut, namun belum mendapatkan respons.

Analisis lebih jauh terhadap video itu menemukan anomali-anomali visual yang merupakan tanda khas konten AI. Kejanggalan yang ditemukan misalnya teks yang menyerupai karakater bahasa Tiongkok dan Korea pada rambu dan marka jalan namun tidak memiliki makna sama sekali. Kejanggalan juga bisa dilihat pada ukuran tanda penyeberangan pejalan kaki yang tidak konsisten.

Video tersebut tampak seperti rekaman CCTV, tetapi kameranya sendiri sama sekali tidak bergoyang saat gempa terjadi. Selain itu, sebuah bangunan minimarket dan mobil-mobil yang terparkir di jalan juga tetap diam meskipun gedung-gedung lain dan tiang listrik terlihat bergoyang.

Image
Tangkapan layar video dari postingan TikTok pada Desember 2025, dengan kejanggalan visual yang menjadi ciri AI ditandai oleh AFP

AFP sebelumnya telah menyanggah misinformasi terkait dengan gempa Jepang pada April 2026. 

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami