Video Perdana Menteri Inggris mengecam serangan Israel ke Lebanon merupakan konten AI

Seiring serangan yang terus-menerus dilakukan oleh Israel di selatan Lebanon, beredar video AI yang memperlihatkan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengecam Israel dan menyatakan bahwa perjanjian pertahanan antara kedua negara akan ditinjau ulang. Faktanya, meskipun Starmer telah menyerukan agar Israel menghentikan rentetan pengebomannya, tidak ada laporan resmi bahwa dirinya membuat pernyataan seperti pada video. Klip yang beredar itu memuat sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri konten sintetis.

"Perdana Menteri Inggris Mr Keir Starmer mulai berani mengutuk kekejaman dan kejahatan regim Israhell," tulis keterangan video yang diunggah di Facebook pada 1 Mei 2026.

Video menunjukkan Starmer sedang berbicara di atas podium di sebuah ruangan parlemen.

Pada tayangan itu, Starmer menyebut Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai "setan" dan mengatakan bahwa "genosida yang dilakukan di Palestina dan sekarang di Lebanon sama sekali tidak dapat diterima".

"Inggris akan meninjau semua perjanjian pertahanan dan dukungan untuk Israel -- sudah cukup dengan kebrutalan ini," pungkasnya.

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 27 Mei 2026, dengan tanda X merah dan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Video yang sama juga dibagikan dalam unggahan Facebook serupa seiring Israel meneruskan serangan mematikan di selatan Lebanon, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung (tautan arsip).

Kelompok Hizbullah di Lebanon telah membawa negara itu ke dalam pusaran konflik di Timur Tengah -- yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran -- saat kelompok bersenjata tersebut mulai melancarkan roket ke Israel pada awal Maret. Serangan Hizbullah ini dibalas oleh Israel dengan gempuran dan invasi darat.

Gencatan senjata pada 17 April untuk menghentikan pertempuran antara Isarael dan Hizbullah tidak pernah dipatuhi. Setiap harinya, kedua pihak saling tuduh bahwa pihak lain melanggar gencatan senjata dan melakukan serangan dengan alasan pelanggaran itu.

Meskipun Perdana Menteri Inggris telah menyatakan bahwa pengeboman di Lebanon harus dihentikan dan memperingatkan bahwa tindakan Israel yang salah telah mendorong Lebanon lebih jauh ke dalam krisis, klip yang beredar tersebut adalah hasil rekayasa AI (tautan arsip). 

Tidak ada laporan resmi yang menyebutkan Starmer membuat pernyataan seperti di video yang beredar. Suara orang dalam video tersebut juga tidak terdengar seperti suara asli Starmer. Tayangan tersebut juga menampilkan sejumlah kejanggalan visual yang menjadi ciri konten AI.

Kejanggalan visual

Pencarian gambar terbalik di Google menggunakan potongan gambar dari video salah menemukan video-video serupa yang memperlihatkan Starmer berbicara di ruangan parlemen Inggris (tautan arsip).

Namun, klip yang beredar pada postingan salah tersebut menunjukkan ruangan parlemen yang lebih kecil dengan barisan bangku yang lebih sedikit.

Image
Tangkapan layar video salah (kiri) dan rekaman asli Starmer berbicara di parlemen (kanan)

Video tersebut juga memuat beberapa kejanggalan visual yang mengindikasikan hasil buatan AI, misalnya anggota tubuh yang bentuknya tidak jelas dan bros di baju Starmer yang berubah bentuk.

Image
Tangkapan layar video salah, dengan kejanggalan visual yang ditandai oleh AFP

Hasil analisis menggunakan alat deteksi AI, Hive Moderation, menemukan bahwa video tersebut kemungkinan memuat konten hasil buatan AI (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hive Moderation

Analisis terpisah menggunakan Hiya, alat deteksi tiruan suara yang ada di Verification Plugin, juga menemukan adanya keanehan yang mengindikasikan suara dihasilkan oleh AI.

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hiya

AFP telah membantah berbagai misinformasi terkait dengan konflik di Timur Tengah.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami