Video lama kebakaran di Dubai dibagikan sebagai serangan terbaru AS ke Iran
- Diterbitkan pada hari 11/06/2026 pukul 12:30
- Waktu baca 2 menit
- Oleh: Harshana SILVA, AFP Sri Lanka
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati kedua negara sejak April 2026. Namun, sebuah video yang beredar di media sosial dan menampilkan bangunan yang dilalap api bukanlah rekaman serangan AS terhadap situs rudal Iran di Kota Bandar Abbas seperti diklaim sejumlah postingan. Klip tersebut menunjukkan kebakaran gedung di Dubai pada November 2025.
"Jet tempur AS serang kapal dan situs rudal iran, ledakan dahsyat guncang Bandar Abbas" tulis teks yang ditempelkan pada video TikTok yang diunggah pada 26 Mei 2026.
Klip berdurasi 31 detik itu menunjukkan kepulan asap hitam tebal yang membubung dari sebuah bangunan yang dilalap api. Pergerakan lalu lintas kendaraan terlihat di sebuah jalanan di dekat bangunan itu.
"Langit Timur Tengah kembali memanas! Jet tempur Amerika Serikat dilaporkan menyerang kapal militer dan situs rudal Iran di sekitar Bandar Abbas," bunyi sebagian keterangan pada video tersebut.
Pada tanggal 26 Mei, Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan adanya insiden yang memengaruhi pesisir selatan di provinsi Hormozgan tanpa merinci insiden yang dimaksud (tautan arsip).
Tuduhan itu muncul setelah Komando Pusat AS mengatakan pasukannya telah menyerang situs rudal dan kapal-kapal di wilayah selatan Iran yang mencoba memasang ranjau di kawasan Teluk. Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa mereka menembaki pesawat AS yang mencoba memasuki wilayah udaranya.
Pasukan AS juga melancarkan serangan yang menghantam Iran bagian selatan pada 28 Mei, yang memicu serangan balasan dari Tehran terhadap pangkalan militer AS (tautan arsip). Insiden ini menjadi bentrokan paling serius sejak gencatan senjata yang terjadi pada bulan April lalu.
Pertempuran baru, yang menggagalkan pembicaraan untuk mengakhiri perang, dimulai ketika pasukan Iran menembaki empat kapal yang mencoba menyeberangi Selat Hormuz.
Postingan serupa juga beredar di unggahan TikTok lainnya.
Namun, klip tersebut sebenarnya menunjukkan kebakaran sebuah gudang di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), pada November 2025, atau beberapa bulan sebelum perang di Timur Tengah dimulai.
Kebakaran di Dubai
Pencarian gambar terbalik menggunakan potongan klip yang beredar dan penelusuran kata kunci menemukan video tersebut dipublikasikan di Instagram oleh media UEA bernama Gulf Moments (tautan arsip).
"Kebakaran terjadi di Gudang Umm Ramool, Dubai," demikian bunyi teks yang ditempelkan pada video di unggahan Gulf Moments.
Kantor media Pemerintah Dubai mengatakan petugas pemadam kebakaran berhasil menjinakkan api di gudang Umm Ramool dalam waktu kurang dari 40 menit dan tidak ada laporan korban luka (tautan arsip).
Agensi video, Newsflare, turut membagikan video yang sama pada 24 November 2025 (tautan arsip).
Pencarian kata kunci juga menemukan visual serupa tentang musibah kebakaran yang dibagikan di X oleh sebuah situs berita lokal pada 24 November 2025 (tautan arsip). Laporan itu menyebut bahwa petugas pemadam kebakaran mengatasi kobaran api di gudang cat.
Visual dalam video tersebut sesuai dengan tampilan Google Street View dari Jalan Al Rebat di Dubai (tautan arsip).
Sebelumnya, AFP telah membantah misinformasi lain yang menyalahgunakan video ini.
AFP juga telah membantah berbagai misinformasi yang beredar seputar perang di Timur Tengah.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami