Rekaman lama kebakaran pipa minyak di Mesir dibagikan dengan klaim serangan Iran ke Kuwait
- Diterbitkan pada hari 24/06/2026 pukul 12:06
- Waktu baca 3 menit
- Oleh: Chayanit ITTHIPONGMAETEE, AFP Thailand
- Terjemahan dan adaptasi AFP Indonesia
Pada awal Juni 2026, Iran meluncurkan rudal ke Kuwait sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS). Namun, video kobaran api besar yang beredar di media sosial bukanlah rekaman gempuran rudal Iran di negara Teluk tersebut seperti yang diklaim sejumlah postingan. Video tersebut sebenarnya memperlihatkan kebakaran pipa minyak di Mesir pada Juli 2020.
"Kementerian Pertahanan Brigadir Jendral Saud Abdulaziz Al-Otaibi Mengatakan, Sistem Pertahanan Udara Kuwait Berhasil Mencegat Dan Menghancurkan Sejumlah Roket Milik Iran. Roket-Roket Tersebut Jatuh di Kawasan Perumahan Mengakibatkan Kerusakan Yang Signifikan," tulis sebagian keterangan video yang diunggah di Instagram pada 8 Juni 2026.
Video tersebut menunjukkan kobaran api besar yang membakar beberapa mobil dengan asap yang membubung tinggi.
Video dengan klaim yang sama juga beredar dalam bahasa Thailand setelah Iran menyerang Kuwait dan Bahrain dengan rudal balistik pada 6 Juni (tautan arsip). Sebelum serangan Iran ini, AS lebih dulu menyasar instalasi radar Iran di bagian selatan negara itu.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa enam rudal yang ditembakkan Iran ke arah Kuwait dan Bahrain berhasil ditembak jatuh, sedangkan rudal ketujuh "tidak mencapai sasaran".
Kuwait mengecam serangan tersebut dan menyebutnya "ancaman langsung" terhadap "nyawa warga negara dan penduduk" serta merupakan suatu "eskalasi berbahaya... saat dunia internasional sedang melakukan upaya tanpa henti untuk menghentikan operasi tempur". Militer negara itu mengatakan pencegatan rudal Iran di atas area permukiman menyebabkan puing-puing berjatuhan, sehingga "mengakibatkan kerusakan material, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa".
Ketegangan yang meningkat tersebut terjadi beberapa hari sebelum Washington dan Tehran mengatakan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di semua lini, termasuk Lebanon, serta membuka kembali Selat Hormuz yang sangat penting untuk jalur perdagangan (tautan arsip).
Menurut laporan AFP, Tehran dan Washington telah menandatangani perjanjian damai untuk mengakhir perang di Timur Tengah, tetapi pembicaraan lanjutan yang sedianya berlangsung di Swiss pada 19 Juni batal diadakan (tautan arsip).
Namun, video kobaran api yang beredar tersebut tidak menunjukkan serangan rudal Iran di Kuwait. Rekaman itu sebenarnya memperlihatkan kebakaran akibat ledakan pipa minyak di Mesir pada Juli 2020.
AFP sebelumnya sudah pernah menyanggah klaim salah yang menggunakan video yang sama untuk menyebarkan misinformasi tentang ledakan di Dubai dan serangan Hamas ke Israel.
Kebakaran pipa minyak
Pencarian gambar terbalik dengan menggunakan potongan video yang beredar menemukan rekaman yang sama pernah diunggah dalam berita Sky News pada 15 Juli 2020 (tautan arsip).
Judul berita tersebut berbunyi, "Mesir: Tujuh belas orang luka-luka dalam ledakan pipa minyak di jalan tol Kairo".
Menurut laporan Middle East Monitor, Kementerian Perminyakan Mesir mengatakan kebakaran di jalan raya gurun Kairo-Ismailia disebabkan oleh percikan dari sebuah mobil yang melintas (tautan arsip). Percikan tersebut menyulut minyak mentah yang bocor pada pipa yang membentang dari pelabuhan Laut Merah Shuqair hingga kompleks kilang Mostorod di wilayah Kairo.
Media Egypt Today melaporkan bahwa kebakaran itu menghancurkan 37 mobil, tiga sepeda motor, dan bagian terowongan (tautan arsip).
Video dengan durasi lebih panjang telah dipublikasikan oleh media Kanada, Global News, pada 15 Juli 2020 (tautan arsip).
Pada detik ke-46, terlihat sebuah rambu jalan dengan tulisan "Bandara Kairo" tertulis dalam bahasa Arab dan Inggris.
Gambar-gambar di jalan gurun Kairo-Ismailia yang tersedia pada platform Mapillary menunjukkan bentuk pilar dan penanda jalan yang sama dengan yang terlihat di rekaman yang diunggah Global News (tautan arsip).
Sehari setelah insiden itu, pemerintah Kairo mengunggah tangkapan layar dari video kebakaran itu di website mereka disertai pengumuman adanya pekerjaan perbaikan pipa rusak akibat ledakan tersebut (tautan arsip).
Artikel periksa fakta AFP yang menyanggah berbagai misinformasi terkait perang di Timur Tengah bisa dibaca di sini.
Hak Cipta © AFP 2017-2026. Segala jenis penggunaan konten secara komersial harus melalui langganan. Klik di sini untuk lebih lanjut.
Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?
Hubungi kami