Video AI beredar di media sosial dengan klaim rekaman prosesi pemakaman Ali Khamenei

Massa berkumpul di Tehran pada awal Juli untuk memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel pada akhir Februari. Namun, sebuah video di media sosial yang diklaim memperlihatkan kerumunan massa saat prosesi pemakaman tersebut merupakan hasil rekaan visual. Bangunan yang terlihat pada video tidak sesuai dengan struktur Masjid Grand Mosalla, tempat di mana jasad Khamenei disemayamkan dan sekaligus titik berkumpulnya massa. Alat deteksi konten kecerdasan buatan (AI) juga mengidentifikasi tayangan sebagai hasil AI.

"Pemakaman Pemimpin Orang-orang Tertindas, sang syahid Sayyid Ali Khamenei," tulis keterangan video yang diunggah di X pada 5 Juli 2026. 

Video berdurasi 33 detik tersebut memperlihatkan rekaman udara orang-orang berkumpul di sebuah kompleks masjid yang besar. Massa yang mengenakan pakaian hitam memadati jalan-jalan di sekitar lokasi tersebut sembari membawa spanduk bertuliskan bahasa Arab dan bendera Iran.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah yang diambil pada 10 Juli 2026, dengan tanda X merah dan label AI yang ditambahkan oleh AFP

Video dengan klaim serupa juga beredar di postingan Facebook dan Instagram, serta dalam bahasa  Thailand, Inggris, Sindhi and Arab.

Tayangan tersebut beredar seiring massa berkumpul di Tehran untuk mengikuti rangkaian upacara pemakaman jenazah Khamenei yang dimulai pada 4 Juli dan berlangsung selama enam hari (tautan arsip). Satu hari dari prosesi tersebut berlangsung di negara tetangga Iran, Irak.

Massa yang melayat memadati kompleks Masjid Grand Mosalla di Tehran, tempat jenazah Khamenei dan jenazah empat anggota keluarganya disemayamkan. Keempat anggota keluarga Khamenei tersebut juga tewas dalam serangan AS-Israel pada 28 Februari.

Namun, video yang beredar tersebut berisi kejanggalan visual yang menjadi ciri konten AI.

Video AI

Klip itu menampilkan sebuah bangunan masjid besar yang diambil dari beberapa sisi.

Salah satu kejanggalan yang terlihat pada video adalah struktur bangunan yang berubah-ubah. Dalam satu klip, hanya dua menara yang terlihat di kompleks tersebut—namun beberapa detik kemudian, bangunan itu menampilkan tambahan sebuah gedung beratap hijau dan empat menara lainnya.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, dengan kejanggalan visual ditandai oleh AFP

Citra satelit di Google Maps memperlihatkan Grand Mosalla dengan bentuk bangunan yang berbeda dari masjid yang ditampilkan di video yang beredar (tautan arsip). 

Image
Perbandingan tangkapan layar antara tayangan video yang beredar (kiri) dan tampilan bangunan Grand Mosallah dilihat dari citra satelit di Google Maps (kanan)

AFP telah mengabadikan dan membagikan foto-foto para pelayat di sekitar Grand Mosalla pada tanggal 5 Juli -- semuanya menampilkan situasi berbeda dari rekaman yang beredar secara daring.

Analisis terhadap video tersebut menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menemukan 99,7 persen kemungkinan bahwa video itu dihasilkan oleh AI (tautan arsip).

Image
Tangkapan layar hasil analisis Hive Moderation, diambil pada 9 Juli 2026

Artikel periksa fakta AFP lainnya yang menyanggah misinformasi konten AI bisa dibaca di sini.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami