Video kebakaran di Hong Kong dibagikan dengan konteks salah sebagai serangan Iran ke Israel

  • Diterbitkan pada hari 22/06/2026 pukul 10:43
  • Diperbarui pada hari 22/06/2026 pukul 10:44
  • Waktu baca 3 menit
  • Oleh: AFP Indonesia

Pada awal Juni 2026, Israel dan Iran kembali terlibat saling serang sebelum kesepakatan damai untuk mengakhiri perang di Timur Tengah diumumkan. Namun, video kebakaran hebat pada sebuah kompleks hunian yang beredar di media sosial tidak menunjukkan dampak serangan Iran di Israel seperti diklaim beberapa postingan. Rekaman tersebut memperlihatkan kebakaran maut di sebuah kompleks perumahan di Hong Kong pada November 2025.

"Haifa diguncang ledakan dahsyat saat rudal Iran menghantam Israel bagian utara," tulis teks dalam bahasa Inggris yang ditempelkan pada video TikTok tertanggal 8 Juni 2026, merujuk pada sebuah kota di Israel.

Video tersebut menunjukkan beberapa bangunan yang dilalap api, dengan mobil pemadam kebakaran di bagian depan.

"Pasukan Iran meluncurkan serangkaian rudal balistik yang menargetkan wilayah utara Israel, khususnya mengguncang kota Haifa. Rentetan serangan tersebut terjadi pada Minggu malam, 7 Juni 2026, dan disebut sebagai pengeboman pertama sejak gencatan senjata yang rapuh diberlakukan pada awal April," tulis sebagian keterangan postingan tersebut.

Image
Tangkapan layar postingan salah yang diambil pada 11 Juni 2026, dengan tanda X merah yang ditambahkan oleh AFP

Video tersebut beredar setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel pada 7 Juni sebagai balasan atas serangan Israel terhadap Beirut (tautan arsip). Serangan Iran ini menjadi pengeboman pertama sejak gencatan senjata berlaku beberapa bulan sebelumnya.

Pada bulan Maret, Lebanon ikut terseret ke dalam perang ketika Hizbullah meluncurkan roket ke Israel menyusul terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, yang kemudian memicu invasi darat dan serangan Israel (tautan arsip).

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan presiden Iran menandatangani kesepakatan pada 17 Juni yang bertujuan untuk mengakhiri perang, dengan kondisi Tehran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz dan AS mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Upacara penandatanganan diperkirakan akan berlangsung beberapa hari kemudian, dengan negosiasi terhadap perjanjian yang final akan dimulai setelahnya (tautan arsip di sini dan di sini).

Lebanon termasuk dalam kesepakatan damai tersebut, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan negaranya akan tetap berada di Lebanon "selama waktu yang diperlukan" (tautan arsip).

Klaim serupa juga beredar di TikTok dan X, termasuk dalam bahasa lainnya. Klaim salah juga dibagikan di laman akun Facebook asal India, Kaler Barta, yang tanda airnya termuat dalam video salah.

Namun, klip tersebut berasal dari rekaman lama dan sebenarnya menunjukkan kebakaran di distrik Tai Po, Hong Kong.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan rekaman yang sama dipublikasikan oleh akun Instagram media asal Hongkong, Inmedia, pada 26 November 2025 (tautan arsip).

"Alarm kebakaran level 5 di Wang Fuk Court -- situasi setelah gelap," demikian sebagian keterangan postingan dalam bahasa Mandarin tradisional tersebut.

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan rekaman dari postingan Inmedia (kanan)

AFP juga membagikan foto-foto kebakaran yang menewaskan 168 orang tersebut -- yang menjadikannya sebagai kebakaran gedung hunian paling mematikan di dunia sejak tahun 1980 (tautan arsip).

Kebakaran tersebut melahap tujuh dari delapan menara hunian yang sedang direnovasi dan dibungkus dengan jaring pengaman di kompleks tersebut (tautan arsip). Jaring itu tidak memenuhi standar sehingga diperkirakan berkontribusi pada penyebaran api.

Para direktur kontraktor konstruksi dan firma konsultan yang terlibat dalam proyek tersebut, serta seorang inspektur, dituduh melakukan pembunuhan bersama perusahaan mereka, sementara beberapa orang lainnya dijerat dengan tuduhan melakukan penipuan, pencucian uang, dan penggelapan pajak.

Pencarian lanjutan dengan Google Maps Street View di area Tai Po memperlihatkan bangunan-bangunan dan papan-papan jalan yang sama seperti yang ada pada video salah (tautan arsip).

Image
Perbandingan tangkapan layar antara video di postingan salah (kiri) dan gambar dari Google Maps Street View pada 2024 (kanan), dengan bagian yang sama telah ditandai oleh AFP

AFP sebelumnya telah menyanggah misinformasi lain yang juga membagikan video kebakaran di Hong Kong tersebut sebagai dampak perang di Timur Tengah.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami