Rekaman kebakaran di Hong Kong dibagikan dengan konteks salah sebagai serangan Iran ke Israel

Iran telah berulang kali menyerang Israel menggunakan rudal dan drone untuk membalas gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari 2026. Namun, video di media sosial yang memperlihatkan kebakaran besar pada sebuah bangunan tidak memperlihatkan dampak serangan tersebut seperti yang diklaim dalam sejumlah postingan. Video itu pertama kali dipublikasikan pada 2025 dalam sebuah laporan terkait kebakaran maut yang terjadi di kompleks hunian di Hong Kong. 

"Video menunjukkan kebakaran dan kerusakan gedung tinggi di Tel Aviv setelah serangan rudal di tengah meningkatnya konfrontasi antara iran dan Israel," tulis keterangan video yang diunggah di TikTok pada 18 Maret 2026.

Video tersebut menunjukkan bangunan bertingkat yang dilalap si jago merah.

Image
Tangkapan layar video di postingan salah, diambil pada 1 April 2026, dengan tanda silang yang ditambahkan oleh AFP

Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon telah menargetkan Israel dalam serangkaian aksi pembalasan setelah gempuran koalisi Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (tautan arsip). 

Sebuah serangan terjadi di dekat pusat komersial Israel, Tel Aviv, pada 18 Maret,  menewaskan dua orang, menurut keterangan petugas medis Israel -- menjadikan jumlah korban tewas akibat serangan rudal terhadap Israel sejak dimulainya perang menjadi setidaknya 16 orang.

Klip tersebut juga dibagikan di postingan TikTok dan berbagai postingan lainnya dalam berbagai bahasa. Tetapi faktanya, klip itu memperlihatkan kebakaran maut yang terjadi di distrik Tai Po, Hong Kong, pada tahun 2025 dan tidak berkaitan dengan perang di Timur Tengah.

Pencarian gambar terbalik di Google menemukan bahwa media setempat, Inmedia, memublikasikan rekaman itu pada laman Instagram mereka pada 26 November 2025 (tautan arsip).

Keterangan video menyebut bahwa kebakaran yang terjadi pada siang hari itu "berlanjut hingga malam hari dan menghanguskan sejumlah bangunan".

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri) dan klip yang diunggah nmedia (kanan)

Media tersebut juga memublikasikan rekaman lainnya yang menunjukkan api dari sudut pandang yang berbeda (tautan arsip di sini dan sini). 

Gambar-gambar Google Maps Street View yang diambil di daerah Tai Po memperlihatkan bangunan dan papan nama jalan yang sama seperti terlihat di video salah (tautan arsip).

Image
Perbandingan antara video di postingan salah (kiri) dan gambar Google Maps Street View yang direkam pada Maret 2024 (kanan), dengan bagian yang sama ditandai oleh AFP

Kebakaran dahsyat itu menewaskan 168 orang, menjadikannya sebagai peristiwa kebakaran gedung hunian paling mematikan di dunia sejak tahun 1980 (tautan arsip).

Api melalap tujuh dari delapan bangunan yang ada di kompleks hunian yang tengah berada dalam renovasi dan diselimuti oleh perancah bambu, jaring pengaman, dan papan busa yang mempercepat penyebaran api. 

Polisi telah menangkap 38 orang yang dianggap bertanggung jawab atas tuduhan pembunuhan dan penipuan sebagai bagian penyelidikan pidana kebakaran tersebut. 

AFP telah membantah berbagai misinformasi yang muncul dari perang di Timur Tengah.

Adakah konten yang Anda ingin AFP periksa faktanya?

Hubungi kami